Mengapa toilet orang Jepang sangat kecil dan sempit? Mengapa parkir dan penyewaan tempat tinggal di Jepang sangat mahal? Beginilah Cara Orang Jepang Menghemat Ruangan!

  • SOSIAL
  • Mengapa Orang Jepang menempatkan mesin cuci di balkon mereka? Mengapa toilet orang Jepang sangat kecil dan sempit? Mengapa dapur orang Jepang hanya memiliki dua bagian? Mengapa parkir dan persewaan tempat tinggal di Jepang sangat mahal?

    Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali menjadi pertanyaan yang diajukan orang-orang yang pertama kali tinggal di Jepang. Simak artikel berikut untuk mengetahui alasan-alasan mengapa space di Jepang sangatlah minimalis, dan orang Jepang terkesan sangat menghemat ruangan yang ada.

    Ini semua berkaitan tentang konsep ruang, space. Jepang adalah negara yang besar, tapi hanya 30% dari daerahnya yang bisa ditempati, sisanya adalah dataran yang tidak rata dan juga pegunungan. Dengan kondisinya yang seperti ini, tentu cara pandang mereka terhadap konsep ruang di zaman dahulu kala sangat terfokus untuk menghemat ruang yang mereka miliki. Hal ini terus dibawa ke masyarakat di generasi sekarang, dan oleh karena itu, konsep ruang di Japang menjadi hal yang sangat diperhatikan hingga kini.

    Bagaimana cara mereka menghemat ruangan?

    Lalu, bagaimana cara menghemat ruangan? Menempatkan mesin cuci Anda di atas balkon adalah salah satu caranya. Kebanyakan apartemen murah dan rumah yang cukup tua mempunyai pipa dan kran di atas balkon. Di dalam apartemen tersebut, walaupun Anda ingin menempatkan mesin cuci Anda di dalam, tidak ada tempat yang muat untuk menampungnya. Lalu, jika Anda bertanya-tanya bagaimana jika terjadi hujan dan terkena cuaca yang lain: biasanya mesin cuci tersebut akan tahan dengan segala kondisi cuaca.

    Hal yang sama juga berlaku untuk toilet Jepang: untuk menghemat ruang, ketika bangunan sedang dikonstruksi, ruangan yang paling kecil akan dijadikan toilet. Akan sangat sayang jika ruangan toilet diperluas, walaupun nantinya lutut Anda akan menyentuh dinding atau bahkan pintu tioletnya.

    Begitu juga dengan daput: kebanyakan dapur orang Jepang hanya memiliki dua bagian saja dan ini juga berlaku di rumah yang lebih besar. Tapi, keluarga di Jepang bisa mencari jalan untuk berhadapan dengan keadaan yang seperti ini. Mereka bisa memasak beberapa makanan secara bersamaan atau setidaknya menyiapkan lauk-pauk yang harus disajikan dalam keadaan panas.

    Dan tebakan Anda mungkin benar! Tempat di luar rumah juga terbatas bahkan tidak ada lahan parkir gratis di kota-kota besar. Maka dari itu, persewaan tempat tinggal di Jepang menjadi sangat mahal jika dibandingkan dengan negara lain. Dan lagi lagi, ini semua karena ruang yang terbatas!

    Biaya Parkir yang Mahal

    Karena ruangan yang terbatas bahkan untuk kebutuhan primer seperti rumah, kebutuhan lain yang lebih sekunder seperti kendaraan pribadi, dan juga tempat parkir untuk kendaraan menjadi hal yang sangat berharga bagi masyarakat Jepang. Saking berharganya, bahkan Anda mungkin akan menemukan garasi di rumah orang Jepang yang bertingkat! Mereka sangat memanfaatkan ruang yang terbatas untuk memarkir mobil mereka, sampai kepada tahap menumpuk mobil mereka di lahan seluas 5×2,5m.

    Karena lahan yang semakin sedikit, tentunya harga yang ditawarkan untuk menggunakan lahan parkir ini juga dihagai dengan sangat tinggi. Jika Anda memarkir mobil Anda di tempat parkir umum di jalan raya, biayanya bisa mencapai 100-300 yen per 15 menit. Lalu, jika Anda menggunakan lahan yang dikhususkan untuk tempat parkir (biasa ditemukan di pemukiman), biayanya bisa mencapai 400 ribu rupiah (3600¥) per harinya! Jadi, wajar jika di Jepang, terdapat peraturan bahwa jika Anda ingin memiliki mobil, maka terlebih dahulu Anda harus memiliki lahan parkirnya terlebih dahulu.