10 Festival Jepang Paling Aneh yang Perlu Anda Nantikan di Tahun 2019

  • BUDAYA
  • MACAM-MACAM AREA
  • SELURUH NEGERI
  • SOSIAL
  • TRADISIONAL
  • Karena festival Jepang biasa terkadang terlalu dibesar-besarkan dan mungkin membosankan untuk dilakukan berulang kali saat ke Jepang, ada baiknya turis mengetahui festival-festival unik lainnya yang ada di Jepang. Untungnya, budaya Jepang yang inovatif dan unik tidaklah mengenal batas! Orang Jepang selalu menemukan alasan untuk merayakan hal-hal yang seringkali disepelekan oleh masyarakat Barat dengan suatu festival, atau lebih dikenal dengan matsuri di Jepang. Inilah daftar beberapa festival paling keren dan paling unik yang dapat Anda nantikan di tahun 2019!

    1. Festival Sumo Menangis (Naki Sumo Matsuri)

    Kapan: 27 April 2019, pukul 10:00 AM — 5:00 PM
    ※Mohon perhatikan bahwa tanggal acara diperkirakan dapat berubah. Halaman ini akan diperbarui setelah penyelenggara mengonfirmasi penjadwalan.
    Dimana: Kuil Senso-ji, Asakusa, Tokyo (juga diadakan di daerah lain)

    Tidak, mereka tidak memaksa bayi bertarung dengan gaya sumo (setidaknya tidak secara harfiah); bayi-bayi berkelahi dengan menangis! Bayi yang menangis paling cepat, paling keras, dan paling lama menang!

    Tradisi berusia 400 tahun ini terinspirasi oleh ungkapan “naku ko wa sodatsu,” yang berarti “bayi yang menangis tumbuh.” Diyakini bahwa bayi yang banyak menangis akan tumbuh sehat dan bahagia. Beberapa juga percaya bahwa tangisan keras dari bayi membawa kemakmuran dan menakuti roh jahat.

    Kontes Crying Sumo terdiri dari dua pegulat sumo yang saling berhadapan dalam cincin gulat sumo, masing-masing menggendong bayi yang belum berumur satu tahun, dan melakukan yang terbaik untuk membuat bayi yang ditugaskan menangis. Mereka membuat suara keras, mengenakan topeng menakutkan, dan membuat wajah aneh guna membujuk si bayi untuk menangis. Kompetisi ini dinilai oleh wasit sumo dan memiliki biaya pendaftaran untuk pesumo kurang lebih 15.000 yen (termasuk jimat dan hadiah kecil), yang menunjukkan bahwa orang Jepang menganggap serius acara ini.

    Festival Sumo Menangis Asakusa (Terjemahan langsung tersedia)
    Akses

    2. Festival Nabe Kanmuri

    A post shared by Cnt! (@china2rist) on

    Kapan: 3 Mei 2019 (3 Mei setiap tahunnya)
    Dimana: Kuil Chikuma, Maibara, Shiga

    Festival “mengenakan panci” yang diadakan setiap 3 Mei oleh Kuil Chikuma di Prefektur Shiga ini merupakan prosesi yang dilaksanakan di sepanjang pantai Danau Biwa. Festival ini menampilkan gadis 8 tahun dalam pakaian Heian merah dan hijau, mengenakan nabe kanmuri atau panci helm berbahan dasar kertas. Festival ini melambangkan persembahan makanan oleh warga (oleh karenanya digunakan panci) kepada para dewa dengan harapan keberuntungan dari dewa-dewa.

    Ada juga kepercayaan yang lumayan terkenal bahwa panci merupakan simbol kemurnian wanita muda. Menurut legenda, mengenakan panci adalah praktik umum bagi para wanita dahulu kala untuk beribadah di kuil mengenakan jumlah panci yang sama di kepala mereka dengan jumlah pria yang memiliki hubungan dengan mereka. Sebuah sajak dari salah satu puisi dalam The Tales of Ise dari periode Heian (794 hingga 1185) dengan jelas menggambarkannya: “Saya berharap festival Chikuma di Omi akan segera tiba, sehingga saya bisa melihat jumlah panci di kepala wanita yang tidak punya hati.” Karena itu, Festival Nabe Kanmuri dianggap sebagai salah satu festival tertua di Jepang dan aset budaya tak berwujud dari Kota Maibara.

    Situs Resmi Festival Nabe Kanmuri (Hanya dalam bahasa Jepang)
    Akses

    3. Festival Asakusa Sanja

    Kapan: 17 – 19 Mei 2019
    Dimana: Asakusa, Tokyo

    Diadakan di daerah pinggiran yang bersejarah di Asakusa, acara ini, yang menghormati tiga pendiri Kuil Senso-ji, adalah salah satu festival terbesar dan terliar di Tokyo. Festival ini menampilkan salah satu parade mikoshi (kuil portabel) terbesar di negara ini dan pertunjukan oleh geisha, pengrajin, aktor, dan seniman.

