Hidupkan Kembali Masa Lalu dengan Mengunjungi 4 Tempat Bersejarah Ini di Wilayah Kansai

  • KYOTO
  • NARA
  • TRADISIONAL
  • Salah satu dari banyak hal yang menarik wisatawan ke Jepang adalah sejarahnya yang kaya dan masih dipelihara hingga zaman modern saat ini. Banyak orang tertarik mengunjungi kota-kota bersejarah Jepang untuk merasakan seperti apa kehidupan di negara ini di zaman dahulu kala. Atap jerami, kastil, kuil,  dan penginapan samurai semuanya menarik banyak perhatian dari wisatawan lokal, maupun internasional. Artikel berikut akan memaparkan daftar kota bersejarah paling dikunjungi di Kansai (関 西). Wilayah Kansai Jepang meliputi pusat kota Osaka (大阪), Kyoto (京都), dan Kobe (神 戸), dan prefektur Mie (三重 県), Hyogo (兵 庫 県), Shiga (滋 賀 県), Wakayama ( 和 歌 山 県), Kyoto (京都 府), Osaka dan Nara (奈良 県).

    1. Okage Yokocho (おかげ横丁) di Kota Ise (伊勢市), Prefektur Mie

     

    View this post on Instagram

     

    #長スパ#おかげ横丁#三重 🍡 #데이리#일상#여행#일본#like#daily#travel#view

    Wakanaさん(@hezou1101)がシェアした投稿 –

    Okage“, ketika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, memiliki arti “syukur” dan “yokocho” dapat diterjemahkan sebagai “jalan samping”. Oleh karena itu, “okage yokocho” secara harfiah berarti “jalan samping untuk syukur”. Okage Yokocho berada di Kota Ise, yang terkena akan Ise ingu (伊 勢 神宮), rumah dewi matahari Amaterasu (天 照 大 神). Kuil ini dipercaya telah didirikan lebih dari 2.000 tahun yang lalu dan ditetapkan sebagai Kuil Agung Jepang. Kuil ini awalnya didirikan oleh putri Kaisar Suinin (垂 仁 天皇), Yamatohime-no-mikoto (倭 姫 命).

    Selama periode Edo (江 戸 時代), daerah ini sangat populer di kalangan peziarah. Ada yang mengatakan bahwa 1 dari setiap 6 orang Jepang selama periode ini melakukan ziarah ke Ise Jingu. Ziarah sebelumnya tidak semudah sekarang (dengan transportasi modern dan akomodasi yang berlimpah), sehingga para peziarah sering kelelahan dan lapar saat sampai ke Kota Ise. Menanggapi hal ini, orang-orang Ise akan menyambut semua peziarah, sehingga dibentuklah Okage Yokocho.

    Berjajar dengan bangunan-bangunan dari era Edo dan Meiji (明治 時代), Okage Yokocho benar-benar menjadi sebuah kota bersejarah yang masih memegang tradisi kesyukuran dari jaman dulu. Meskipun beberapa bangunan telah dipindahkan ke lokasi baru atau dibangun kembali, Anda masih dapat merasakan nuansa bersejarah Jepang. Jika Anda mengunjungi Ise Jingu atau menemukan diri Anda di daerah Ise, Okage Yokocho adalah tempat yang sangat baik untuk dikunjungi. Di sini, Anda dapat mencoba makanan lokal dan tradisional Jepang yang disiapkan dengan nikmat, dan bayangkan diri Anda kembali ke sejarah.

    Website Resmi Okage Yokocho (dalam Bahasa Inggris)

    Akses

    2. Philosopher’s Walk (哲学の道) di Kota Kyoto

    Kyoto pernah menjadi ibu kota Jepang selama hampir 1.000 tahun dari tahun 794, dan kota ini mengambil model dari ibu kota Chang’an di Cina. Kota ini dibangun dengan pola jalan seperti grid, terletak di lembah di antara pegunungan. Kyoto beruntung masih dapat melestarikan monumen dan bangunan bersejarah sehingga sering dianggap sebagai pusat budaya dan sejarah dari Jepang. Salah satu yang paling dikenal adalah daerah di antara Ginkaku-ji (銀 閣 寺) dan Nanzen-ji (南禅寺), sebuah kanal yang indah, dipagari dengan pohon sakura yang ditanam dengan strategis. Salah satu profesor filsafat Universitas Kyoto (京都 大学), Nishida Kitaro (西 田 幾多 郎), dipercaya telah menggunakan jalur ini untuk meditasi hariannya. Beliau menggunakan jalur ini untuk melakukan pencarian jiwa, dan filosofi hidup, sehingga tempat ini kemudian dikenal dengan sebutan Philosopher’s Path.

