Lebih dari 70,000 orang dirawat di rumah sakit dan 138 orang meninggal: Apa yang terjadi dengan musim panas Jepang di tahun 2018? Bagaimana prediksinya untuk tahun 2019?

  • SELURUH NEGERI
  • SOSIAL
  • Uncategorized
  • Musim panas di Jepang terkenal buruk karena suhunya yang terlampau panas dan juga lembab, bahkan bagi orang Indonesia yang terbiasa dengan cuaca panas sepanjang tahun. Oleh karenanya, para wisatawan dari mancanegara, seperti juga dari Indonesia, harus dengan cermat mempertimbangkan musim panas Jepang sebelum keburu membeli tiket pesawat ke Jepang. Berikut merupakan beberapa alasan yang harus dipertimbangkan wisatawan asing sebelum berangkat ke Jepang di musim panas:

    Perjuangan tahunan

    Untuk mereka yang tinggal di Jepang, musim panas bahkan menjadi momok tahunan. Bayangkan, setiap harinya selama rush hour, Anda harus berdesak-desakan di dalam kereta untuk mencapai kereta, dengan pakaian kerja lengkap, dan harus menghadapi teriknya matahari musim panas. Dengan alasan ini, wajar jika banyak masyarakat Jepang sangat enggan untuk beraktivitas di musim panas, apalagi dengan pakaian lengkap. Rasanya seperti dipanggang!

    Pengalaman bekerja mengenakan busana lengkap di musim panas Jepang bisa menjadi pengalaman yang benar-benar menjengkelkan. Anda bisa lihat sendiri kalau berkesempatan mengalami musim panas di sini. Pergilah ke distrik-distrik bisnis seperti di Marunouchi, ataupun Ginza, dan lihatlah para pekerja kantoran semuanya berbasah kuyup dari ujung kaki sampai ujung kepala.

    Perubahan iklim

    Sebagai akibat dari dampak perubahan iklim, musim panas di Jepang juga mulai berubah. Musim gugur dan musim semi menjadi lebih pendek, musim dingin lebih hangat, dan musim panas menjadi lebih panjang. Itulah sebabnya banyak yang bingung ketika mereka mendengar bahwa Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 akan berlangsung di musim panas (sebagai catatan, Olimpiade 1964 bisa berlangsung di bulan Oktober yang jauh lebih sejuk). Yang lebih membingungkan, Olimpiade 2020 akan berlangsung pada bulan Agustus, puncak-puncaknya musim panas di Jepang dengan panas yang sangat menyengat.

    Di tahun 2018 lalu, gelombang panas yang melanda kawasan Timur Laut Asia membawa malapetaka di kepulauan Jepang, yang di tahun yang sama terkena dampak banjir. Gelombang panas di tahun lalu dimulai pada 9 Juli, dan berlangsung hingga 26 Agustus. Dalam sejarah Jepang itu sendiri, ini adalah gelombang panas yang luar biasa panjang, berlangsung hampir 2 bulan lamanya. Dikarenakan gelombang panas ini, di tahun 2018 sebanyak 138 orang telah meninggal, dan 71.266 orang harus dirawat di rumah sakit.

    Sekarang di tahun 2019, bahkan puncak-puncaknya musim panas belum dimulai, namun gelombang panas sudah menelan korban jiwa. Berita terakhir di penghujung Mei 2019 menyebutkan bahwa setidaknya gelombang panas di Hokaido telah menelan korban jiwa sebanyak 2 orang dan juga ratusan orang yang terpaksa dirawat di rumah sakit.Hal ini disebabkan karena suhu di salah satu kota di Hokaido telah mencapai 39,5 derajat celcius, mengalahkan rekor sebelumnya di tahun 2014 lalu. Harap diingat bahwa Hokaido merupakan daerah paling utara dari Kepulauan Jepang, sehingga biasanya cuacanya cendereng lebih sejuk dibanding daerah lainnya.

    Apa yang akan terjadi kemudian?

    Dengan belajar dari sejarah, Anda mungkin sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan musim panas tahun ini di Jepang. Tahun 2019 sendiri telah terbukti merupakan salah satu tahun terhangat di Jepang (dengan berdasar musim-musim sebelumnya). Hal ini dapat ditunjukkan dengan melesetnya waktu mekar bunga sakura dari prediksi waktu yang ditentukan, dan mencairnya salju dalam waktu yang lebih cepat. Ditambah dengan kasus kematian akibat gelombang panas yang telah dimulai bahkan sebelum bulan Mei telah usai, dan rekor suhu tertinggi di Hokaido, terdapat kemungkinan besar bahwa di tahun ini puncak musim panas akan menjadi jauh, jauh lebih panas dari sebelumnya.

    Kesimpulan

    Oleh karena itu, jika Anda sudah terlanjur membeli tiket ke Jepang untuk berlibur saat musim panas, persiapkanlah diri Anda dengan baik! Terdapat beragam cara untuk tetap menikmati Jepang meskipun dengan musim panas yang sangat menyengat. Anda bisa menggunakan barang-barang khusus yang disediakan untuk menghadapi musim panas, yang bisa dibeli di Konbini, ataupun merencanakan liburan Anda ke pantai-pantai di Jepang untuk tetap menikmati musim panas.