3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Membaur ke dalam Budaya Kerja Jepang!

  • ETIKA
  • Bekerja di sebuah negara asing untuk pertama kali bisa jadi menakutkan dan menjadi pengalaman yang agak melelahkan. Seringkali sulit untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, dan kemampuan Anda untuk mengatasinya sangat dibatasi oleh pengetahuan Anda mengenai orang-orang dan budaya di sekitar Anda. Berikut merupakan sejumlah wawasan untuk membantu meringankan beban ekspatriat di dalam budaya kerja di Jepang.

    1. Jangan mengganggu privasi orang lain

    Pertama dan terutama, ingatlah bahwa tidak baik menepuk punggung atasan Anda saat mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Keakraban tidak seharusnya ditampakan ‘pada saat pertama kali’ dan umur seseorang serta posisi pada perusahaan harus benar-benar dipertimbangkan sebelum Anda mulai tos dan memberikan sebuah tepukan motivasi pada pantat seseorang.

    Belajarlah untuk menghormati ruang pribadi dan mengatasi berbagai ukuran privasi ini, para direktur dan siapapun yang lebih tua dari Anda mungkin memiliki ruang pribadi yang besar yang mana Anda tidak seharusnya mengganggu. Pelajari dimana Anda berdiri dalam hierarki apapun dan bersikap patuh dan tunduk sesuai dengan posisi.

    2. Jangan menunjukan keunggulan diri

    Cobalah untuk mengingat bahwa pencapaian individu, tidak seperti di budaya Barat, tidak untuk dinyatakan dan diteriakan. Pekerjaan Anda sebagai seorang karyawan adalah memastikan kesuksesan bersama perusahaan. Sementara itu Anda akan diperlakukan dengan sangat hormat karena melakukan sebuah tugas dengan baik, kerendahan hati benar-benar sangat dihargai dan melampaui kemuliaan seseorang. Hal ini juga merupakan hal yang benar di luar perusahaan.

    Mungkin kurangnya ekspresi individu dalam hal pakaian dan gaya rambut pada tempat kerja merupakan bukti usaha seseorang untuk sekedar menyesuaikan diri. Menunjukan keunggulan diri adalah sebuah kegiatan yang memerlukan kemampuan tinggi di Jepang dan harus dilakukan dengan sangat halus.

    3. Jangan curhat di tempat kerja

    Mungkin saran terpenting untuk siapapun yang berharap berkerja di Jepang adalah melupakan penerimaan budaya Anda sendiri mengenai curhat dan melepaskan frustasi mengenai orang lain sepenuhnya. Tentu tidak baik melakukan sesuatu untuk menyingkirkan perasaan yang kuat, mengomel dan mengeluh, untuk menunjukan kemarahan atau ketidaksenangan Anda. Hal ini berlaku secara luas tanpa mempedulikan provokasi yang telah dilakukan.

    Jepang adalah budaya ‘kelompok dalam’, yang berarti bahwa Anda adalah bagian dari lingkaran yang dihormati atau tidak. Jika Anda curhat Anda akan sangat cepat menemukan diri Anda di pinggiran dengan sedikit penjelasan mengenai mengapa. Mengendalikan emosi Anda, tetap lebih baik, menyembunyikan semua dilihat sebagai sebuah sifat laksamana, yang membuat teman dan rekan kerja Anda merasa tidak nyaman karena harus berbagi beban emosi dan frustasi yang bocor.

    Kesimpulan

    Tergantung pada karakter Anda dan kecenderungan Anda untuk melepaskan emosi Anda secara tiba-tiba, saran di atas seharusnya tidak terlalu sulit untuk diikuti. Hal ini bukan hanya sekedar mempelajari keterampilan baru dan sulit, namun juga perkara meninggalkan kebiasaan lama yang diterima dan bahkan didorong ke beberapa budaya lain. Kemarahan dan agresi, arogansi dan ketegasan yang positif mungkin dapat digunakan dan diterima di budaya lain tetapi sangat berbeda dengan budaya bisnis yang mungkin Anda temui di Jepang. Pelajarilah dengan cukup lama, lakukan dengan benar, dan Anda akan benar-benar mengalami transisi yang mulus ke dalam budaya kerja Jepang. Hal itu benar-benar berharga, Anda dapat melakukannya!