Membangkitkan Kembali Mammoth: Belajar dari Pengalaman Jepang Mengedukasi Anak-anak

  • ODAIBA
  • SOSIAL
  • TOKYO
  • Sedang dipamerkan di Miraikan, museum utama Jepang yang menampilkan berbagai teknologi mutakhir, adalah “The Mammoth.” Pameran khusus ini membawa sisa-sisa mammoth dan hewan purbakala lainnya yang telah punah untuk ditampilkan kepada masyarakat luas. Spesimen sisa-sisa hewan raksasa yang sebelumnya terbenam di daratan Siberia berjuta-juta tahun lalu ini berhasil diselamatkan oleh ahli paleontologi di seluruh dunia untuk kepentingan umat manusia. Dengan kemajuan penelitian genetika, dan penemuan sejumlah sampe DNA segar dari hewan ini, ilmuwan-ilmuwan Jepang terbesit dengan sebuah pertanyaan besar: Bisakah kita menghidupkan kembali mammoth?

     

    Menghidupkan Kembali Mammoth

    Efek platform dan juga cahaya lampu sorot membentuk tampilan yang ‘megah’ dari mammoth

     

    Wacana penghidupan kembali adalah topik yang sangat menarik, namun bukan tanpa kontroversi etis dan praktis sama sekali. Bagaimana ke depannya hewan-hewan tersebut akan hidup? Di mana mereka akan pergi? Bagaimana dampaknya terhadap ekosistem di sekitar mereka? Apakah benar hewan yang sudah punah dapat dihidupkan kembali? Ini adalah beberapa kekhawatiran yang mungkin muncul di banyak ilmuwan Jepang, akan tetapi tidak pernah disampaikan secara luas kepada publik.

    Kurator pameran ini percaya bahwa cara terbaik untuk mengedukasi masyarakat adalah melalui pameran ‘The Mammoth’ tersebut. Setelah mengunjungi museum ini, memang benar, pemahaman saya terhadap apa yang terjadi jika mammoth dihidupkan kembali semakin meningkat. Presentasi yang ditampilkan di museum memberi saya perasaan bahwa prosedur ini harus memiliki pemikiran yang sangat matang. Saya berhasil memahaminya, tapi ada satu masalah. Edukasi terhadap pentingnya isu ini mungkin mudah dicerna bagi orang dewasa, namun bagaimana dengan anak-anak?

     

    Jangan tergoda untuk menyentuh belalai mammoth yang diawetkan ini – ia berada di belakang panel kaca tebal di ruang khusus yang bersuhu 22 derajat Celcius! Beberapa spesimen yang diawetkan lainnya menempati kamar serupa di pameran “The Mammoth“.

     

    Tantangan terbesar untuk pameran seperti ini adalah menjaga anak-anak tetap terlibat. Banyak museum ilmu pengetahuan alam memiliki pameran dengan beragam warna menarik, rekreasi dengan tema science fiction, dan presentasi multimedia ciamik untuk memenuhi pikiran imajinatif anak muda. Namun, kepunahan adalah topik yang cukup rumit dan kontroversial. Bagaimana Anda bisa membuat anak-anak tertarik pada isu seperti membawa binatang punah untuk hidup kembali? Di Jepang, hanya ada satu jawaban untuk ini.

    Tentu saja, jadikan isu ini bertema manga!

    Ilmu Pengetahuan di Balik Penghidupan Kembali: Edisi Manga!

    Karikatur seorang ilmuwan yang menangis ini menarik pengunjung ke pameran

     

    Saya seharusnya tidak terkejut ketika saya berbelok dan melihat karikatur seorang ilmuwan yang menangis. Namun, berdiri di pintu masuk pameran”The Mammoth,” saya pikir ide dengan karikatur ini sangat cemerlang dalam membawa penelitian genetik ke pandangan anak-anak melalui manga. Ruangan pameran dikelilingi oleh panel besar yang berisi lukisan-lukisan manga dengan tema mammoth.. Ilustrasi-ilustrasi tersebut memiliki tujuan yang sangat jelas – mengedukasi anak kecil dengan tema-tema populer seperti Star Wars dan juga bintang-bintang olahraga, semuanya terkait dengan mammoth!

    Ilustrasi ilmuwan ini dan alat ilmiah yang ditampilkan memiliki kemiripan yang mencolok dengan Han Solo dalam film Star Wars.

     

    Panggilan Untuk Mengabdi kepada Anak Muda

     Di akhir cerita, terdapat sebuah lukisan dengan seorang ilmuwan menunjuk langsung ke arah Anda sambil menolak pinggang “Mungkin kamu yang akan melakukan penelitian untuk membuat ini menjadi kenyataan?” begitu ucapnya. Pada saat itu, saya mulai berpikir, belum tentu hanya anak-anak yang menjadi sasaran dari lukisan ini. Narasi heroik tersebut tidak dimaksudkan hanya untuk menghibur anak-anak yang mengunjungi museum; ini dimaksudkan untuk menginspirasi semua generasi untuk mendukung ilmu pengetahuan

    Author’s Photo

    Banyak sekali hal-hal yang bisa kita peroleh di museum ini yang tidak bisa diekspresikan dengan gambar atau kata-kata. Untungnya, pameran ini akan terus berlangsung di Miraikan sampai dengan November 2019 nanti! Untuk sesuatu yang dapat dinikmati oleh anak-anak dan juga orang dewasa, pameran The Mammoth dapat menjadi salah satu daftar utama Anda untuk berlibur ke Tokyo pada musim gugur mendatang!

    Situs Pameran “The Mammoth”

    *Featured Image: Penulis