Pemandangan Permai bak Adegan dalam Film Ghibli di Semenanjung Noto

  • ISHIKAWA
  • KANAZAWA
  • LAIN LAIN
  • Di Jepang, semua orang seakan berjalan begitu cepat. Pandangan tersebut lazim dimiliki oleh banyak masyarakat asing yang baru datang ke Jepang. Sebagai salah satu negara dengan kemajuan yang pesat, banyak orang lebih mengenal Jepang dengan situasi hiruk pikuknya, dimana semua orang beraktivitas dalam ritme super cepat, seperti ditemukan di banyak kota metropolitan & megapolitan Jepang.

    Namun, banyak yang tidak mengetahui bahwa kehidupan orang Jepang tidak sepenuhnya seperti itu. Terdapat beberapa daerah di Jepang dimana masyarakatnya cenderung lebih santai, dimana waktu seakan berjalan lebih lambat dari biasanya–bahkan daun pun seakan bergerak dengan lebih santai! Saya berkesempatan untuk menikmati kehidupan tersebut selama beberapa hari di Semenanjung Noto, Prefektur Ishikawa (石川県, Ishikawa-ken). Sebuah kawasan tentram yang menawarkan pemandangan bak lokasi di film-film Ghibli. Pengalaman menyenangkan bagi Anda yang berniat ‘kabur’ sejenak dari hiruk pikuk kota besar, yang akan saya bagi melalui artikel ini.

    Kehidupan yang Lebih Lambat di Semenanjung Noto

    Semenanjung Noto merupakan bentangan sejauh 100km di wilayah utara Prefektur Ishikawa, satu jam perjalanan menggunakan pesawat terbang dari bandara internasional Haneda di Tokyo. Semenanjung ini terkenal atas keindahan alamnya yang menakjubkan dan masih sangat alami, tanpa banyak campur tangan dari manusia. Hal ini disebabkan karena kecilnya populasi di Semenenajung Noto dibanding ibukota Prefektur Ishikawa, dengan hanya beberapa kota kecil seperti Kota Wajima, Suzu, dan juga Nanao.

    Kehidupan penduduk di kota-kota ini masih diwarnai oleh mata pencaharian tradisional. Sebagian besar penduduk masih bekerja sebagai nelayan, dan juga petani dengan sistem tani dan praktek memancing yang masih tradisional. Tradisi ini terus dipertahankan penduduk di Semenanjung Noto, hingga pada tahun 2011, wilayah ini telah ditetapkan sebagai Sistem Warisan Pertanian yang Penting Secara Global (Globally Important Agricultural Heritage Systems) oleh FAO. Tentunya, mata pencaharian dari penduduk turut mendorong mereka untuk menjaga keindahan alam di wilayah ini, sehingga wilayah ini masih dipenuhi oleh alam yang sangat indah!

    Pengalaman saya selama beberapa hari di Semenanjung Noto benar-benar memikat saya. Tanpa disadari, wilayah ini banyak mengingatkan saya pada Ubud di Bali, dimana semuanya terlihat sangat tenteram. Di pagi hari, Anda masih dapat mendengar kicauan burung, suara angin di sore hari, dan juga suasana sejuk pedesaan. Tinggal disini selama beberapa hari membuat saya lebih mengapreasiasi kehidupan yang berjalan lebih lambat, dan keindahan alam yang disajikan oleh bumi pertiwi.

    Pemandangan bak di Film-film Ghibli

    Seperti saya sebutkan sebelumnya, hal lainnya yang sangat memikat dari Semenanjung Noto tentunya adalah pemandangan wilayah ini yang sangat indah. Semenanjung Noto memiliki berbagai atraksi wisata alam yang sangat menakjubkan–mulai dari pantai yang belum terjamah, hutan dan bukit yang sejuk, sampai ke ladang tani hijau yang terhempas luas–semuanya dimiliki oleh Semenanjung Noto. Satu hal yang saya tangkap dari pemandangan di Semenanjung Noto adalah pemandangan disini mengingatkan saya kepada pemandangan di film-film Ghibli, terutama dengan kisah-kisahnya yang berkaitan dengan alam.

    Jika Anda pernah menonton Ponyo, desa-desa nelayan di Kota Nanao layaknya keluar dari adegan di film tersebut. Satu hal yang sungguh mengesankan dari komunitas nelayan di banyak desa nelayan di Semenanjung Peninsula adalah mereka terus merestorasi praktik memancing tradisional yang telah diturunkan secara turun temurun. Dalam kunjungan saya selama beberapa hari disana, saya melihat secara langsung salah satu praktik memancing tradisional tersebut yang dikenal dengan Bora Machi Yagura. Selain itu, komunitas nelayan di Kota Nanao juga masih menjaga tradisi penyelam wanita atau Ama, yang menyelam tanpa menggunakan alat bantu sama sekali! Semuanya demi meminimalisir dampak lingkungan terhadap alam.

    Dokumentasi penulis

    Baca juga: Top 20 Film Animasi Jepang Sepanjang Masa yang Wajib Anda Tonton

     

    View this post on Instagram

     

    The Satoyama of Noto. 🍂🍃🍂🍃🍂🍃

    A post shared by Hatif Saputra (@ha.tif) on

    Di sisi lain, pemandangan di Semenanjung Noto juga seakan menjadi inspirasi film Ghibli lainnya, khususnya film-film yang berkisah tentang alam seperti Princess Mononoke dan juga Howl’s Moving Castle. Masih terdapat hehijauan yang menyejukkan mata. Arsitektur interior dan eksterior dari bangunan juga sarat akan bangunan tradisional Jepang, yang menjadi kombinasi cantik dengan tanaman-tanaman hijau yang dibiarkan tumbuh di sekitarnya. Suasana pedesaan dengan landscape alami yang masih kental sangat terasa di banyak desa di Semenanjung Noto, yang tentunya akan membuat Anda sangat rileks dan dapat kabur sejenak dari hiruk pikuk ibukota.

