Konsep Minimalisme pada Rumah di Jepang. Apakah Kita Bisa Menerapkannya?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Tata ruang yang minimalis menjadi populer di Jepang akhir-akhir ini. Walaupun minimalisme dapat kita jumpai di berbagai rumah di mancanegara, rumah orang Jepang yang diinsipirasi oleh konsep Zen cukup berbeda dengan yang lainnya. Dengan adanya keterbatasan ruang yang selalu menjadi masalah di Jepang, tidak jarang orang tinggal di tempat yang sempit. Oleh karena itu, beberapa orang mengambil langkah ekstrim, hidup dengan hanya barang benar-benar seperlunya saja.

    Konsep Minimalisme

    Minimalisme berdasar dari estetika Jepang yang mengikuti aturan bahwa tidak akan ada yang menarik perhatian jika kamu memiliki terlalu banyak barang. Dengan berkurangnya keruwetan karena terlalu banyak barang, maka akan memberikan makna lebih dalam hidup dan kesempatan – kesempatan baru akan muncul. Banyak orang Jepang senang menghabiskan waktunya sendirian setelah melewati harinya yang sibuk. Di saat inilah mereka dapat berpikir dan menemukan tujuan hidup mereka.

    Perilaku seperti ini dipengaruhi banyak oleh aliran Zen dari Budha yang menekankan pada konsentrasi melalui meditasi. Salah satu contoh perilaku ini adalah ketika membungkukkan kepala dengan jeda beberapa saat lalu tegak kembali adalah untuk menunjukkan rasa hormat yang tertinggi. Contoh lainnya adalah membatasi ruangan dari segala benda yang akan memberikan ruang untuk mendapat batin yang tenang agar pikiran dapat bereksplorasi dengan baik.

    Penerapan Minimalisme

    minimal-japanese-room

    Penerapan dari minimalisme menyebar di Jepang seiring dengan banyak orang yang telah mengubah gaya hidupnya. Beberapa dari mereka adalah kolektor berat benda – benda tertentu namun telah berhenti dari hobinya. Beberapa yang lain bahkan memberikan koleksinya untuk dijual atau memberikannya pada sahabat atau kerabat untuk mengurangi keruwetan di rumah mereka. Dengan hanya membeli barang yang dibutuhkan, maka waktu belanja akan berkurang dan bisa menambah waktu untuk bersama keluarga dan teman. Hal ini juga dapat memberikan kesempatan untuk dapat mencoba hobi baru atau terlibat dengan kegiatan yang bermakna. Tujuan utamanya bukan hanya untuk membuang atau mengurangi barang, tetapi juga untuk menimbang lagi penting tidaknya suatu barang yang dimiliki. Beberapa orang yang minimalis juga mengatakan bahwa kalau hanya mempunyai sedikit barang akan dapat menyelamatkanmu selamat dari bahaya gempa yang biasanya sering terjadi.

    Metode ‘Konmari’

    Jika Anda membutuhkan saran untuk mengurangi keruwetan barang dirumah, Anda dapat mengecek buku Marie Kondo yang tersedia di seluruh dunia dan sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Marie Kondo adalah seorang ahli dalam mengurangi keruwetan barang dan konsultan pengatur tata ruang dari Jepang. Klik disini untuk halaman webnya. (hanya dalam Bahasa Inggris dan Jepang).

    Metode yang dilakukan oleh Marie Kondo, atau dikenal dengan Konmari ini memiliki beberapa prinsip dasar. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Merapikan berdasarkan kategori barang;
    2. Lipat baju yang Anda miliki, jangan menggantungnya;
    3. Hanya simpan barang yang membuat Anda senang;
    4. Pisahkan barang yang menjadi kenangan (memory), atau hanya untuk Anda kenang (memento):
    5. dan yang terakhir, manfaatkan barang yang sudah tidak terpakai untuk fungsi lainnya.

    Penerapan minimalis ini semakin berkembang dan membuat hanya hal-hal penting saja yang muncul dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat memberikan wawasan tentang alam yang sesungguhnya dan memberikan gaya hidup yang lebih bebas dari beban. Apakah Anda sudah termasuk dalam grup dengan gaya hidup minimalis? Atau Anda puas dengan hidup banyak dikelilingi oleh barang Anda? Sebagai permulaan, mulailah menanamkan pikiran bahwa membenahi barang Anda sama dengan membuat perubahan kecil yang berarti untuk masa depan!