Lebih dari Menari dan Menyanyi: Sisi Gelap Dunia Idol di Jepang

  • BUDAYA
  • KAWAII
  • SELEBRITI
  • SELURUH NEGERI
  • Jepang terkenal dengan banyak hal. Sebagai pusat tren dan mode yang unik nan penuh warna, banyak orang menghubungkan Jepang dengan inovasi dan keunikan.

    Namun, ada bagian lain dari hiburan Jepang yang menjadi sebuah fenomena besar dan sekarang mendominasi industri hiburan. Fenomena ini adalah Budaya Idol, dan budaya ini telah menarik orang-orang baik di dalam negeri dan luar negeri, termasuk Indonesia. Industri ini telah berkembang sangat pesat dan menghasilkan keuntungan berlimpah di jagat industri musik Jepang.

    Idol ada di mana-mana, di TV dan papan iklan. Idol membuat anak muda untuk bermimpi menjadi mereka dan menjadikan mereka panutan di kehidupan. Namun, terlepas dari persepsi glamor tentang kehidupan selebriti idol dan kemewahan yang terkait dengannya, ada sisi gelap dari kehidupan  dan industri ini. Apakah menjadi seorang idol benar-benar hal yang menakjubkan? Apakah ini membahagiakan bagi sang idol, atau hanya menjebak? Menguntungkan, atau hanya eksploitatif?

    Apa itu ‘Idol’?

    Idol‘ (ア イ ド ル) adalah istilah yang diciptakan untuk menggambarkan skena penghibur muda di Jepang. Sejak muda, mereka dilatih untuk menjadi idol serba bisa–dari bernyanyi, menari, MC, modelling, sampai bahkan bermain musik. Bukan suatu hal yang dilebih-lebihkan jika kita bilang budaya idol sangatlah masif dan berpengaruh di Jepang. Mereka menarik banyak penggemar dan membuat orang banyak menjadi ‘gila’ akan mereka.

    Seorang idol tidak hanya dilihat sebagai penghibur, mereka juga dianggap sebagai panutan bagi kaum muda. Karena itu, persepsi publik terhadap mereka haruslah positif. Idol adalah cerminan masyarakat, gambar warga negara muda Jepang yang ideal, dan dengan demikian citra mereka harus tanpa cacat, walaupun tidak sempurna.

    Karena itu, para idol diharapkan untuk bekerja sangat keras demi para fans. Berlatih selama berjam-jam, tampil, melakukan tur, merawat diri agar badan tetap bugar dan cantik, festival hand-shake dengan para penggemar dan beragam aktivitas lainnya–di tengah kehidupan mereka yang juga merupakan seorang manusia biasa.

    Seorang idol dapat mencapai sebuah kesuksesan besar jika mereka hanya tertuju kepada ketenaran dan kekayaan. Jika mereka bermain sesuai aturan, mereka bisa memiliki karir yang menjanjikan dan menggiurkan. Namun, dengan satu kesalahan saja mereka bisa mengucapkan selamat tinggal pada karir mereka, teman-teman mereka, penggemar mereka, bahkan keluarga mereka.

    Menjadi idol adalah adalah sebuah pekerjaan yang membuat stres, terlebih di negara di mana tekanan sosial bisa menjadi sangat besar. Tetapi beberapa pandangan menyatakan bahwa jalan idol dapat memberi kesempatan kepada orang-orang biasa yang mungkin tidak berkesempatan untuk menjadi kaya dan terkenal, asal mereka bekerja keras. Mengutip lirik dari lagu JKT48:

    Impian ada di tengah peluh, bagai bunga yang mekar secara perlahan. Usaha keras itu, tak akan mengkhianati.

    Sisi Gelap dari Dunia Idol

    Industri ini memiliki banyak sisi gelap. Sementara di belakang layar manajer grup idol kaya mendapat keuntungan melimpah, idol muda yang melakukan kerja keras harus berkorban sangat banyak hal untuk harapan mereka mencapai kesukses dan ketenaran.

