15 Aktivitas Menarik di Matsuyama, Jepang: Kastil, Kuil, Museum, dan Banyak Lagi!

  • EHIME
  • MATSUYAMA
  • REKOMENDASI
  • Matsuyama, terletak di Prefektur Ehime, adalah salah satu kota paling terkenal di Shikoku. Ada banyak hal menarik disini, termasuk benteng yang masih orisinil, onsen terkenal, dan kuil-kuil yang indah. Kota ini juga membanggakan kekayaan sejarah literasi, dan banyak penulis Jepang terkemuka menulis tentang kota ini dan bahkan tinggal disini. Natsume Soseki yang terkenal di dunia tinggal disini semasa hidupnya, dan Anda akan menemukan banyak hal untuk mengenang beliau.

    Walaupun Matsuyama kota yang lebih kecil dibanding Tokyo atau Osaka, masih ada banyak hal menarik dan kotanya sendiripun mempesona, membuatnya layak dikunjungi. Inilah 15 hal menarik yang bisa Anda lakukan di kota ini!

    1. Mengunjungi Kuil Ishite-ji

    Dokumentasi penulis

    Walaupun Matsuyama memiliki delapan kuil yang merupakan bagian dari Wilayah Religi Shikoku, Ishite-ji merupakan kuil yang paling terkenal. Ishite-ji merupakan kuil yang bisa disebut aneh atau tidak biasa. Ada banyak macam patung Budha dan bahkan ada satu yang terlihat seperti Yesus. Anda dapat menemukan patung yang menyerupai kurcaci dan iblis, juga suatu bentuk bulat dari marmer, naga yang mengesankan, dan ksatria burung. Ada sedikit penjelasan mengenai semua patung tersebut, tapi tetap lebih mengesankan bila Anda menjelajahi kuil ini secara langsung.

    Hal lebih unik yang bisa ditemui di kuil ini adalah sebuah gua berisi patung-patung. Dengan menyusuri gua, Anda akan sampai di kuil bagian dalam dengan ruangan berkubah yang mempesona. Ishite-ji juga merupakan kuil indah yang tradisional. Sebagian besar bangunannya telah berdiri sejak akhir zaman Kamakura atau sekitar awal tahun 1300, sangat mengesankan untuk dipandang. Pagoda tiga lantainya sangatlah mengagumkan dan Niomon Gate merupakan harta negara ini. Bahkan, tujuh dari bangunan di Ishite-ji telah disahkan sebagai harta negara atau bangunan cagar budaya yang penting.

    Banyak hal yang bisa dilihat dan dinikmati di Kuil Ishite-ji, dan hal ini merupakan cara yang tepat untuk mengawali atau mengakhiri hari. Letaknya hanya sejauh 15 menit jalan kaki dari trem Dogo Onsen atau lima menit naik bis.

    Halaman Web Kuil Ishite-ji *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    2. Melihat Botchan Karakuri Clock

    Dokumentasi penulis

    Botchan adalah salah satu novel paling populer di Jepang yang ditulis oleh penulis terkenal Natsume Soseki. Karakter novel ini menjadi guru di Matsuyama, sama seperti Soseki. Matsuyama masih membanggakan pentingnya literasi mereka, dan ada beberapa tribut untuk karakter dan pengarangnya di kota.

    Satu dari atraksi Botchan yang lebih menarik adalah sebuah jam berukuran besar dan klasik bernama Botchan Karakuri Clock, terletak beberapa langkah dari Stasiun Dogo Onsen. Jam ini menjadi hidup tiap jamnya, serta menampilkan pertunjukan menghibur dari karakter dari novel. Jam yang memiliki dua tingkat ini akan memanjang ke atas, menunjukkan dua tingkat lagi dan bermacam bagian yang bergerak. Pertunjukan ini singkat namun berkesan dan mudah dinikmati meskipun Anda tidak tahu tentang Botchan.

    Ada juga tempat perendaman kaki gratis di bagian bawah jam bila Anda punya cukup waktu sebelum pertunjukan dimulai.

    Halaman Web Botchan Karakuri Clock *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    3. Menaiki Kereta Botchan

    Dokumentasi penulis

    Bila Anda ingin pengalaman Botchan yang maksimal, Anda bisa menaiki Kereta Botchan. Kereta untuk menikmati pemandangan ini mengambil model kereta uap yang dinaiki karakter Botchan.

