Peluang Kerja bagi 70,000 Tenaga Kerja Asing dari Indonesia untuk ke Jepang! — Bagaimana dan Apa Saja yang Harus Dipersiapkan untuk Melamar Kerja di Jepang?

  • KERJA
  • TATA CARA
  • TINGGAL DAN KERJA
  • Pada bulan April 2019 lalu, Jepang secara resmi membuka peluang lapangan pekerjaan bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan total sebanyak 345,150 tenaga kerja, termasuk Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja usia produktif yang kian menurun di Jepang, dan Indonesia merupakan salah satu dari lima negara utama untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja ini.

    Menindaklanjuti hal ini, di akhir bulan lalu, tepatnya pada tanggal 25 Juni 2019, telah dilakukan pertemuan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang guna membahas hal ini. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri beserta jajaran, dan juga Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii di Ruang Tridharman Kemnaker, Jakarta.

     

    View this post on Instagram

     

    📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕 Pada tgl 25 Juni lalu, Menteri Tenaga Kerja Bapak Hanif Dhakiri dan Saya, menandatangani Memorandum Kerja Sama (MOC) mengenai “Pekerja Berketerampilan Spesifik” dengan Status Residensi dan MOC Program Pelatihan Praktek Kerja Teknis. Di bawah sistem ini, saya berharap banyak warga negara Indonesia dapat semangat bekerja di Jepang. Lebih lanjut saya pun mengharapkan kerja sama ini berkontribusi membantu isu prioritas pemerintah Indonesia seperti pendidikan tenaga kerja atau perluasan kesempatan kerja. 25日、新たな在留資格「特定技能」に関する覚書にハニフ・ダキリ労働大臣と共に署名しました。 この制度のもと、多くのインドネシア人の方々が日本で活躍されることを期待しています。 また、インドネシアの優先的課題である人材育成や雇用の拡大にも貢献することを願います。 📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕🖋📕 #dubesjepang #dutabesarjepang #dubesishii#jakarta#indonesia#ジャカルタ#インドネシア

    A post shared by Ambassador Ishii Masafumi (@jpnambsindonesia) on

    Pertemuan tersebut menjadi babak baru dari kerjasama Jepang dengan Indonesia dalam bidang tenaga kerja. Pasalnya, seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Tenaga Kerja RI, sebelumnya Jepang cenderung tertutup untuk membuka peluang kerja bagi TKA. Namun demikian, mengingat permasalahan populasi yang kini dialami oleh negeri ‘matahari terbit’ ini, pembukaan TKA menjadi salah satu langkah yang dipilih untuk menangani permasalahan populasi yang kian memburuk di Jepang. Dengan keputusan yang dihasilkan oleh pertemuan tersebut, kedua pemerintah dapat memperoleh manfaat dan keuntungan bersama–bagi Jepang, mereka dapat mengatasi permalasahan populasi, dan Indonesia, tentunya membuka lapangan pekerjaan bagi WNI. Lalu, bagaimana keputusan dari pertemuan tersebut?

    Sebelum memulai, gabung di Grup Facebook kami untuk mendapatkan informasi mengenai lowngan kerja part-time dan juga full-time di Jepang! Informasi lowongan kerja akan di perbaharui setiap harinya!

    Memorandum Kerja Sama: Pekerja Berketerampilan Spesifik 

    Pertemuan pada hari Selasa tersebut menghasilkan dua keputusan: Memorandum of Cooperation (MoC) dan juga Memorandum of Understanding (MoU) tentang ‘Kerangka Dasar untuk Pengoperasian yang Tepat dari Sistem terkait Sumber Daya Manusia (SDM) Asing dengan Status Residensi untuk ‘Pekerja Berketerampilan Spesifik’. Lalu, apa signifikansinya dari memorandum kerjasama berikut?

    job economy

    Telah terdapat upaya berkelanjutan untuk meningkatkan layanan terhadap TKAIsu-isu seperti pemantauan kondisi kerja dan sesuainya hak TKA dengan kontrak juga menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan ini. Hal ini disebabkan banyakanya kasus hilangnya peserta pelatihan upah yang tidak kunjung dibayar oleh perusahaan, dan juga rendahnya upah yang tidak sesuai dengan kontrak di awal. Bahkan, ada juga langkah-langkah yang diusulkan untuk mencegah ‘pertukaran pelajar’, yang sebenarnya bertujuan untuk bekerja. Terdapat rekomendasi dalam pertemuan tersebut, di mana bagi banyak universitas dengan banyak siswa asing yang lokasinya tidak diketahui, tidak boleh diakreditasi dan hibah penelitian swasta harus dikurangi. Tempat tinggal ilegal dan pekerjaan ilegal setelah berakhirnya visa pelajar bagi para pelajar juga akan dicegah dan ditegakkan dengan lebih ketat.

    Seperti dijelaskan sebelumnya, Jepang telah membuka peluang kerja bagi TKI dengan status visa baru, yaitu Specified Skilled Worker (SSW), yang berjumlah total 345,150 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, pemerintah Indonesia menargetkan sebesar 20% tenaga kerja untuk berasal dari Indonesia, mengingat Indonesia merupakan salah satu lima negara prioritas Jepang. Sehingga, diharapkan pada lima tahun ke depan, Indonesia dapat mengisi sejumlah 70,000 TKA yang dibutuhkan Jepang.

    Baca juga: Langkah-langkah Terbaru Mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA) di Jepang Tahun 2019

    Adapun sektor-sektor yang dibutuhkan dari Specified Skilled Worker tersebut antara lain:

    1. Care Worker (Perawat);
    2. Building Cleaning Management;
    3. Machine Parts and Tooling Industries;
    4. Industrial Machinery Industry
    5. Electric and Electronics, and Information Industries;
    6. Construction Industries;
    7. Shipbuilding and Ship Machinery Industry;
    8. Automobile Repair and Maintenance
    9. Aviation Industry
    10. Accommodation Industry
    11. Agriculture
    12. Fishery and Aquaculture
    13. Manufacture of Food and Beverages
    14. Food Service Industry.

    Untuk memenuhi target jumlah TKA tersebut, seperti dilansir dari situs Kementerian Tenaga Kerja Indonesia, prioritas utama akan diberikan kepada pemuda-pemudi Indonesia yang sedang mengikuti program pemagangan di Jepang. Selain itu, kebijakan sebelumnya dimana pemagang Indonesia hanya boleh bekerja selama tiga tahun akan diperpanjang menjadi lima tahun. Prioritas kedua akan diberikan kepada para pemagang yang sudah kembali ke Indonesia, dan terakhir dibuka kepada pemagang baru yang baru akan mendaftar.

    Lebih lanjut, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Ishii Masafumi berharap dapat menarik minat banyak Warga Negara Indonesia untuk dapat semangat bekerja di Jepang. Tak hanya itu, sepert ditulis dalam laman Instagram-nya, ia juga berharap dapat membantu pemerintah Indonesia dalam isu perluasan tenaga kerja.

    Apakah Anda tertarik untuk mendaftar?