    Selama musim semi dan musim gugur, jalur ini benar-benar menakjubkan dengan mekarnya bunga dan daun musim gugur yang berwarna kemerahan. Pada tanggal 16 Agustus setiap tahunnya, Philosopher’s Walk menawarkan tempat melihat bunga yang bagus di sebelah air pendingin kanal untuk menyaksikan Gozan no Okuribi (五 山 の 送 り 火) atau Daimonji (大 文字) yang merupakan puncak dari Festival Obon (お 盆). Pada hari ini, lima api unggun raksasa dinyalakan di bukit-bukit sekitar Kyoto untuk menandakan ketika roh-roh almarhum kembali ke dunia roh.

    Musim panas juga merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi tempat ini, tepatnya di malam hari saat kunang-kunang menari di atas kanal, menerangi malam yang khidmat di Philosopher’s Walk. Jika Anda tidak berkunjung pada waktu-waktu tertentu di tahun ini, jangan khawatir karena jalan kaki ini juga dapat membawa Anda pada tur keliling Kyoto tua untuk mengunjungi sejumlah kuil. Salah satu kuil ini adalah Kuil Honen-in (法 然 院) yang menurut beberapa orang merupakan kuil paling indah di seluruh Kyoto. Kuil ini sangat indah selama musim semi ketika Camelia mekar dan di musim gugur ketika pohon Momiji (紅葉) memerah. Di sini, di bawah cabang-cabang pohon Momiji yang menjangkau, Anda benar-benar dapat merasakan seolah-olah Anda kembali ke zaman yang sudah lama berlalu.

    Info Philosopher’s Walk
    Akses

    3. Kuil Kiyomizu-dera (清水寺) di Kota Kyoto

    Kiyomizu-dera adalah kuil yang cukup terkenal di Kota Kyoto karena bangunan utamanya yang menakjubkan, seakan melayang di atas pepohonan di atas panggung kayu. Banyak orang mungkin akrab dengan kuil ini terutama dari foto selama musim bunga sakura atau daun Momiji di musim gugur. Hal lainnya yang membuat destinasi ini menakjubkan sebenarnya bukan pemandangannya saja, tapi perjalanan menuju kesananya juga.

    Ditemukan pada tahun 778, bangunan Kiyomizu-dera yang sekarang dibangun pada tahun 1633 di bawah perintah Tokugawa Iemitsu (徳 川 家 光). Populer di masanya, banyak toko dan rumah teh bermunculan di sepanjang rute berbukit untuk sampai ke kuil. Semua toko ini berdiri hingga hari ini dan benar-benar indah untuk dipandang ketika naik untuk melihat kompleks kuil. Di sepanjang setiap sisi jalan, Anda akan melihat banyak makanan dan barang tradisional Jepang. Sisakan waktu ekstra saat berkunjung sehingga Anda dapat menghabiskan waktu berbelanja di sepanjang jalan. Toko-toko menampilkan barang-barang seperti gelas dan botol sake tradisional, kimono, hiasan rambut tradisional, dan bahkan barang-barang Studio Ghibli (ス タ ジ オ ジ ブ リ).

    Situs Resmi Kuil Kiyomizu-dera
    Akses

    4. Kuragari-toge (暗峠) di Kota Ikoma (生駒市), Prefektur Nara

    Nara pernah menjadi ibu kota Jepang dari tahun 710 dan 794 yang dikenal sebagai periode Nara (奈良 時代) dari sejarah Jepang. Prefektur Nara, memiliki lebih banyak situs Warisan Dunia UNESCO daripada prefektur lain di Jepang, sehingga wilayah ini menjadi hotspot untuk menikmatiw wisata Jepang yang bersejarah. Banyak dari Situs Warisan Dunia ini adalah bagian penting dari sejarah Jepang, terutama kuil dan tempat pemujaan. Hal ini juga menjadikan Nara sebagai tujuan para peziarah di seluruh Jepang.

    Kuragari-toge adalah salah satu rute ziarah untuk mencapai Ise Jingu dan juga menawarkan jalur untuk mencapai Osaka dari Kota Nara. Selama periode Edo, Kuragari-toge dipagari dengan rumah teh dan akomodasi dalam bentuk penginapan tradisional. Saat ini, jalan ini sering digunakan oleh pejalan kaki dan wisatawan. Jalan ini sendiri panjangnya sekitar 4 km dan memiliki banyak halte menarik seperti Kuil Sekibutsu-ji (石 仏 寺) dan monumen untuk Manyou-Shu (万 葉 集). Rute ini juga kurang dikenal dibandingkan dengan situs ziarah terkenal lainnya di Jepang sehingga Anda dapat sering mengunjungi tanpa keramaian yang cukup merepotkan sebagaimana banyak tujuan populer di seluruh negeri.

    Informasi Kuragari-toge

    Akses

    Di mana pun Anda berada di Kansai, Anda tidak jauh dari nilai-nilai tradisional Jepang dan sejarahnya. Luangkan waktu seharian dan hiduplah seperti orang-orang di zaman Edo, berziarah, minum teh hijau di rumah teh, atau biarkan pikiran Anda berkelana dan rasakan pengalaman bersejarah Jepang di zaman dahulu kala.