Bekerja di Jepang: Cara Memoles Perilaku Bisnis Anda

  • BUDAYA
  • Bekerja di perusahaan Jepang, terutama di Jepang, bisa menjadi tantangan tidak hanya bagi orang asing tetapi juga bagi warga negara Jepang mengingat di dalam budaya perusahaan Jepang terdapat “etika bisnis” tertentu yang harus dipertimbangkan setiap saat. Karena hal ini, disarankan untuk mendapatkan pengetahuan tentang budaya dan perilaku perusahaan Jepang sebelum memasuki beberapa bulan pertama bekerja.

    Di pasar di luar sana mungkin ada ratusan artikel online, buku cetak, atau video yang membahas masalah ini, tetapi saya mendapati diri saya menikmati belajar perilaku bisnis Jepang dari buku yang satu ini: Perilaku Bisnis (Business Manners / ビジネスマナー) oleh Aibe Hiroko (相部愽子).

    business-manners-aibe-hiroko

    Dokumentasi penulis

    Artikel ini terutama berfokus untuk memberikan panduan bagi mereka (warga negara Jepang atau orang asing) yang baru akan mulai bekerja di perusahaan Jepang, bagi mereka yang tertarik untuk bergabung dengan perusahaan Jepang, dan bagi mereka yang ingin lebih memahami budaya perusahaan Jepang secara umum.

    Kaishain, bekerja di perusahaan Jepang

    “Selamat! Anda telah melewati wawancara terakhir, ini adalah “Naitei” (tawaran tidak resmi) dari kami. “Sekarang apa yang harus saya lakukan sebelum tanggal masuk?”, tanya Anda. Nah, sekarang saatnya untuk mulai belajar perilaku bisnis Jepang sebelum tanggal masuk Anda. Ambil buku ini dan bersiaplah untuk petualangan seru bersama kami.

    Kata-kata tersebut pada dasarnya adalah kata-kata yang saya terima dari manajer H.R. setelah saya menerima Naitei dari perusahaan Jepang tempat saya akan segera bergabung, bersama dengan buku yang akan saya ulas dalam artikel ini.

    Di sini, di Jepang, perusahaan memiliki standar tinggi untuk etiket dan protokol mengenai segala jenis masalah bisnis dari cara menyapa rekan kerja di dalam kantor, berurusan dengan klien dalam rapat atau melalui telepon, kode berpakaian, istilah bisnis, dan bahkan etika selama perkumpulan sosial, dan lain-lain. Secara umum, perusahaan Jepang kerap memaklumi karyawan asing terkait dengan “protokol yang rumit” ini yang dapat disalahartikan sebagai “benturan budaya” atau kurangnya pemahaman terhadap budaya Jepang.

    Namun, jika Anda bertujuan untuk bekerja di sana (di perusahaan Jepang) dalam jangka waktu yang panjang, saya sangat menyarankan untuk mengerahkan seluruh kekuatan Anda dan mulai belajar (atau setidaknya memahami) seluk-beluk perilaku bisnis Jepang. Dengan cara ini, Anda menunjukkan ketertarikan pada etiket perusahaan Anda dan menunjukkan bahwa Anda berintegrasi dengan masyarakat pekerja dan semoga Anda merasakan manfaat dikategorikan sebagai seseorang yang “cakap dan berpengetahuan” dan bukan “manusia gua”.

    Mempelajari perilaku bisnis

    Isi dari buku ini mencakup beragam topik mulai dari tips berpenampilan pribadi yang tepat, interaksi dan peran di dalam perusahaan, hingga pertemuan di luar perusahaan dan perilaku yang tepat untuk situasi tertentu.

    Sejauh ini, setelah 2 minggu membaca buku, saya mendapati diri saya menikmati setiap detail kecil bagaimana informasi ini disajikan: tabel sederhana, diagram, paragraf ringkas, dengan banyak wawasan dan rekomendasi dari sang penulis.

    Buku ini terbagi dalam 7 bagian sebagai berikut:

    1. “Mengedit” Penampilan Pribadi (“Editing” Personal Appearance/身だしなみ編)
    2. Dasar-dasar Seorang Pekerja (Basics of a Salary Man/社会のきほんの”き”)
    3. Kata-kata yang Tepat untuk Korespondensi atau Tulis Menulis yang Tepat (Correct Words for Correct Correspondence/正しい言葉で正しい対応を)
    4. Latihan Interaksi untuk Memberikan Kesan Baik (Course for Interactions that Convey a Good Impression/好印象を与える対応のコツ)
    5. Perlengkapan Bisnis untuk Dikuasai (Business Tools to Master/ビジベスツールを使いこなす)
    6. Nomikai Juga Merupakan Pekerjaan yang Penting (Nomikai is also an Important Job/飲み会も大事な仕事!)
    7. Bersikap Seperti Seorang Pekerja (Behave like a Salary Man/社会人らしいふるまいを)

    Setiap bagian sangat informatif dan mencakup berbagai subtopik terkait dengan topik utama. Misalnya, bagian 2 membahas tata krama kantor yang baik, struktur umum perusahaan dan posisi-jabatan, tips berguna untuk membuat laporan internal dan menyiapkan rapat, sampai interaksi yang tepat dengan klien dan rekan bisnis.

    Pendapat pribadi

    business-manners-book-aibe-hiroko

    Dokumentasi penulis

    Meskipun ini adalah buku bahasa Jepang yang cukup sederhana untuk orang-orang dengan level N3-N2, buku ini mungkin menjadi tantangan bagi mereka yang tidak memiliki keterampilan tersebut.

    Buku ini ditujukan untuk orang Jepang yang akan atau sedang memulai karir profesional, karena itu kontennya bagus untuk orang asing yang ingin menyesuaikan atau memahami budaya kerja Jepang yang unik.

    Saya perlu mengatakan bahwa bahkan setelah tinggal di Jepang selama lima setengah tahun dan memiliki teman sesama pekerja, saya masih belajar dan menerapkan konsep yang berguna dari buku ini untuk pekerjaan saya saat ini. Dan sejujurnya, beberapa hari yang lalu salah seorang rekan kerja Jepang saya (juga pekerja baru seperti saya) ingin meminjam buku ini setelah saya selesai membacanya.

    Kesimpulan

    Jika saya harus menilai buku ini antara 0 untuk “jauh-jauh dari buku ini” sampai 5 untuk “luar biasa, sangat baik”, maka saya akan menilai buku ini dengan angka 4,2.

    Alasannya sederhana:

    • Konten ringkas dan menyenangkan
    • Diagramnya ilustratif
    • Berbagai cakupan topik
    • Wawasan tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan
    • Harga murah (kurang dari 1.300 yen)
    • Isi dapat langsung diterapkan

    Alasan mengapa saya tidak memberikan buku ini nilai 5 adalah karena buku ini tidak ditujukan untuk orang asing dan buku ini tidak menjelaskan lebih lanjut tentang gelar kehormatan di Jepang serta tata bahasa Jepang untuk bisnis.

    Saya harap setelah membaca ulasan ini Anda mempertimbangkan buku ini sebagai pilihan yang wajib dibeli.