Penandatangan MoU Proyek Kereta Kencang: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Kereta Kencang Jakarta – Surabaya

  • BERITA
  • Setelah proses dalam beberapa bulan terakhir, akhirnya Pemerintah Jepang dan Indonesia menandatangani nota kesepakatan (Memorandum of Understanding) terkait proyek kereta semi cepat yang akan menghubungkan Jakarta dan Surabaya.

    Kereta semi cepat, atau nanti akan dikenal dengan kereta kencang, ini akan menghubungkan Jakarta – Surabaya yang berjarak 760 km hanya dalam 5 – 6 jam saja, dengan kecepatan maksimal 160 km/jam. Dibanding dengan kereta biasa yang menghabiskan waktu tempuh 10 – 12 jam, tentunya kereta kencang ini akan sangat memangkas waktu perjalanan penumpang.

    Kereta Kencang Jakarta – Surabaya

    Penandatangan nota kesepakatan yang resminya bernama Summary Record on the Java North Line Upgrading Project tersebut ditandatangani di Jakarta pada tanggal 24 September lalu. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh beberapa perwakilan dari kedua pemerintah. Dari Indonesia, diwakili oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Zulfikri, dan dari Jepang, diwakili oleh Minister of Economic Affairs dari Kedutaan Besar Jepang, Miyashita Tadayuki.

     

    View this post on Instagram

     

    #Repost from @kemenhub151 with @regram.app … Pagi Kawula Moda!! Kemarin (24/09) Menhub @budikaryas bersama Menteri PUPR Basuki Hadjimulyono menyaksikan penandatanganan antara Pemerintah Indonesia – Jepang tentang Summary Record On The Java North Line Upgrading Project, Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api (KA) Jakarta – Surabaya (Kereta Semi Cepat). Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Minister of Economic Affairs Embassy of Japan Tadayuki Miyashita dan Dirjen Perkeretaapian Zulfikri. Turut menyaksikan penandatanganan tersebut Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishi dan Direktur Jembatan Bina Marga Iwan Jarkasih. Kemenhub mengharapkan Pemerintah Jepang dalam hal ini Tim Konsultan JICA dapat mengkaji potensi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau local content. Sehingga dapat ditindaklanjuti dengan kerjasama alih pengetahuan dan pemberdayaan industri kereta api dalam negeri dengan bantuan industri kereta api dari Jepang. Menhub @budikaryas mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang yang sejak Tahun 2017 sudah sangat berperan aktif dalam proyek ini. Melalui proyek ini, diharapkan semakin meningkatkan pelayanan KA. Beberapa manfaat dari dibangunnya proyek ini yaitu : mempercepat waktu tempuh perjalanan Ka Jakarta – Surabaya menjadi sekitar 5 Jam 30 Menit dengan kecepatan 160 Km/Jam, meningkatkan keselamatan karena tidak ada lagi perlintasan sebidang, dan diharapkan dapat memberdayakan Industri dalam negeri melalui optimalisasi konten lokal dalam pembangunan proyek. @kemenhub151 @kemenpupr @jpnambsindonesia @ditjenperkeretaapian #HarHubNas2019 #HariPerhubunganNasional #BaktiNyata #InsanPerhubungan #PenghubungIndonesia

    A post shared by DitjenPerkeretaapian (@ditjenperkeretaapian) on

    Dilansir dari Detik, proyek kerjasama ini diharapkan dapat memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia. Tak hanya efisiensi yang ditawarkan dengan waktu tempuh yang dipangkas antara dua kota metropolitan di Jawa, insinyur-insinyur Indonesia juga diharapkan dapat belajar banyak melalui proses pertukaran pengetahuan dari ahli-ahli di Jepang.

    Selain itu, Menteri Perhubungan juga menekankan pentingnya konten lokal dalam pembangunan proyek kereta kencang ini ke depannya. Secara detail, Menhub mengharapkan agar Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dapat mencapai minimal 40%. TKDN ini mencakup beberapa pengerjaan komponen, ataupun penyediaan prasarana lainnya. Akan tetapi, khusus untuk rel, Indonesia masih dirasa belum begitu mampu dibanding Jepang. Sedangkan untuk rolling stock (rankaian kereta), sebagian besar akan dirakit di Jepang, dengan perakitan tertentu yang dapat dilakukan di dalam negeri.

    Ke Depannya

    Untuk ke depannya, yang akan dilakukan adalah proses peninjauan potensi TKDN oleh tim konsultan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

    Terkait dengan pembiayaan, proyek ini diperkirakan akan menarik investasi mencapai Rp 90 triliun. Pembiayaan akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan juga pinjaman luar negeri dengan skema kerjasama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), atau Public Private Partnership (PPP).


    Proyek ini akan dimulai pada tahun 2021, setelah feasibility studies atau survey yang dilakukan oleh tim konsultan dari JICA dilakukan di Indonesia di tahun 2020. Selanjutnya, proyek akan berlangsung selama empat tahun dan akan selesai pada tahun 2025 mendatang. Namun demikian, di pertengahan tahun 2024, diharapkan sebagian segmen dari rute Jakarta – Surabaya sudah rampung dan dapat digunakan, seperti Jakarta – Cirebon misalnya.

    Proyek ini tentunya menjadi salah satu penguat kerjasama Indonesia dan Jepang ke depannya. Semoga, dengan proyek-proyek antara kedua negara, hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang juga semakin menguat!