Waspada: Kasus Penipuan Tokutei Ginou terhadap Warga Indonesia! Bayar 70 Juta, Lalu Ditelantarkan di Jepang

  • KERJA
  • TINGGAL DAN KERJA
  • Seperti kita ketahui bersama, Jepang sedang gencar-gencarnya menarik Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk datang ke Jepang. Di tahun 2019 ini, Jepang telah memperkenalkan status visa terbaru yaitu Specified Skilled Worker, atau lebih dikenal dengan visa tokutei ginou. Dengan memorandum kerjasama yang disepakati oleh Jepang dan Indonesia beberapa waktu lalu, Indonesia menjadi salah satu negara prioritas untuk pekerja dengan visa tokutei ginou tersebut. Berita ini cukup memberikan angin segar bagi warga Indonesia yang berminat untuk mencari kerja di Jepang. Akan tetapi, baru-baru ini muncul berita yang kurang mengenakan tentang kasus penipuan terkait dengan visa tokutei ginou terhadap warga negara Indonesia. Seperti apa kejadiannya?

    workers

    Baca juga: Langkah-langkah Terbaru Mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA) di Jepang Tahun 2019

    Sekilas Tentang Visa Tokutei Ginou

    Visa tokutei ginou merupakan visa yang ditujukan bagi para TKA yang magang di Jepang, yang memiliki kemampuan khusus. Dengan visa baru ini, terdapat beberapa perubahan yang diberikan kepada TKA. Seperti contohnya, pemagang Indonesia yang hanya boleh bekerja selama tiga tahun sebelumnya akan diperpanjang menjadi lima tahun. Prioritas kedua akan diberikan kepada para pemagang yang sudah kembali ke Indonesia, dan terakhir dibuka kepada pemagang baru yang baru akan mendaftar. Berikut merupakan beberapa bidang yang dapat dipilih melalui visa tokutei ginou:

    1. Care Worker (Perawat);
    2. Building Cleaning Management;
    3. Machine Parts and Tooling Industries;
    4. Industrial Machinery Industry
    5. Electric and Electronics, and Information Industries;
    6. Construction Industries;
    7. Shipbuilding and Ship Machinery Industry;
    8. Automobile Repair and Maintenance
    9. Aviation Industry
    10. Accommodation Industry
    11. Agriculture
    12. Fishery and Aquaculture
    13. Manufacture of Food and Beverages
    14. Food Service Industry.

    job economy

    Baca juga: Peluang Kerja bagi 70,000 Tenaga Kerja Asing dari Indonesia untuk ke Jepang! — Bagaimana dan Apa Saja yang Harus Dipersiapkan untuk Melamar Kerja di Jepang?

    Tentunya, terdapat beberapa persyaratan khusus yang harus dimiliki oleh pendaftar. Seperti contohnya, terdapat beberapa kondisi khusus di mana pendaftar sudah harus memiliki pengalaman magang di Jepang dan berniat bekerja kembali di Jepang. Sayangnya, dengan umurnya yang masih terbilang baru, banyak pihak yang mencoba menggunakan kesempatan ini untuk niatan yang buruk.  Salah satunya adalah kejadian yang terjadi terhadap beberapa warga Indonesia yang baru saja hadir di Jepang beberapa waktu silam.

    Sampai di Jepang Tanpa Pekerjaan

    Dilansir dari situs Jakarta Shinbun beberapa pekan lalu, terdapat sejumlah orang Indonesia yang merupakan eks-magang di Jepang mengalami penipuan sesampainya kembali di Jepang. Mereka diiming-imingi untuk memperoleh kerja kembali di Jepang melalui visa tokutei ginou, namun naas, sesampainya di Jepang mereka hanya ditelentarkan di hotel tempat mereka menginap dan baru menyadari bahwa visa yang mereka gunakan ternyata adalah visa turis biasa!

    Kejadian bermula saat korban yang berjumlah lima orang ini ditawari untuk bekerja kembali di Jepang di bidang perhotelan. Hal ini pada dasarnya sudah cukup mencurigakan, mengingat latar belakang dari kelima eks-magang Jepang ini bukanlah di bidang perhotelan, melainkan di bidang pengolahan makanan. Jika melihat kembali syarat yang ditetapkan oleh Pemerintah Jepang, sudah jelas bahwa eks-magang Jepang dapat memperoleh visa tokutei ginou dan kembali bekerja di Jepang hanya di bidang yang mereka telah tekuni sebelumnya. Jika berniat merubah bidang kerja, maka akan diterapkan peraturan yang berbeda (sebagai contoh, mengikuti pelatihan terlebih dahulu dan tes keterampilan).

    Di awal perjanjian mereka dengan penipu pun sudah terdapat hal yang janggal. Mereka diminta untuk membayar sejumlah uang sebesar 550 ribu yen, atau setara dengan 70 juta rupiah. Dilansir di Jakarta Shinbun, biaya tersebut dikenakan untuk digunakan sebagai biaya pelatihan. Sesampainya di Jepang, mereka diberikan penginapan di sebuat hotel di Ibaraki, dan dijanjikan akan diantarkan ke tempat kerja pada keesokan harinya. Nyatanya, itu semua hanyalah omong kosong. Esoknya mereka tak kunjung dijemput hingga larut malam, dan ketika mereka mencoba menghubungi nomor telfon yang diberikan kepada mereka, nomor tersebut ternyata nomor palsu!

    Mereka beruntung dapat ditemukan oleh sesama pemagang asal Indonesia, yang kemudian membawa mereka kepada salah satu warga Indonesia di Akihabara. Usut punya usut, ternyata kasus serupa sudah sering terjadi pada beberapa bulan terakhir. Sedihnya lagi, uang yang mereka bayarkan merupakan uang pinjaman dari banyak sumber. Tentang kemungkinan kembali ke Indonesia, mereka sangat bingung karena sesampainya di Indonesia mereka tidak tahu bagaimana cara mengembalikan uang-uang tersebut. Terlebih lagi, terdapat rasa malu yang luar biasa di keluarga, karena mereka telah menaruh harapan besar kepada para eks-magang tersebut untuk dapat bekerja di Jepang. Jika mereka kembali dengan tangan kosong, hal ini tentunya akan membuat mereka sangat kecewa.

    Kesimpulan

    Bagi teman-teman yang berminat kembali ke Jepang menggunakan visa tokutei ginou, harap sangat berhati-hati dalam memilih agen ataupun jalur-jalur untuk memperoleh visa tokutei ginou. Jangan terburu-buru untuk segera kembali kerja di Jepang tanpa mencari tahu terlebih dulu mengenai visa tokutei ginou, mengikuti diskusi dan seminar mengenai visa tokutei ginou, dan memastikan kembali syarat-syarat yang mereka berlakukan. Bersikap selektif dan terus menimbang kembali adalah kuncinya. Dengan prosedur yang sesuai, tentunya mimpi Anda untuk kerja di Jepang dapat segera tercapai!