Rasakan Kembali Masa Lalu Jepang di 4 Tempat Menarik di Shinjuku ini

  • SHINJUKU
  • TEMPAT
  • TOKYO
  • Gedung-gedung pencakar langit, lampu neon yang terang, dan jalan-jalan yang ramai dan stasiun kereta api adalah beberapa hal yang paling cocok untuk menggambarkan Shinjuku. Di tengah kerumunan yang sibuk dan bangunan modern dari kota yang hidup ini, masih terdapat tempat di Shinjuku yang memungkinkan Anda untuk kembali ke masa lampau dan menjelajahi keindahan abadi dan pesona dari Jepang kuno. Periksa empat tempat tersebut di bawah ini!

    1. Omoide Yokocho

    A post shared by Naohiro Yako (@yako_flpr3) on

    Omoide Yokocho adalah sebuah gang kecil dengan sekitar 60 “warung” yang sebagian besar menjual daging tusuk yang dibakar mirip satay, yang terletak di dekat west exit (pintu keluar barat) dari Stasiun Shinjuku. Jalanan ini juga dikenal sebagai Memory Lane–pusat minuman ini memiliki sejarah yang berasal dari akhir 1940-an, selama periode pasca-perang, di mana tempat itu dihancurkan oleh api dan semua toko pada waktu itu tidak selamat dari situasi perang yang memilukan. Selama berlangsungnya perang, di mana tepung untuk membuat mie ramen dan udon kurang tersedia, orang-orang mulai menjual jeroan hewan yang dibakar atau “motsuyaki,” seperti hati dan usus babi untuk mencari nafkah.

    Sampai hari ini, ruang yang sempit dan penuh sesak ini masih menyimpan kenangan tahun-tahun itu karena beberapa kios masih menjual motsuyaki, sementara warung lainnya juga menyajikan yakitori atau ayam tusuk, yakiniku atau daging sapi bakar, ramen, soba, dan sushi.

    Halaman Web Shinjuku Omoide Yokocho (hanya tersedia dalam bahasa Inggris)
    Akses

    2. Museum Samurai

    Anda mungkin berpikir bahwa sangat tidak mungkin melihat museum artefak tua di tengah-tengah distrik hiburan seperti Shinjuku, tetapi ternyata salah satu distrik tersibuk di Tokyo ini memiliki hal ini. Museum ini terletak di distrik Kabukicho, Museum Samurai memamerkan berbagai macam armor, helm atau “kabuto,” pedang, dan pakaian dan senjata lain yang digunakan oleh para pejuang di masa lalu. Pengunjung dapat melihat detail yang rumit dan desain dari armor itu secara langsung karena artefak-artefak tersebut tidak ditutupi oleh kaca pelindung. Namun hati-hati ya, jangan mencoba untuk menyentuh artefak-artefak tersebut karena hal ini dilarang karena ditakutkan akan dapat merusak artefak-artefak yang bernilai ratusan juta tersebut.

    Museum ini juga menawarkan kegiatan untuk melengkapi pengalaman samurai Anda seperti pelajaran kaligrafi samurai dan pertunjukan pertempuran samurai. Para tamu juga dapat berfoto sambil mengenakan satu set lengkap baju zirah samurai. Tur bahasa Inggris juga tersedia untuk lebih memahami sejarah para samurai. Cocok sekali nih buat kalian para penggemar anime Samurai-X seperti saya!

    Halaman Web Museum Samurai (Hanya tersedia dalam bahasa Inggris)
    Akses

    3. Kuil Shinto Hanazono

    A post shared by matt (@supermatt_japan) on

    Kuil Hanazono, atau diterjemahkan sebagai Kuil Taman Bunga telah berdiri sejak abad ke-17. Namun dengan terjadinya Perang Dunia II, Kuil Shinto ini telah dilahap api beberapa kali sampai pada tahap dimana kuil itu benar-benar runtuh dan hancur yang diakibatkan oleh bom dari peperangan tersebut. Pasca perang tersebut terjadi, daerah ini kembali dibangun oleh pemerintah Jepang guna melestarikan nilai-nilai sejarah dan juga menjaga kesucian tanahnya.

    Pemuja datang ke tempat yang tenang ini untuk berdoa bagi pertumbuhan dan kesuksesan bisnis mereka. Dan pada hari Minggu, area tersebut menjadi pasar terbuka untuk barang-barang antik dan barang-barang lainnya.

    Halaman Web Kuil Shinto Hanazono (Terjemahan tersedia)
    Akses

    4. Taman Nasional Shinjuku Gyoen

    A post shared by Echo Jin (@echo_jinxiaoyan) on

    Daerah satu ini mungkin menjadi salah satu tempat yang cukup populer di Shinjuku. Bosan dengan semua jalan-jalan, belanja, dan kehidupan malam? Maka bersantailah dan habiskan waktu yang tenang di Taman Nasional Shinjuku Gyoen. Oasis yang tenang ini dahulunya adalah tempat tinggal Kiyonari Naito, penguasa feodal selama periode Edo berlangsung. Tempat ini kemudian dialihkan pada keluarga kekaisaran dan dibuat menjadi taman imperial pada tahun 1906. Tempat ini menjadi taman nasional setelah Perang Dunia II dan dapat diakses publik sejak saat itu.

    Salah satu yang menarik dari taman ini adalah taman yang bergaya Jepang, yang memberi kita gambaran seperti apa taman tradisional Jepang, terutama selama era Meiji. Taman ini terdiri dari kolam dengan jembatan, rumput dan tanaman yang dipangkas dengan baik, dan paviliun. Tapi, Taman Nasional ini tidak hanya memiliki tanaman-tanaman Jepang, sebagai taman nasional, mereka juga memiliki koleksi tanaman-tanaman dari seluruh dunia yang lengkap, sehingga Anda juga dapat mendapatkan pengetahuan mengenai ilmu botani.

    Halaman Web Taman Nasional Shinjuku Gyoen (tersedia dalam bahasa Inggris)
    Akses

    Shinjuku bukan hanya tentang bisnis, hiburan, dan belanja. Dimana kemajuan, kemewahan, dan pesona terus berkembang di kota ini, Shinjuku masih menjaga bagian kuno di era modern ini. Jadi mengapa tidak mengambil waktu istirahat dan perjalanan ke masa lalu untuk melihat dan mengalami masa lalu Jepang di Shinjuku?