    Kegiatan di Semenanjung Noto

     

    View this post on Instagram

     

    あぜのキラメキ 能登の名所「白米千枚田」 秋に稲が刈り取られ、春の田おこし迄の冬の期間のイルミネーション。 ペットボトルを改良した太陽電池のecoなイルミネーションは~ 日中が曇りや雨だった日の夜は消灯が早いです😶 ecoならではの、ご愛嬌😅 Illumination of Senmaida. Senmaida (A Thousand Rice Paddies in Shiroyone) is the rice terraces located in Shiroyone town, Wajima City of Ishikawa Prefecture. The scenery of 1,004 small rice paddies on steep slopes along the seaside is splendid, and thus famous among the many other rice terraces in Japan. #石川 #能登 #白米千枚田 #千枚田 #ishikawa #noto #nightview #illumination #japan #senmaida #jp_gallary #team_jp_ #japan_photo_now #japan_insta #japan_of_insta #instaglamjapan #loves_nippon #beautifuljapan #nikon_photography_ #写真好きな人と繋がりたい #ig_japan #ig_nippon #ptk_japan #nikonartists #nikon #art_of_japan_ #ファインダー越しの私の世界 #写真撮っている人と繋がりたい #visitjapan #histrip_japan

    A post shared by Tom’s Photo Factory (@tomsandosu) on

    Salah satu tempat paling populer yang memikat banyak wisatawan adalah atraksi iluminasi ladang padi Senmaida. Dalam bahasa Jepang, wilayah ini dikenal dengan Shiroyone Senmaida, yang secara harfiah memiliki arti Seribu Ladang Padi di Senmaida. Seperti namanya, ladang padi yang berada di Kota Wajima ini diisi oleh pemandangan 1004 sawah kecil di sepanjang pantai Semenanjung Noto yang langsung menghadap Laut Jepang. Di siang hari, ladang sawah ini menyajikan pemandangan kontras yang indah dari padi hijau dengan latar belakang laut dan langit yang biru, menjadikannya tempat ideal untuk fotografi lanskap. Di malam hari, ladang padi dihiasi oleh atraksi iluminasi yang berubah warna setiap beberapa menit sekali, yang juga sama menakjubkannya! Setiap musimnya, mereka juga menyajikan warna yang berbeda-beda dan tak kalah indah. Tak heran jika persawahan ini masuk ke dalam 100 Rice Terraces terbaik di Jepang.

    Selain wisata alam yang tentunya sangat menawan, atraksi wisata lainnya yang saya coba tentunya adalah wisata kuliner. Hal yang menjadi daya tarik dari wilayah ini adalah sisi tradisional yang ditampilkan dalam sajian mereka. Saya berkesempatan mengunjungi beberapa restoran terkenal yang berada di wilayah ini, seperti contohnya di restoran Satoyama Marugoto Hotel di Kota Wajima, dan Mother’s Cafe di distrik Anamizu. Kedua restoran menyajikan santapan tradisional Jepang, namun satu hal yang berbeda adalah mereka adalah bahan-bahan lokal yang mereka gunakan. Semuanya berasal dari hasil petani dan nelayan lokal yang ada disana! Tak hanya makanannya yang sangat lezat dengan cita rasa lokal nan segar, resto di Semenanjung Noto juga memberikan rasa hangat dan warga sekita yang langsung melayani Anda.

    Selain kedua hal-hal tersebut, terdapat banyak atraksi wisata lainnya yang dapat Anda nikmati di Semenanjung Noto! Setiap musimmnya, mereka memiliki festival yang berbeda-beda, dan juga terdapat beberapa kuil yang dapat Anda kunjungi jika Anda ingin berwisata religi. Namun menurut pendapat pribadi saya, keindahan alam dari Semenanjung Noto dan juga kehangatan warga lokal yang membuat Anda lebih mengapresiasi kehidupan adalah daya tarik utama wilayah ini yang sulit Anda dapatkan di tempat lain!

    Menuju Ke Sana

    Semenanjung Noto dapat ditempuh dengan kereta dari Kanazawa, ibukota Prefektur Ishikawa dan juga pesawat terbang. Terdapat dua penerbangan langsung dari Haneda di Tokyo ke Noto setiap harinya. Meskipun tersedia bis umum dari bandara Noto, namun sangat disarankan untuk menyewa mobil dari outlet penyewaan mobil resmi yang tersedia di bandara. Dengan menyewa mobil pribadi, Anda dapat menjelejahi seluruh atraksi wisata yang berada di Semenanjung Noto dengan lebih leluasa.

    Jika Anda menggunakan kereta api, Anda dapat menggunakan Hokuriku Shinkansen dari Tokyo, dan turun di Kanazawa. Setelah itu sambung dengan jalur JR Nanao dengan kereta expres menuju Wakura Onsen. Jalur ini juga termasuk dalam layanan JR Pass.

    Situs Resmi Pariwisata Noto (Dalam bahasa Inggris)

    Lokasi Kota Wajima dan Semenanjung Noto