    Hal yang membuat festival ini cukup liar dan tidak seperti festival lainnya adalah partisipasi dari anggota yakuza bertato (mafia) yang setahun sekali secara terbuka menunjukkan kekuatan mereka dan menjadi satu dengan masyarakat umum dengan melepaskan jubah dan menunjukkan tato di seluruh tubuh mereka untuk ambil bagian dalam prosesi festival.

    Situs Resmi Festival Asakusa Sanja
    Akses

    4. Festival Sumo Solo (Hitori Sumo Matsuri)

    Kapan: 18 Juni 2019
    Dimana: Kuil Oyamazumi, Omishima, Ehime

    Setiap tahun pada tanggal 5 Mei dari kalender cina di Kuil Oyamazumi di pulau Omishima, pertempuran dahsyat terjadi dengan pertaruhan nasib panen di tahun tersebut. Anda dapat menyaksikan seorang pegulat sumo yang berdiri di cincin gulat sumo dan bertahan dalam pertarungan sengit dengan udara, atau apa yang mereka anggap sebagai dewa tanaman padi. Diyakini bahwa jika dewa menang, panen akan berlimpah tahun itu. Untungnya setiap tahun, dewa menang dengan 2 kemenangan dan 1 kekalahan.

    Situs Resmi Kuil Oyamazumi
    Akses

    5. Festival Pusar (Hokkai Heso Matsuri)

    Kapan: 28 – 29 Juli 2019
    Dimana: Furano, Hokkaido

    Sebuah festival yang sangat lucu!

    Mengambil gagasan sebagai pusat dan ‘pusar’ dari Hokaido, Kota Furano telah menciptakan festival unik di tahun 1969 yang mengubah pusar (heso dalam bahasa Jepang) menjadi seni perut yang lucu. Dengan menggunakan cat, kostum khusus, dan juga alat peraga, penari mewarnai dada dan perut mereka menjadi wajah dan perut serta pusar mereka sebagai mulut. Mereka kemudian bersaing dengan bergoyang menggunakan perut mereka secara energik, cukup untuk membuat para penari perut di Timur Tengah untuk hati-hati terhadap pemasukan mereka.

    Situs Resmi Festival Pusar
    Akses

    6. Festival Bon Sunyi (Muon Bon Odori)

    Kapan: awal Agustus
    Dimana: Otamachi, Tokai, Aichi

    Dari gambar di atas, mungkin festival ini terlihat seperti festival biasa; namun, perlu Anda perhatikan bahwa orang-orang yang menari dalam foto tersebut menari tanpa diiringi musik. Apa yang sedang terjadi? Ini adalah festival ‘sunyi’ dan setiap orang yang hadir sebenarnya berada di pesta meriah di dalam ponsel mereka sendiri.

    Festival Bon pertama kali menjadi sunyi pada tahun 2009, sebagai hasil dari keluhan beberapa penduduk setempat yang marah karena mereka tidak bisa tidur akibat bisingnya suara dari festival. Sehingga para pejabat kota harus bertindak secara kreatif dan menjadikan festival bon tersebut sunyi.

    Sekarang, orang-orang muda dan tua menari bersama untuk musik tradisional Jepang yang ditransmisikan oleh pemancar FM ke earphone nirkabel yang didistribusikan kepada para peserta festival.

    Jika Anda berada di Aichi sekitar bulan Agustus, bergabunglah dalam tarian yang agak ‘nyeleneh’ ini!

    Situs Resmi Pariwisata Kota Tokai
    Akses

    7. Festival Shukatsu

    Kapan: September atau Desember
    Dimana: Plaza Industrial Kota Ota, Tokyo

    Meskipun kematian adalah topik yang dihindari oleh kebanyakan orang, festival Shukatsu di Tokyo mengingatkan para peserta tentang ketidakpastiannya dan pada dasarnya mengajarkan mereka tentang cara mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan benar.

    Berasal dari gagasan “Kazoku ni meiwaku kaketakunaindesu”, yang secara kasar diterjemahkan menjadi: Saya tidak ingin menyebabkan kerepotan di keluarga saya, festival ini ditujukan kepada orang-orang yang ingin memutuskan dan merencanakan banyak hal selagi mereka masih hidup. Selama festival yang berlangsung dua hari penuh ini, peserta festival dapat mendengarkan pelajaran agama Buddha dan ceramah tentang persiapan psikologis, berbaring di peti mati, mempelajari apa yang harus dilakukan dengan barang-barang mereka, dan menuliskan surat wasiat terakhir dan juga instruksi kepada keluarga dan teman. Mereka juga bisa mencicipi produk rias dan opsi rambut dari vendor-vendor yang menjajakan berbagai macam layanan terkait kematian. Anda juga dapat mencoba nail art juga, lho!

