Konsep dari Tomodachi: Pertemanan Orang Jepang

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Sebuah Kesalahpahaman

    Seringkali diungkapkan bahwa orang Jepang itu serius, dingin dan umumnya tidak ramah.

    Namun, berkebalikan dari hal tersebut, sesungguhnya mereka dapat menjadi terbuka, murah hati, bisa didekati, suka menolong dan tentu saja, ramah! Hari ini saya akan menjelaskan beberapa contoh dari konsep di Jepang tentang “Tomodachi” atau “Teman”.

    Interaksi dan pertukaran dengan orang luar negeri

    Banyak anak muda Jepang yang sangat antusias dengan orang luar negeri. Mahasiswa, contohnya, mau untuk pergi keluar dari kegiatan mereka untuk mendampingi seorang ryuugakusei atau siswa internasional. Sebagai contoh, mereka menawarkan bantuan dalam memandu siswa internasional tersebut di daerah lokal atau bahkan dengan terjemahan serta pengecekan tugas.

    Kesamaan dalam anime

    Orang orang yang berasal dari luar Jepang juga akan secara umum percaya apa yang digambarkan di anime itu tidak nyata. Ya, ada banyak aspek dari cerita fiksi yang hanya diciptakan oleh penulis, tetapi apa yang kita lihat di anime juga tidak semuanya berdasarkan dari imajinasi saja. Anime memiliki bagian berdasarkan kehidupan nyata, beberapa karakter yang dibuat untuk mengasumsikan perilaku manusia. Anime yang bertemakan pertemanan adalah contoh yang pantas untuk hal ini.

    Karakter orang Jepang yang digunakan di anime mengikuti tema yang berpusat pada petualangan ketika muncul dengan kondisi yang berbeda dan karakter lainnya seringkali ditunjukkan sebagai sosok yang sangat loyal dan bisa dipercaya. Persahabatan mereka berlangsung lama, bahkan setelah karakter tersebut tumbuh dewasa. Di kehidupan nyata, juga terdapat contoh yang sangat bagus seperti contoh ini : Sebuah grup musik bernama “Bump of Chicken” , dibentuk oleh anggota yang sudah menjadi teman sekelas sejak taman kanak-kanak hingga SMA.

    Hubungan ramah – tamah orang Jepang

    calligraphy

    Dokumentasi penulis

    Konsep dari Tomadochi sangatlah penting di dalam kehidupan orang Jepang. Keseriusan orang Jepang di dalam pekerjaan tidak kemudian menjadikan mereka oranag yang tidak ramah. Faktanya, jika seseroang mau untuk menyediakan waktu untuk mengenal lebih jauh orang Jepang yang sudah tua, maka seseorang itu akan menemukan bahwa mereka sebenarnya bisa didekati dan tertarik untuk bertemu dengan orang-orang baru.

    Orang-orang tua di Jepang sering mencari jalan untuk berinteraksi dengan yang lain, beberapa ada yang menawarkan kelas kaligrafi gratis untuk siapa saja yang tertarik dengan seni ini dan juga ada beberapa orang tua yang menjadi relawan dalam mengarahkan turis serta orang asing ketika mereka tiba di bandar udara di Jepang, contohnya seperti NPO “Skylets”.

    airport-skylet

    Dokumentasi penulis

    Kemauan orang-orang ini untuk membantu dan berhubungan dengan orang-orang dari latar belakang dan budaya yang berbeda adalah sesuatu yang mengagumkan meskipun usianya sudah tua. Jadi mudah-mudahan suatu hari nanti, konsepsi untuk orang Jepang bukan lagi tentang budaya bisnisnya namun lebih pada kata indah yaitu – tomodachi.