Semua yang Perlu Anda Ketahui tentang Makhluk Legendaris Jepang ‘Tengu’

  • BUDAYA
  • TRADISIONAL
  • Kata Jepang “Tengu” berasal dari dua kata, “tian” dan “gou,” yang masing-masing diterjemahkan menjadi “surga” dan “anjing,” sehingga dinamakan “anjing surgawi.” Ditemukan di cerita rakyat Jepang kuno, Tengu dianggap sebagai tipe dewa dalam agama Shinto tetapi kebanyakan hanya dianggap sebagai makhluk supranatural. Mari kita cari tahu lebih banyak tentang makhluk ini!

    Penampilan

    Meskipun mereka disebut sebagai “anjing surgawi,” tengu sebenarnya mengambil bentuk dari burung besar dengan kepala seperti manusia. Mereka dianggap memiliki karakteristik burung seperti memiliki cakar, sayap, dan pada mulanya sebuah paruh. Namun, seiring berjalannya waktu, paruh tersebut akhirnya menjadi seperti hidung panjang dengan panjang yang tidak wajar.

    Orang Cina juga memiliki makhluk seperti tengu, meskipun mereka menganggapnya sesuai penampakannya, yaitu iblis berbentuk anjing.

    Asal muasal

    Di masa lalu, umat Budha menganggap tengu sebagai iblis yang merusak dan pertanda perang. Saat ini, tengu dianggap sebagai roh yang hidup di hutan dan gunung. Mereka dikatakan melindungi hutan dan gunung tempat tinggal mereka.

    Di festival Jepang, biasanya terdapat topeng tengu. Mereka biasanya berwarna merah dengan hidung panjang dan ekspresi wajah yang cemberut.

    Literatur Cina menggambarkan tengu sebagai monster anjing ganas yang terlihat seperti bintang jatuh atau komet dan ketika mereka menyentuh tanah, mereka akan membuat suara keras yang sangat keras mirip dengan petir. Mereka juga diyakini membawa perang ke tanah tempat mereka jatuh. Masih belum dijelaskan bagaimana deskripsi tengu sebagai anjing meteor bergeser menjadi manusia burung.

    Peran tengu dalam perang

    Tengu disebutkan cukup banyak dalam cerita-cerita rakyat Jepang, tetapi bukannya menakutkan, mereka biasanya digambarkan sebagai makhluk yang sangat mudah tertipu dan mudah dibuat bingung oleh manusia.

    Pada abad ke-14, tengu mulai diasosiasikan dengan perang, dan mereka dikatakan memiliki keterampilan hebat dalam seni bertempur. Ini dimulai dengan legenda tentang seorang prajurit terkenal bernama Minamoto no Yoshitsune.

    Ketika Minamoto no Yoshitsune masih seorang bocah lelaki, ayahnya dibunuh oleh klan bernama Taira. Bocah itu kemudian diasingkan dari desa dan dibuang ke sebuah kuil di dekat hutan. Di hutan itu, dia bertemu seorang tengu yang mengajarinya seni pedang sehingga dia bisa membalas dendam.

    Meskipun pada awalnya tindakan tengu dianggap sebagai upaya setan untuk menciptakan kekacauan dan perang, sejak legenda Yoshitsune, gurunya yaitu tengu dipandang sebagai makhluk simpatik dan terhormat. Ada juga mitos yang mengatakan bahwa ninja juga dilatih oleh tengu.

    Tengu banyak direferensikan pada manga, anime, film, dan bahkan video game. Salah satu video game Jepang paling populer, Super Mario Bros 2, memiliki karakter bernama “Tweeter” yang terlihat seperti tengu. Pokémon dan Digimon juga memiliki versi karakter tersendiri yang berhubungan dengan tengu. Dalam manga dan anime One Piece, ada juga karakter bernama “Usopp” yang penampilannya sedikit mirip dengan Tengu. Referensi seperti itu membuktikan bahwa tengu masih lazim dalam budaya Jepang bahkan di zaman modern saat ini.