    Akses

    8. Festival Paantu

    Kapan: awal Oktober
    Dimana: Miyakojima, Okinawa

    Paantu adalah festival berusia berabad-abad yang dirayakan di pulau Miyakojima, Okinawa tiga kali setahun, dengan acara utama pada bulan Oktober atau November, untuk membersihkan pulau dan menangkal nasib buruk di masyarakat. Laki-laki berpakaian “paantu” – roh-roh jahat yang menutupi kepala hingga kaki dengan lumpur dan dedaunan – berlarian di sekitar pulau mengejar anak-anak dan orang dewasa dan melemparkan lumpur ke arah mereka. Dikatakan bahwa mereka yang tersentuh oleh seorang paantu akan memiliki nasib baik untuk tahun yang akan datang.

    Tidak masalah siapa Anda, apakah Anda seorang lokal atau turis, jika rumah Anda baru, atau mobil Anda baru saja dicuci – semuanya pasti akan tertutup lumpur.

    Situs Resmi Kota Miyakojima (Hanya tersedia dalam bahasa Jepang)
    Akses

    9. Festival Tertawa (Warai Matsuri/Nyu Matsuri)

    Kapan: 13 Oktober 2019 (jatuh di Hari Minggu sebelum Hari Kesehatan dan Olahraga Nasional Jepang setiap tahunnya)
    Dimana: Kuil Nyu, Hidakagawa, Wakayama

    Festival Tertawa, atau juga dikenal sebagai Festival Warai dan Nyu, yang disenggalarakan setiap tahunnya oleh Kuil Nyu, merupakan kegiatan budaya dari prefektur dengan lebih dari 200 tahun sejarah. Festival ini diselenggarakan untuk membawa keberuntungan melalui tawa dan keceriaan.

    Terdapat sebuah legenda yang mengatakan bahwa dewa setempat yang dikenal dengan Niutsuhime-no-mikoto hadir terlambat untuk pertemuan yang dihadiri oleh dewa-dewi di seluruh negeri. Dewa-dewi lain kemudian menertawakannya, sehingga dewi tersebutpun malu dan mengurung dirinya di Kuil Nyu sambil berduka. Dengan niatan ingin menghibur, penduduk desa kemudian berkumpul di luar kuil dan tertawa bersama sampai sang dewi keluar. Tawa mereka berhasil memulihkan kegemberiaan dewi tersebut dan lahirlah festival ini untuk merayakan kegembiraan itu.

    Seseorang (biasanya pemimpin festival) berpakaian seperti badut memimpin mikoshi, para penari, dan peserta lainnya ke kuil; semua berteriak “warae, warae” (tertawa, tertawa) di sepanjang jalan. Begitu mereka tiba di kuil, mereka semua tertawa terbahak-bahak di depan altar.

    Situs Resmi Festival Tertawa
    Akses

    10. Festival Kutukan (Akutai Matsuri)

    Kapan: minggu terakhir Desember dan pertama Januari di beberapa daerah
    Dimana: Kuil Saishoji, Ashikaga, Tochigi (juga diselenggarakan di daerah lain seperti di Kuil Asago, Ibaraki)

    Sekali setiap tahunnya, pengunjung kuil-kuil di Jepang didorong untuk menangguhkan rasa hormat mereka pada sebuah malam kutukan. Di festival kutukan ini, atau dikenal juga dengan festival kata-kata kasar dan juga festival gaduh, ratusan penyembah melakukan perjalanan ke kuil di gunung selama hampir satu jam, meneriaki 13 imam yang berpakaian seperti goblin bermuka merah yang dikenal dengan tengu, dan mencoba mencuri persembahan mereka, yang dianggap membawa keberuntungan.

    Festival ini dimulai lebih dari dua abad yang lalu, selama periode Edo, sebagai cara untuk membiarkan pekerja pabrik yang bekerja terlalu keras mengeluarkan unek-unek mereka.

    Situs Resmi Festival Kutukan (Hanya dalam bahasa Jepang)
    Akses

    Jika Anda adalah seorang jiwa petualang yang mencari sesuatu yang unik, silakan terbang ke Jepang dan ambil bagian dari beberapa festival diatas ini. Mereka tebtunya akan memberi Anda pengalaman yang tidak akan pernah Anda lupakan. Jika tidak ada yang terjadi selama perjalanan Anda, cari yang lain – pasti ada setidaknya satu yang dilaksanakan di dekat Anda!