Pernah Dengar tentang Konsep Makan “Dari Pertanian Menuju Meja Makan” di Jepang?

  • MACAM-MACAM AREA
  • RESTORAN
  • TOKYO
  • Bersamaan dengan berubahnya sikap terhadap keamanan makanan, kesegaran makanan, dan makanan musiman, konsep “Dari pertanian ke meja makan” diadaptasi oleh restoran di berbagai penjuru dunia. Konsep ini memungkinkan restoran-restoran untuk mendapatkan makanan langsung dari produsernya supaya dapat menyajikan makanan lokal yang segar. Konsep ini masih baru di Jepang tapi sudah dapat dirasakan di Tokyo. Dua restoran di ibukota ini menyediakan lebih dari sajian yang trendi. Mari ketahui kebih dekat konsep tren baru “Dari pertanian ke meja makan” atau Farm-to-Table Concept ini.

    Apa itu konsep “Dari pertanian menuju meja makan?”

    Orang-orang yang menerapkan konsep ini menyadari bahwa ketersediaan bahan makanan lokal yang segar mengalami kelangkaan ketika bahan-bahan tersebut perlu dikirim dari lokasi yang jauh. Kebanyakan dari bahan-bahan makanan yang dikirim ini mengalami pemburukan keutuhan nutrisi serta kesegaran rasa. Hal ini sangat memengaruhi pendapat pelanggan terhadap restoran yang bersangkutan dan juga kesehatan mereka. Kebutuhan untuk memiliki pendekatan terhadap locavore, yaitu orang-orang yang hanya makan makanan yang diproduksi secara lokal menjadi sebuah keharusan. Inilah alasan mengapa konsep “Dari Pertanian menuju meja makan” tumbuh sangat cepat. Jumlah restoran yang mengadaptasi konsep ini telah bertambah dalam beberapa tahun belakangan di Jepang, terutama di Tokyo. Beberapa dari restoran itu membangun kontrak dengan para petani supaya dapat langsung mendapatkan produk mereka. Sedangkan restoran yang lain memilih untuk membuka pertanian mereka sendiri supaya mereka dapat menghemat jarak tempuh pengiriman makanan, menyajikan makanan musiman yang segar dan mendukung pertanian lokal. Berikut adalah dua restoran yang menggunakan konsep “Dari pertanian menuju meja makan”.

    1. We Are the Farm

    Ada dua perusahaan di ibukota yang mengusahakan untuk memproduksi bahan-bahan makanan dari pertanian mereka sendiri. Salah satunya adalah We are the Farm. Dua restoran We are the Farm di Tokyo mengutamakan bahan-bahan organik musiman yang segar tanpa penggunaan pestisida untuk menyajikan rasa natural pada makanan. Walaupun restoran ini bukan restoran vegetarian, penekanan restoran ini ada pada sayurannya.

    Restoran ini dipimpin oleh Takuya Terao yang juga sebagai kepala petani. Ia ingin mengubah pemikiran orang-orang yang berpikir bahwa bertani adalah sesuatu yang tidak keren. Ia belajar bertani secara organik selama tujuh tahun dimana ia belajar banyak pengalaman dalam bertani. Restoran miliknya berfokus pada penggunaan seluruh bagian sayuran dari daun hingga tangkai dan bunganya.

    Ada dua cabang, tapi kami akan memperkenalkan salah satunya di sini.
    Halaman Web We Are the Farm *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses We Are the Farm Cabang Ebisu

    2. Noz By T.Y. Farm

    Restoran lain yang menggunakan konsep yang mirip adalah Noz oleh Pertanian T.Y. ini adalah restoran kasual yang menyajikan sajian organik dan bebas gluten dari sayuran musiman yang ditanam secara lokal dan segar. Tempat ini terkenal bagi orang-orang yang sadar kesehatan. Fokus utama restoran ini adalah pada sayuran baratnya seperti kubis, peterseli Italia, ketumbar dan juga sayuran yang diproduksi pada jaman Edo. Mereka secara khusus menarget orang-orang yang peduli terhadap masa depan makanan. Mereka dapat memilih dari menu makan siang dan makan malam yang segar seperti salad gandum dan salad hijau lobak ungu. Anda dapat memasangkan makanan Anda dengan minuman anggur organik atau bir dengan campuran daun kol.

    Halaman Web Noz by T.Y. Farm *tersedia dalam bahasa Inggris
    Akses menuju Noz by T.Y. Farm

    Konsep ini masih merupakan konsep baru di Jepang, namun telah menunjukkan potensial untuk menjadi lebih populer di masa depan. Konsep ini memberi kemungkinan untuk membudidayakan area pertanian di kota. Konsep ini menyediakan cara yang menguntungkan dalam penggunaan organik dan bibit yang diproses dengan penyerbukan terbuka. Dengan cara ini, restoran tidak hanya menyediakan bahan-bahan yang paling segar tapi juga menjadi inspirasi bagi petani masa depan.