    Kereta ini berangkat dari Stasiun Dogo Onsen dan menuju ke Stasiun Matsuyama atau Stasiun Komachi dengan tarif 800 yen untuk sekali jalan, yang jauh lebih mahal dari tarif trem normal yang hanya sebesar 160 yen. Bila Anda menaiki kereta ini, pastikan Anda tinggal lebih lama dan melihat bagaimana kondektur memutar kereta. Harap diingat bahwa kereta ini biasanya penuh sesak dengan antrian panjang, dan karena merupakan kereta tua, bisa jadi akan sangat gerah di musim panas.

    Bila Anda tidak ingin menaiki kereta, Anda bisa sekedar melihat kereta berangkat dari Stasiun Trem Dogo Onsen yang indah, atau Anda bisa mengamati kereta di luar stasiun dari jarak dekat. Sebagai alternatif, ada juga Botchan Train Museum gratis yang terletak di Stasiun Matsuyama-shi dimana Anda bisa belajar tentang sejarah kereta di Matsuyama.

    Halaman Web Botchan Train *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    4. Berendam di Dogo Onsen

    Dokumentasi penulis

    Dogo Onsen merupakan salah satu tempat paling terkenal di Matsuyama dan sekaligus salah satu onsen paling populer di Jepang. Dogo Onsen termasuk salah satu onsen tertua di Jepang dan pernah dikunjungi oleh tokoh penting seperti Natsume Soseki dan bahkan Keluarga Kekaisaran. Bagi pecinta budaya populer, onsen ini juga merupakan salah satu sumber inspirasi untuk tempat pemandian di film Spirited Away.

    Bangunan megah ini mengagumkan dan sering diduga sebagai kuil besar atau rumah tinggal bila dilihat sekilas. Tentu saja, yang menjadi sorotan adalah pemandiannya. Ada dua pilihan: yang lebih kecil dan lebih murah adalah Kami No Yu, dan yang lebih bagus adalah Tama no Yu. Sebagai tambahan, ada Yushinden, pemandian khusus untuk Keluarga Kekaisaran, yang bisa Anda lihat dengan biaya tambahan. Ada juga sekumpulan dokumen kuno yang berhubungan dengan onsen dan juga yufuda kuno, yaitu lempengan kayu yang dahulu digunakan sebagai tiket.

    Ada empat jenis tiket, dan harap diperhatikan bahwa pada hari-hari penuh pengunjung, semua tiket mungkin terjual habis kecuali tiket termurah (dan karena Kami no Yu cukup kecil, Anda mungkin masih harus mengantri untuk membilas badan atau masuk kedalam pemandian). Tiket termurah seharga 410 yen, dan Anda bisa masuk ke Kami no Yu. Dengan biaya 840 yen, Anda akan menerima yukata sewaan yang bisa Anda kenakan di ruang tunggu, untuk menikmati makanan ringan dan teh. Tiket masuk seharga 1.250 yen memberi Anda akses ke Tame no Yu, ruang tunggu yang lebih bagus, tur melihat Yushinden, juga handuk dan yukata sewaan. Akhirnya, dengan 1.550 yen, Anda bisa menggunakan ruang tunggu pribadi, termasuk juga fasilitas yang didapat di paket tiket yang lebih murah.

    Saat berkunjung, pastikan Anda membawa handuk dan peralatan mandi sendiri walaupun Anda bisa membeli sabun atau menyewa handuk.

    Halaman Web Dogo Onsen *tersedia dalam terjemahan otomatis
    Akses

    5. Membeli cindera mata di Arkade Pertokoan Dogo

    Dokumentasi penulis

    Lorong perbelanjaan yang pendek ini membawa Anda dari pemberhentian trem Dogo Onsen ke Dogo Onsen itu sendiri. Walaupun sudah jelas tempat ini merupakan perangkap untuk turis, tempat ini pilihan yang tepat untuk membeli cindera mata dengan harga terjangkau atau mencoba jajanan tradisional dari toko-toko makanan. Anda bisa menemukan bermacam hal disini – dari kimono dan kipas Jepang hingga sumpit dengan lukisan indah dan permen Botchan.

    Disini, Anda juga bisa menemukan Donguri no Mori, toko yang menjual barang-barang Studio Ghibli. Setelah melihat Dogo Onsen dan mengenang Spirited Away, toko ini jelas akan memikat para penggemar Ghibli. Walaupun No Face atau Haku akan lebih cocok, Totoro raksasalah yang duduk di bangku di luar toko, mempersilakan Anda untuk masuk (atau berhenti sebentar untuk berfoto). Tenang saja, ada banyak pernak-pernik Spirited Away di dalam toko yang sempurna untuk mengenang perjalanan Anda ke Matsuyama.

