Lembah Boneka: Desa Hantu di Jepang

  • TRADISIONAL
  • Dengan angka kelahiran yang rendah dan populasi yang semakin menua, akibat dari populasi yang menyusut seringkali dirasakan lebih buruk di luar kota-kota besar. Di tempat-tempat di mana akses terhadap dokter dan atraksi hiburan sangat terbatas, tidak mengherankan bahwa tempat-tempat terpencil seperti kota Nagoro di Pulau Shikoku, Jepang, memiliki jumlah warga yang menurun secara drastis juga.

     

    View this post on Instagram

     

    人形村名頃 / NAGORO VILLAGE OF DOLLS

    Walter / ウォルターさん(@waltersim)がシェアした投稿 –

    Pesona wisata kota-kota besar sudah jelas: pusat perbelanjaan di mana-mana, toko serba ada yang mudah ditemukan, dan yang paling penting, akses terhadap lowongan pekerjaan ataupun pendidikan yang lebih mudah. Secara singkat, banyak hal yang ‘lebih’ dibanding kehidupan di pedesaan. Salah satu alasan utama mengapa hal ini terjadi adalah tingkat urbanisasi yang tinggi di kalangan generasi muda, sehingga desa-desa yang terabaikan tumbuh semakin kecil setiap harinya.

    Lebih dari satu dekade yang lalu, seorang wanita Jepang kembali ke rumahnya di kota Nagoro. Meninggalnya warga yang terus berlanjut secara kebetulan memunculkan ide di benaknya untuk menggantikan orang yang telah meninggalkan kota dengan boneka. Ketika membuat orang-orangan sawah untuk benihnya yang gagal tumbuh, dia menjadi terampil dalam membuat boneka seukuran manusia. Boneka pertamanya dibuat menyerupai ayahnya. Dia terus membuat boneka untuk menggantikan mereka yang telah meninggalkan desa atau mati.

    Mereka dapat ditemukan menunggu di halte bus, duduk di sekolah seakan  bersemangat menunggu pelajaran mereka dimulai, atau bahkan di seberang jalan untuk menarik pengunjung dan membuat desa yang sepi itu ‘sedikit’ lebih hidup dan ramai.

    Jika Anda tidak memiliki kesempatan untuk datang ke Pulau Shikoku untuk mengunjungi Nagoro dan lebih dari 350 boneka yang dimilikinya, Anda dapat melihatnya di Google Street View.

    Indah namun menyedihkan pada saat yang sama, kota Nagoro dan “warga”nya saat ini adalah pengingat kuat akan kematian dan bagaimana kita harus menghargai kehidupan dan dunia tempat kita hidup.

    Fritz Schumann, seorang jurnalis visual dari Jerman, membuat film dokumenter yang luar biasa tentang fenomena di Kota Nagoro ini,  yang dapat Anda tonton di sini:

    Valley of Dolls oleh  Fritz Schumann di Vimeo.

    *Featured Image: jp.fotolia.com/