Biaya ‘Pajak’ Kebiasaan Jepang: Apa Itu Nomikai dan Mengapa Anda perlu Membayar saat Upacara Pernikahan?

  • BUDAYA
  • TRADISIONAL
  • Di Jepang, tip bukanlah sebuah keharusan atau kebiasaan yang harus diberikan setiap waktu. Akan tetapi, terdapat beberapa kesempatan dimana Anda diharapkan memberikan sejumlah uang sebagai bagian dari kebiasaan dan tradisi masyarakat Jepang. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang beberapa kesempatan tersebut, ketika pemberian uang diperlukan sebagai bentuk rasa terima kasih atau menunjukkan simpati terhadap sesuatu atau seseorang.

    Tradisi-tradisi ini adalah bagian dari budaya Jepang dan merupakan hal yang lumrah bagi mereka, jadi jika Anda berada di Jepang untuk waktu yang lama, lebih baik mengetahui terlebih dahulu apa yang harus Anda lakukan dalam kasus-kasus seperti itu.

    1. Pernikahan dan pemakaman

    6eef22860c9ac5162b525852a41f273a_m

    Selayaknya di Indonesia, pernikahan dan pemakaman adalah beberapa kasus di mana Anda perlu memberikan uang jika Anda datang ke dua upacara tersebut. Pada kedua upacara, orang biasanya membawa yen Jepang, terlampir dalam amplop khusus (祝 儀 袋 / Shugi-bukuro) dan menyerahkannya ketika tiba di resepsi. Untuk pernikahan, amplop tersebut disebut dengan Go-shugi (ご 祝 儀), sebagai hadiah dalam bentuk uang, yang diberikan untuk memberi selamat kepada pengantin wanita dan pria. Mungkin serupa dengan kotak angpao pernikahan yang sering kita temui di pernikahan di Indonesia.

    Untuk pemakaman, amplop berisi uang tersebut disebut Gokoden (ご 香 典). Pemberian uang akan menjadi tanda belasungkawa untuk menunjukkan simpati terdalam Anda kepada almarhum dan keluarga yang ditinggal. Juga serupa dengan kasus di Indonesia, dimana di beberapa budaya terdapat tradisi memberikan amplop berisi uang ke dalam suatu wadah (sebagai contohnya, baskom berisi sedikit beras dalam adat Betawi).

    Hal yang berbeda dari kasus di Indonesia adalah terdapat kisaran tertentu atas jumlah uang yang ‘pantas’ Anda berikan. Tidak seperti di Indonesia dimana jumlahnya tidak ditentukan, jumlah uang yang Anda berikan tergantung pada hubungan Anda dengan orang yang bersangkutan.

    Jika Anda tidak yakin dengan jumlahnya, jangan takut untuk bertanya kepada peserta yang hadir atau teman-teman Jepang Anda berapa jumlah uang yang pantas sebelum sebelum hari upacara dimulai. Amplop khusus untuk upacara ini biasanya tersedia di toko-toko atau supermarket. Biasanya, amplop dengan pita merah-putih diberikan untuk pernikahan, dan hitam-putih untuk pemakaman.

    Selain itu, mengenai pernikahan di Jepang, para tamu undangan juga terkadang membeli kartu hadiah untuk pengantin baru. Hadiah dapat berupa makanan, sake atau peralatan makan, dan pengantin baru dapat menentukan pilihan dari katalog yang tersedia dan memilih sesuatu yang lebih berguna bagi mereka.

    2. Donasi ketika Anda berdoa

    40c08a96710344b040200674aae3a272_m

    Osaisen (お 賽 銭) adalah sumbangan yang Anda berikan ketika berdoa di kuil. Namun, tidak seperti pernikahan atau pemakaman, jumlah sumbangan sepenuhnya terserah Anda, dan sumbangan tersebut langsung masuk ke dalam kotak Osaisen. Kebiasaan ini sebenarnya sudah dimulai sejak orang Jepang biasa mempersembahkan hasil pertanian kepada Dewa ketika mereka berdoa.

    Sudah diketahui secara umum bahwa memberikan lima yen Jepang, go-en (5 円) dalam bahasa Jepang, membawa keberuntungan kepada Anda. Hal ini dikarenakan go-en yang ditulis dengan kanji yang berbeda (ご 縁)juga memiliki arti “peluang bagus”. Tetapi dibanding jumlah uang yang Anda berikan, hal terpenting yang harus Anda miliki saat berdonasi adalah tujuan Anda berdonasi dan juga sikap Anda.

    3. Dalam Pesta Minum (飲み会/Nomikai)

    Orang Jepang juga memiliki kebiasaan unik ketika membayar tagihan di “nomikai” (pesta minum) dengan kolega Anda. Secara umum, terdapat 3 cara lazim untuk melakukan ini. Pertama, terdapat “ogori” (お ご り) ketika biasanya bos atau orang dengan status tertinggi dalam grup mentraktir semua orang dan membayar seluruh tagihan. Cara kedua adalah ketika seseorang secara sukarela membayar tagihan untuk perayaan-perayaan tertentu (sebagai contohnya, kenaikan jabatan, atau perpisahan ke tempat lain). Metode terakhir dan mungkin yang paling populer dari ketiganya adalah dengan membagi tagihan di antara kelompok. Ini tidak terlalu memakan waktu dan lebih praktis karena Anda semua harus membayar jumlah yang sama terlepas dari apa yang Anda pesan.

    Kami harapkan sekarang Anda memiliki gagasan tentang beberapa kebiasaan Jepang terkait uang yang paling umum, Anda tidak akan merasa benar-benar bingung ketika Anda berada di Jepang.

    Featured image: jp.fotolia.com/