    Halaman Web Arkade Pertokoan Dogo *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    6. Berjalan-jalan di Taman Dogo

    Dokumentasi penulis

    Meskipun Dogo Park dulunya adalah lokasi Yuzuki Castle, hanya sedikit puing yang tersisa walau Anda masih bisa melihat bekas parit. Ada museum yang bisa Anda kunjungi secara gratis, dimana Anda bisa melihat barang-barang bersejarah yang ditemukan dalam penggalian benteng, tapi itulah titik terdekat Anda dari benteng tua tersebut. Namun, tempat ini bagus untuk berjalan-jalan. Ada banyak pohon dan tanaman cantik, dan parit tuanya sangat indah karena dipenuhi daun teratai.

    Bila Anda mengikuti jalan yang menuju ke bukit, Anda akan mendapat pemandangan kota yang indah sebagai hadiah. Saat cuaca sedang bagus, tempat ini cocok untuk piknik, dan ada banyak tempat untuk duduk dan bermain. Walaupun taman ini tidak terlalu direkomendasikan, taman ini terletak di pusat kota dan cukup tenang sehingga merupakan tempat yang tepat untuk menghabiskan waktu (atau jogging bersama penduduk setempat).

    Halaman Web Taman Dogo *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    7. Melihat-lihat kesenian kaca di Museum Giyaman Dogo

    Dokumentasi penulis

    Dogo Giyaman Glass Museum atau museum kaca Giyaman Dogo terletak beberapa menit dari Dogo Onsen dan merupakan pemberhentian sempurna untuk pecinta barang antik. Dalam museum, Anda bisa menemukan segala jenis barang kaca dari jaman Edo, Meiji, dan Taisho. Bila Anda membayangkan pahatan kaca yang mempesona, Anda akan kecewa karena sebagian besar isinya adalah perkakas rumah tangga seperti mangkok dan piring. Namun, ada juga beberapa barang yang indah di antara koleksi museum.

    Tiket masuknya adalah 600 yen, yang cukup mahal untuk museum yang terhitung kecil, namun Anda akan mendapat kupon diskon 10% di pusat informasi untuk turis. Bila Anda mencari tempat untuk bersantai, ada kafe yang menghadap kolam renang dan taman. Disini, Anda bisa membeli makanan berat atau teh buah, kue, dan parfait yang lezat.

    Halaman Web Dogo Giyaman Glass Museum *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    8. Mengunjungi Kuil Shinto Isaniwa

    Dokumentasi penulis

    Kuil Isaniwa terletak di bukit dekat Dogo Onsen, dan begitu Anda memberanikan diri berjalan di medan curam ini, Anda akan mendapatkan pemandangan indah dan kuil yang jauh lebih indah. Menurut cerita, kuil ini dibangun di tempat Kaisar Chuai, Kaisar Jepang ke-14, mandi di Dogo Onsen, sehingga kuil ini membanggakan sejarahnya yang panjang. Bangunan utamanya dibangun tahun 1667 dan diakui sebagai bangunan budaya yang penting. Kuil ini dipersembahkan untuk Hachiman, dewa para prajurit, sehingga tentu saja, Anda bisa menemukan beberapa lukisan tentang prajurit dan peperangan disini.

    Kuil ini juga merupakan tempat populer untuk pernikahan dan upacara lain, namun Anda bebas berkeliling area walaupun ada acara berlangsung. Karena kuil ini merupakan contoh langka dari gaya Hachiman-zukuri, kuil ini layak dijelajahi.

    Halaman Web Kuil Isaniwa *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    9. Belajar tentang Bapak Haiku Modern di Museum Shiki

    A post shared by akikowa (@akikowa) on

    Matsuyama tidak kekurangan budaya literasi, dan walaupun Natsume Soseki adalah penulis paling terkenal, ada seorang penulis lagi yang berasal dari Matsuyama. Shiki Masaoka (1867-1902) dianggap sebagai Bapak Haiku Modern, ia membantu mereformasi dan memodernisasi haiku di era Meiji, dan setelahnya, dia juga menulis puisi tanka.

    Museum Shiki memajang kehidupan dan peninggalan Shiki, dan Anda bahkan bisa menemukan replika rumah yang ia tinggali bersama Natsume Soseki disini. Museum ini juga memiliki penjelasan tentang sejarah Matsuyama, juga perkenalan pengarang lain yang berperan penting dalam sejarah setempat. Biaya masuknya sebesar 400 yen, dan walaupun ada beberapa keterangan dalam bahasa Inggris, Anda juga bisa menyewa panduan suara dalam bahasa Inggris dengan biaya 200 yen.

