Ternyata Orang Jepang Sangat Menyukai Gorengan!

  • MAKANAN
  • SELURUH NEGERI
  • Saya termasuk penulis baru di laman ini. Tetapi, setelah tinggal selama empat setengah tahun di Jepang, saya kira tidak ada salahnya berbagi pengalaman dari sudut pandang generasi ketiga nikkei (keturunan Jepang yang lahir dan dibesarkan di dunia barat). Saya lahir dan tinggal di Kanada. Dengan darah keturunan Jepang-Kanada dari orang tua dan kakek-nenek yang berimigrasi ke Kanada di usia muda, saya banyak diberitahu tentang budaya Jepang. Walaupun begitu, ada banyak hal (terutama tentang makanan) yang membuat saya terkejut ketika saya pergi ke Jepang.

    Gorengan

    fried food cheese

    Dokumentasi Penulis

    Pertama, saya terkejut karena ternyata orang Jepang sangat suka makanan yang digoreng. Setiap restoran, baik itu yang bertema Jepang, Italia, Cina, atau Spanyol, tampaknya mempunyai versi kara-age (gorengan) tersendiri. Pada dasarnya, kara-age adalah ayam goreng yang biasanya menggunakan potongan daging paha berukuran kecil yang diasinkan dan dilapisi dengan katakuriko (tepung kanji) atau adonan bumbu rumahan. Biasanya, cairan pengasam ini terbuat dari soyu atau kecap asin, bawang putih, dan / atau jahe. Tetapi, restoran Italia mungkin akan menggunakan komposisi yang berbeda. Untuk memberi cita rasa Italia, mungkin kara-age akan disajikan dengan tomat atau saus daun basil.

    Kara-age teishoku (Paket gorengan ala Jepang)

    fried food karaage

    Dokumentasi Penulis

    Ketika saya masih kecil, saya tidak pernah mengenal makanan goreng khas Jepang selain tempura. Sekarang, mungkin menu makanan di restoran Jepang yang berada di luar negara Jepang menjadi lebih bervariasi. Tetapi pada saat itu, saya hanya mengenal tempura. Selain itu, memang hanya itu makanan goreng khas Jepang yang dimasak oleh ibu saya.

    Gorengan lain yang banyak dijual di teishoku-ya (restoran cepat saji Jepang) dan kissaten (kedai kopi Jepang) adalah tonkatsu. Tonkatsu adalah stik daging babi yang dicelupkan dalam telur atau adonan, kemudian dibaluri dengan tepung roti lalu digoreng. Tonkatsu biasanya disajikan dengan saus tonkatsu, atau saus miso jika Anda berada di daerah Aichi. Ada pula udang goreng berlapis roti yang mirip dengan tonkatsu, namanya ebi-furai.

    Tonkatsu Tonkatsu (dengan bentuk yang sedikit berbeda dibandingkan versi biasanya )

    fried food tonkatsu

    Dokumentasi Penulis

    Makanan goreng yang wajib disebutkan selanjutnya adalah kroket, yaitu semacam perkedel yang berbentuk bulat atau oval, yang dilapisi tepung roti dan digoreng. Jenis kroket yang paling umum terbuat dari kentang yang dihaluskan dan dicampur dengan berbagai bahan seperti daging cincang, bawang merah atau sayuran lainnya. Ada pula yang namanya kani kurimu kurokke atau kroket krim kepiting. Ketika Anda menggigitnya, saus becamel yang ada di dalamnya meleleh keluar dan rasa kepitingnya akan memenuhi mulut Anda.

    Kroket krim kepiting versi restoran Italia

    fried food croquette

    Dokumentasi Penulis

    Selain yang disebutkan di atas, Anda juga bisa menemukan izakaya (bar Jepang) yang khusus menyajikan semacam sate yang digoreng atau kushikatsu. Izakaya tersebut menyajikan makanan tusuk yang berbeda-beda seperti sayuran, daging, telur, keju yang dibalut dengan tepung panir dan kemudian digoreng. Disana ada saus tradisional yang mana Anda hanya diperbolehkan untuk mencelupkan kushikatsu ke dalamnya sekali saja karena saus yang ada di dalam wadah tersebut juga digunakan oleh pengunjung lain.

    Perasaan saya mengatakan bahwa di Jepang, Anda akan menemukan lebih banyak orang makan makanan goreng dibandingkan di tempat saya dibesarkan, yaitu di Toronto. Di Jepang, semua orang mulai dari anak-anak hingga orang tua, dari pelajar hingga pekerja tampaknya menyukai gorengan.