Bekerja di Perusahaan Pornografi Jepang: Pengalaman Karyawan Wanita di Perusahaan Industri Film Dewasa

  • SOSIAL
  • Pornografi di Jepang merupakan salah satu industri hiburan terbesar dari negeri sakura ini. Bisnis ini kini berharga senilai 20 triliun USD atau setara dengan 279 triliun rupiah, dengan produksi sebanyak 5000 judul film setiap tahunnya atau setara dengan 14 film setiap harinya. Bisnis ini begitu besar, hingga bekerja di industri pornografi di Jepang tidak terdengar terlalu tabu lagi bagi masyarakat Jepang.

    Namun, sebagai seseorang yang berasal dari negara yang mengusung nilai-nilai ketimuran seperti Indonesia, mungkin bekerja di perusahaan industri pornografi Jepang masih terdengar aneh. Harap diperhatikan, bahwa bekerja di industri pornografi Jepang bukan melulu menjadi artis film porno, terdapat beberapa posisi lainnya selayakny pekerjaan kantoran lainnya. Tetap saja, akan banyak pertanyaan yang mungkin muncul di benak kita. Apakah pekerjaan ini halal? Apa saja yang dikerjakan karyawan-karyawannya? Bisakah para karyawan pria melihat gambar yang merangsang setiap hari? Bagaimana dengan sebaliknya? Mengapa mereka memilik pekerjaan ini? Dan begitu banyak pertanyaan lainnya. Mari simak percakapan kami dengan karyawan wanita yang bekerja di salah satu perusahaan film dewasa terkenal di Jepang, SOD!

    Perusahaan Film Dewasa SOD

     

    Lihat posting ini di Instagram

     

    Wakatsuki Miina (asli Wakatsuki Mizuna) (@ wakatsuki_cmore) senilai Toru secara Haven di Posting

    SOD yang merupakan akronim dari Soft On Demand adalah salah satu perusahaan film dewasa terbesar di Jepang. Tema film dewasa mereka cukup kreatif, seperti misalnya tema ‘waktu yang berhenti’ dan juga seri cermin ajaib. Selain produk film dewasa, perusahaan ini juga memproduksi beberapa program promosi pencegahan infeksi menular seksual (STOP STD), dan juga alat-alat bantu seksual. Beragam jenis jasa selain produksi film menjadi bukti bahwa perusahaan film dewasa di Jepang tidak melulu terfokus kepada profit melalui produksi filmnya, namun juga tanggung jawabnya terhadap masyarakat akan dampak-dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari film dewasa tersebut.

    Interview dengan Karyawan Wanita di SOD

    Beberapa waktu lalu kami berkesempatan mengunjungi kantor SOD dan bercakap dengan salah satu karyawan di perusahaan ini. Nyonya Taguchi telah bergabung dengan perusahaan ini selama lebih dari 13 tahun. Sebelumnya, Nyonya Taguchi mengambil jurusan film di Universitas Waseda, dan secara tidak sengaja masuk ke dalam perusahaan ini. Pada awalnya, ia ditugaskan untuk bekerja di departemen marketing, lalu kemudian dipindahkan ke departemen online marketing untuk menangani situs web video dewasa yang berorintasi pada perempuan, dengan judul: ‘GIRL’S CH’.

    Apakah banyak dari pekerja yang memiliki gelar sarjana?

    Karena masyarakat masih memiliki kesan negatif terhadap industri film dewasa, Nyonya Taguchi sering diajukan pertanyaan seperti ini dan dianggap telah menyia-nyiakan latar belakang akademisnya. Namun, ia punya pendapat lain. Ketika masih kuliah, ia selalu ingin membuat produk visual yang menarik (mengingat latar belakangnya di jurusan film). Meskipun sarananya merupakan film dewasa, ia cukup puas karena telah mencapai tujuannya. Faktanya, keinginan untuk membuat penonton senang tidak berbeda dari film pada umumnya.

    Apakah pernah terpikirkan untuk menjadi ‘bagian’ dari film dewasa?

     

    Lihat posting ini di Instagram

     

    Perempuan pasar anggota anggur Akihabara toko (@joshishainsakaba) share posting di Posting

    Salah satu karya terkenal SOD adalah “Women’s Club Series”. Seperti namanya, ini adalah pengambilan gambar film dewasa dengan tema unik, dimana film bercerita tentang karyawan wanita yang juga berperan sebagai aktris AV di SOD. Akan tetapi. Metode publikasi ini telah menyebabkan banyak orang salah paham bahwa karyawan wanita yang bekerja di perusahaan film dewasa juga merupakan aktris dari film-film dewasa di dalamnya.

    Padahal, semuanya adalah trik pemasaran. Perusahaan produksi sebesar ini tidak hanya terdiri dari artis laki-laki dan aktris perempuan dalam film dewasa, namun juga terdapat orang-orang yang bertanggung jawab dalam perencanaan pasar, produksi, publisitas, personel, dan departemen lainnya.

    Apakah keluarga Anda khawatir?

    Saya percaya bahwa banyak orang tua akan khawatir tentang anak perempuan mereka yang bekerja di perusahaan film dewasa. Untuk meyakinkan orang tua, karyawan diwajibkan untuk menjelaskan tanggung jawab dan hak yang tertulis jelas di kontrak. Hal ini didukung dengan orang tua yang juga diharuskan menandatangani formulir persetujuan, disertai dengan penjelasan secara pribadi kepada orang tua mengapa mereka ingin bergabung dengan perusahaan, dan pekerjaan serta berbagai situasi di perusahaan. Hal ini harus dilakukan untuk mengurangi keraguan orang tua terhadap apa yang kita kerjakan, dan untuk mendapatkan restu dari mereka.

    Meskipun karyawan ini dipekerjakan di perusahaan film dewasa, mereka juga merupakan pekerjaan normal layaknya karyawan di perusahaan-perusahaan lainnya. Jadi, jangan perlakukan mereka yang bekerja di industri pornografi dengan sebelah mata!