    Bila museum saja tidak cukup, Anda bisa juga mengunjungi Shikido, replika rumah Shiki yang memamerkan meja tulisnya yang asli serta foto, tulisan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan Beliau. Dengan biaya hanya 50 yen, Shikido merupakan tempat wisata termurah.

    Halaman Web The Shiki Museum *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    10. Mengagumi Kastil Matsuyama

    Dokumentasi penulis

    Tempat paling terkenal di Matsuyama tentu saja adalah Kastil Matsuyama, satu dari 12 benteng orisinil di Jepang. Benteng ini terletak di puncak bukit curam dekat pemberhentian trem Okaido dan bisa dijangkau dengan cable car, ski lift (270 yen sekali jalan/510 yen pulang-pergi), atau dengan berjalan kaki.

    Kastil ini dibangun pada awal tahun 1600 dan memiliki 5 lantai. Sayangnya, benteng ini pernah terbakar. Struktur saat ini yang memiliki tiga lantai dibangun tahun 1820, walaupun beberapa bagian yang selamat dari Restorasi Meiji dihancurkan oleh bom di Perang Dunia II. Bangunan utamanya sangat besar dan memiliki banyak pajangan dan hal menarik untuk dilihat. Bangunan hitamnya sangat mempesona dan ada banyak gerbang yang mengesankan, tujuh diantaranya terpilih sebagai aset budaya. Benteng ini menawarkan pemandangan mengesankan dari puncak dan terutama tampak mengagumkan di musim semi berkat sakura yang memenuhi area.

    Halaman Web Kastil Matsuyama *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    11. Mencicipi berbagai makanan di Arkade Pertokoan Okaido

    Dokumentasi penulis

    Bila Anda mencari tempat untuk makan sebelum atau sesudah mengunjungi kastil, arkade pertokoan Okaido adalah tempat yang tepat. Mulai dari pemberhentian trem Okaido, lorong ini membentang sejauh satu kilometer sebelum berakhir di Stasiun Matsuyama.

    Anda bisa menemukan bermacam restoran dan kafe (termasuk yang bertemakan Botchan) dengan semua jenis makanan. Ada waralaba restoran murah, izakaya, restoran tradisional Jepang, restoran Italia, restoran India semua tersedia. Lorong ini tempat yang bagus untuk bersantai di antara pemberhentian, dan ada banyak kafe enak bila Anda ingin makan sesuatu yang ringan.

    Tentu saja, Anda juga bisa berbelanja disini dan bahkan Anda akan pusat perbelanjaan yang besar. Okaido tidak terlalu ditargetkan untuk turis dibanding arkade pertokoan di Dogo, meskipun demikian, Anda masih bisa menemukan cindera mata disini. Di musim panas, ada pasar malam di hari Sabtu. Mulai dari siang, lorong ini dipenuhi makanan dan stan permainan yang menghidupkan suasana festival, dan bahkan diadakan konser juga.

    Halaman Web Arkade Pertokoan Okaido *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    12. Menjelajahi Bansuisou

    Dokumentasi penulis

    Bansuisou adalah vila bergaya Prancis abad ke-19 yang tersembunyi di bukit dekat Kastil Matsuyama. Pemilik sebelumnya, Sadakoto Hisamatsu, tinggal di Prancis dan menginginkan rumah kedua yang bergaya Barat. Karena kemegahannya, pada saat itu Bansuisou menjadi tempat berkumpul yang terkenal dan bahkan dikunjungi oleh Keluarga Kekaisaran. Kini, tempat ini diubah menjadi museum.

    Vila ini mempesona dari luar dan sangat mencolok dibanding perumahan tradisional Jepang. Melihatnya dari rimbunnya pepohonan akan mengingatkan Anda pada film Disney atau dongeng peri. Namun, interiornya agak sedikit dan sederhana, dan Anda tidak akan melewatkan apa-apa bila tidak memasuki area berbayar sebesar 300 yen walaupun ada jendela dengan kaca patri yang indah disitu. Lantai satu bangunan ini sering dijadikan tempat konser dan pameran gratis, yang cukup berharga untuk dilihat. Saat saya kesana, ada pameran indah untuk artis yang membuat binatang dari kain felt yang sangat realistis, dan baru-baru saja, ada pameran baju zirah Jepang. Area sekitarnya juga cantik dan ada kolam indah dengan pemandangan vila yang mempesona dan juga kafe.

