Apa itu ‘Telework Day’ dan Bagaimana Ini Bisa Mengurangi Kemacetan Lalu Lintas di Jepang?

  • ACARA
  • SELURUH NEGERI
  • Orang Jepang memiliki gaya kerja yang ketat. Sangat umum bagi karyawan untuk bekerja berjam-jam setiap hari. Dengan banyaknya orang yang berangkat bekerja setiap hari, ini membebani kondisi lalu lintas. Karenanya, sebuah kampanye baru-baru ini dibuat untuk menetapkan 24 Juli setiap tahun menuju 2020 sebagai “Hari Telework (Telework Day/テレワーク・デイ).” Sebagai ganti pergi ke kantor pada hari itu, karyawan akan diizinkan untuk bekerja dari rumah. Tujuannya adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, terutama selama Olimpiade Tokyo (東京) 2020 mendatang.

    Situasi lalu lintas di Jepang

    Jepang memiliki salah satu kondisi lalu lintas terpadat di seluruh dunia, terutama di kota-kotanya. Kondisi lalu lintas sangat buruk sehingga membuat Anda terjebak di jalan dalam jangka waktu yang lama. Ini adalah alasan mengapa banyak orang lebih suka menggunakan kereta daripada mobil atau bus dalam perjalanan mereka untuk bekerja. Kereta api juga bisa macet tetapi sangat bisa diandalkan dan biasanya tepat waktu.

    Ada sejumlah besar orang yang bergegas ke kota seperti Tokyo untuk pergi bekerja dan ini semakin meningkatkan beban lalu lintas. Sebagian besar tempat secara rutin padat terutama pada jam-jam sibuk. Lalu lintas dapat mengintimidasi dan ini menjadi masalah bagi kebanyakan orang.

    Apa itu teleworking?

    woman-teleworking

    Teleworking bukanlah hal baru bagi beberapa perusahaan di seluruh dunia. Ini adalah sesuatu yang memungkinkan karyawan untuk bekerja dari rumah atau dari pusat telework menggunakan alat komunikasi tertentu. Beberapa perusahaan di Jepang telah menggunakan sistem semacam ini, tetapi pemerintah mendesak lebih banyak pengusaha untuk mengikutinya juga. Ini termasuk kantor pribadi dan publik.

    Telework Day

    Kampanye baru ini memperkenalkan tanggal 24 Juli sebagai “Telework Day” karena ini adalah hari resmi pertama Olimpiade Tokyo 2020. Telework day bertujuan untuk memungkinkan karyawan memiliki jenis gaya bekerja yang berbeda, mendorong mereka untuk bekerja dari rumah sampai setidaknya jam 10:30 pagi. Ini juga akan mendorong mereka untuk menggunakan teknologi informasi dalam melakukan pekerjaan mereka.

    Dari tahun 2017, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi menargetkan jumlah total 1.000 perusahaan untuk bergabung dalam kampanye. Ini akan diperluas secara bertahap setiap tahun hingga 2020.

    Pemerintah sedang mencoba untuk memperkenalkan ide teleworking ke perusahaan-perusahaan Jepang dengan harapan meringankan serbuan para penumpang transportasi umum di pagi hari, menyeimbangkan kehidupan para pekerja, dan memperpendek jam kerja mereka yang luar biasa panjang. Namun, saat ini, banyak perusahaan yang enggan mengadopsi sistem teleworking karena mereka khawatir tentang pengawasan staf.

    Selanjutnya, telework day akan membantu melonggarkan sistem kerja di negara ini dan memungkinkan lebih banyak fleksibilitas bagi pekerja. Ini juga akan menarik lebih banyak orang asing yang tertarik mengunjungi negara Jepang karena kemacetan yang akan dialami berkurang. Terakhir, ini adalah persiapan yang bagus untuk Olimpiade Tokyo 2020 mendatang.

    Apa pendapat Anda tentang sistem telework dan kampanye telework day? Menurut Anda apakah ini benar-benar dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di Jepang?

    Halaman Web Telework Day *hanya dalam bahasa Jepang