Kehamilan di Jepang: Perbedaan antara Jepang dan Negara Lain

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Hamil di Jepang menjadi sedikit berbeda dari beberapa negara lain, beberapa orang mungkin menganggap hal ini tidak biasa namun terjadi pada masyarakat Jepang. Berikut merupakan beberapa hal yang berbeda dari negara-negara tetangga Jepang.

    Tanda Kehamilan

    #pregnancybadge #motherandchild #kuting #motherbabylove

    Angelica Carolaさん(@strwbrrycat)がシェアした投稿 –

    Di Jepang, wanita yang melaporkan status kehamilannya akan diberi gantungan kunci atau “tanda kehamilan” setelah dokter mengkonfirmasi kehamilannya. Gantungan kunci ini diberikan kepada semua wanita yang hamil sehingga mereka mendapat prioritas saat mengantri menggunakan kendaraan umum, khususnya selama enam bulan pertama saat perut belum membuncit. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi para wanita hamil di fasilitas-fasilitas publik.

    Vitamin

    Dokter di negara lain menyarankan agar wanita hamil mengonsumsi suplemen yang ada di toko obat, namun di Jepang mungkin mengejutkan karena dokter mendorong wanita hamil untuk mengonsumsi buah, sayur, dan susu sebagai vitamin. Dokter di Jepang percaya wanita hamil bisa mendapat nutrisi alami dari makanan tersebut, meskipun dalam trimester pertama dokter masih menyarankan untuk mengonsumsi asam volat dan juga vitamin.

    Makan Sushi dan Minum Teh

    Di negara lain, wanita hamil disarankan untuk tidak memakan makanan mentah seperti sushi, namun dokter di Jepang mengizinkan wanita hamil untuk memakannya. Sebenarnya, beberapa dokter menganggap hal tersebut sebagai bagian dari nutrisi sebelum melahirkan yang baik. Meskipun demikian, disarankan untuk menghindari konsumsi daging mentah seperti daging ayam, daging babi, dan daging sapi.

    Hal yang sama berlaku pada minuman: di kebanyakan negara, wanita hamil dilarang untuk meminum teh terlalu banyak karena mengandung kafein tinggi. Tetapi di Jepang, minum teh dianggap baik-baik saja.

    Batasan Berat Badan

    Dokter-dokter Jepang sangat ketat dalam hal diet atau menaikkan berat badan selama hamil. Mereka menyarankan wanita hamil untuk menambah berat badan maksimal 7 sampai 12 kilogram selama masa hamil, yang mana akan mempermudah persalinan dan juga menjadi praktik yang baik untuk mendapatkan badan seperti sebelum hamil.

    Pereda Rasa Nyeri Epidural

    Tidak di semua rumah sakit di Jepang menawarkan metode pereda rasa nyeri epidural untuk persalinan normal. Beberapa dokter percaya bahwa sakit selama persalinan akan memperkuat ikatan antara ibu dan anak.

    Hari Istirahat setelah Persalinan

    Bagi wanita yang melahirkan di Jepang, masa istirahat tersebut mungkin terasa membosankan, namun jika diperhatikan prosedur ini sangat efektif. Istirahat yang panjang bukan hanya fokus pada pemulihan tubuh tapi juga untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan wanita.Tergantung situasinya, praktik standar untuk wanita yang melahirkan normal disarankan untuk menginap di rumah sakit selama 5 hari, sedangkan untuk yang menjalani persalinan sesar disarankan selama 7 hari. Tidak seperti di negara lain, ibu yang melahirkan secara normal diberikan 2 hari atau kurang dari itu sedangkan untuk ibu yang menjalani sesar diberikan waktu 2-4 hari jika tadi ada komplikasi. Masa istirahat yang disarankan setelah persalinan di Jepang lebih tinggi dibanding negara lain. Selama masa istirahat tersebut, ada jadwal yang harus dipatuhi oleh para ibu dan beberapa hari digunakan untuk pelatihan dan masukan saran.

    Kesejahteraan ibu sangat penting bagi masyarakat Jepang, itulah kenapa dalam beberapa minggu atau bulan setelah meninggalkan rumah sakit ada perawat umum yang memeriksa ibu dan bayinya. Hal ini juga sebagai cara untuk mengatasi depresi setelah melahirkan jika seorang ibu baru menderitanya.

    Inkubator Gratis dalam Beberapa Kasus

    Di beberapa negara, mengetahui bahwa bayi Anda lahir prematur atau kekurangan berat badan bagaimanpun juga akan menghancurkan hati begitu juga kantong. Biaya inkubator dalam sehari bisa mencapai dua juta rupiah atau tergantung pada rumah sakit. Yang perlu Anda bayar adalah popok dan susu bayi.

    Rawat Inap dan Kunjungan

    Pada mulanya, beberapa orang mungkin menganggap hal ini tidak biasa dan sulit, tapi jika dilihat lebih dekat hal ini lebih mudah untuk dilakukan. Selama dirawat di rumah sakit, para ibu fokus pada bayinya dan jika mereka membutuhkan bantuan, perawat rumah sakit lebih dari senang untuk membantu mereka.Di negara lain, rumah sakit memperbolehkan pasangan atau saudara pasien untuk tinggal di rumah sakit selama dirawat, namun di Jepang hanya ibu dan bayinya yang diperbolehkan tinggal di rumah sakit sebelum dan setelah persalinan.