    Halaman Web Bansuisou *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    13. Singgah di Museum Saka no Ue no Kumo

    Dokumen tasi penulis

    Tepat di bawah bukit dari Bansuisou terdapat Museum Saka no Ue no Kumo, bangunan kaca modern mempesona yang layak dilihat dari sisi arsitekturnya. Namanya berarti “awan di atas bukit.” Ini judul novel yang ditulis Shiba Ryotaro yang berkisah tentang kehidupan di Matsuyama.

    Pameran di dalam museum meliputi kehidupan di Matsuyama pada jaman Meiji, dimana Anda bisa menemukan surat tua, buku, dan foto, serta barang bersejarah lainnya. Tentu saja, Anda juga bisa melihat pameran tentang karakter dan tempat dalam novel, jadi bila Anda tidak asing dengan bukunya (atau versi TV), Anda akan lebih menikmati museum ini. Sayangnya, penggunaan Bahasa Inggris sangat terbatas, tapi Anda bisa menyewa panduan audio berbahasa Inggris dengan biaya 100 yen.

    Halaman Web Saka no Ue no Kumo Museum *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    14. Melihat pameran menarik di museum kesenian, Ehime

    Museum of Art atau museum kesenian Ehime, berada sejauh lima menit berjalan kaki dari pemberhentian trem Minami-Horibata, menarik biaya hanya 300 yen untuk melihat koleksi permanen. Di sini Anda bisa menemukan karya seni dari seniman lokal dan seniman Eropa. Museum ini juga memiliki lukisan gulung dari jaman Edo serta lukisan yang lebih kontemporer. Pameran spesialnya lebih mahal, tapi seringnya Anda akan menemukan hal-hal yang menarik. Dulu, ada bermacam pameran tentang segala hal, mulai dari koleksi Kekaisaran Cina, hingga kesenian kuno dari Mesir, hingga karakter Miffy.

    Jika Anda berada di Matsuyama, Anda bisa membuka halaman web mereka (hanya dalam bahasa Jepang) untuk melihat koleksi menarik yang sedang dipamerkan.

    Halaman Web Museum of Art, Ehime *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses

    15. Membeli barang-barang serba mikan

    Dokumentasi penulis

    Salah satu produk utama Ehime adalah mikan (jeruk mandarin), jadi tentu saja, Matsuyama merupakan tempat yang tepat untuk membeli mikan dan makanan/minuman dengan rasa jeruk seperti jus, jely, atau es krim. Bila Anda mendatangi salah satu jalanan perbelanjaan, Anda pasti akan menemukan banyak kafe yang mengiklankan segala macam jajanan serba mikan.

    Bila Anda mencari oleh-oleh, ada banyak jenis biskuit dan kue dengan rasa mikan. Bila Anda berkunjung ke Ehime saat musim gugur, Anda bahkan bisa memetik mikan langsung walaupun Anda akan harus meninggalkan Matsuyama.

    Bila Anda ingin cindera mata bertema mikan yang lucu, Mikyan merupakan pilihan tepat. Mikyan, makhluk separuh anjing dan separuh mikan, adalah maskot lucu Ehime dan mudah sekali menemukan pena, alat tulis, stiker, kaos kaki, dan barang-barang lain bertemakan karakter ini. Bila Anda ingin maskot Anda sedikit lebih jahat, carilah Dark Mikyan (Mikyan gelap), versi yang jahat tapi tetap lucu.

    Walaupun Matsuyama agak jauh dari tempat-tempat populer di Jepang, kota ini layak dikunjungi. Kota ini mudah dijelajahi karena trem cukup banyak dan nyaman, dan sebagian besar tempat wisata berada di sekitar Dogo Onsen atau Kastil Matsuyama. Anda bisa menjelajah tempat wisata terkenal di siang hari, walaupun tentu saja, akhir pekan memberi Anda waktu untuk lebih bersantai saat menjelajah dan menikmati pesona kota.

    Bila Anda berada di Shikoku atau di bagian selatan Jepang, Anda tidak boleh melewatkan Matsuyama. Untuk menuju kota ini, Shinkansen terdekat berjarak 2,5 jam perjalanan dari Okayama, tapi Anda juga bisa naik pesawat dari Tokyo, naik kapal feri dari Yamaguchi atau Hiroshima, atau bis cepat dari banyak kota lainnya.

    Halaman Web Pusat Informasi Wisata Matsuyama *tersedia dalam bahasa Inggris

    Anda ingin menginap di Matsuyama? Cek semua hotel yang ada di area ini!