    Pelecehan seksual dan perundungan

    Di Jepang, terdapat sangat banyak laporan tentang idol perempuan yang dilecehkan secara seksual oleh para penggemar, yang sebagian besar adalah laki-laki. Seringkali para penggemar ini melakukannya secara sembunyi-sembunyi, dan tak jarang mereka menyampaikannya langsung secara verbal melalui media sosial sang idol. Di Jepang. sayangnya isu seperti ini masih memiliki jalan panjang untuk dicegah dan ditindak. Ini tercermin dari fakta bahwa meskipun banyak laporan tentang pelecehan dan perundungan ini, belum terdapat tindakan tegas yang ditujukan kepada si pelaku. Tak hanya itu, secara terang-terangan banyak penggemar yang menyatakan langsung kepada para idol bahwa sang idol digunakan sebagai objek fantasi seksual mereka! Tindakan ini merupakan hal yang sangat disayangkan namun kerap terjadi di dunia idol.

    Perundungan online juga menjadi sebuah isu yang sangat sering terjadi di kalangan idol. Perundungan yang diterima idol terjadi dalam berbagai tataran, dari body-shaming bahkan sampai ancaman akan membunuh. Tak hanya mereka, terkadang keluarga dan teman dekat juga menjadi sasaran bulan-bulanan dari para penggemar yang toxic. Bahkan tak jarang ada yang mengancam akan mendatangi rumah mereka dan melakukan tindakan secara fisik. Tidak hanya di Jepang lho, pelecehan seksual dan perundungan juga kerap ditujukan kepada idol-idol di idul group idola kebanggaan Indonesia, JKT48.

    Harus berurusan dengan ‘maniak’

    Khususnya pada acara handshake, di mana para penggemar dapat bertemu langsung dengan idol dan berinteraksi langsung melalui jabat tangan selama 10 detik, terdapat banyak laporan bahwa tak sedikit penggemar pria melakukan tindakan senonoh, atau bahkan cukup menyeramkan, kepada sang idola.

    Salah satu kasus yang paling besar dan menyeramkan, di tahun 2014 terdapat dua anggota AKB48 dan satu anggota staf yang diserang dengan kejam oleh seorang pria dengan gergaji tangan berukuran 50 cm. Kedua anggota tersebut masih memiliki bekas luka, dan sejak serangan ini keamanan telah ditingkatkan pada kegiatan-kegiatan seperti ini. Namun, ini hanya contoh ekstrem, semoga tidak terdapat kasus serupa di Indonesia ke depannya.

    Imej publik figur yang naif dan polos

    Seorang idol diharapkan menjadi seseorang yang dengan citra yang polos. Khususnya di Jepang, citra tidak bersalah dan naif dari seorang idol sangat menarik dan didambakan oleh para penggemar. Tentu saja, ini berlaku untuk semua idol tetapi kebanyakan hanya diterapkan untuk idol perempuan. Idol harus memberi kesan bahwa mereka tidak terikat secara romantis dengan siapapun dan tidak memiliki pengalaman seksual.

    Ada beberapa contoh idol yang memiliki hubungan rahasia. Jika media mengungkap berita ini, seringkali karir idol tersebut akan hancur. Sehingga untuk menghindari hal ini, mereka rela mengesampingkan hubungan romantis di masa-masa muda mereka. Hal ini bisa sangat menjadi perkara yang besar bagi idol di awal-awal umur 20-an. Pasalnya, di masa-masa inilah biasanya hubungan romantis itu menjadi sesuatu yang sangat normal dengan umur mereka.

    Kesimpulan

    Menjadi seorang idol bisa sangat menyenangkan, tetapi membutuhkan banyak usaha, keberuntungan, dan pengorbanan juga. Idol sebagai seorang yang dipanuti terus bekerja keras untuk menjadi segalanya yang diinginkan oleh penggemarnya. Akan tetapi, di balik perjuangan dan kesuksesan yang diterima mereka, terdapat sisi gelap yang terkadang harus dilalui mereka tanpa diketahui kebanyakan orang.

    Lain kali jika Anda menonton idol terkenal di layar TV Anda dengan wajah yang tampak bahagia dan selalu tersenyum untuk kamera, ingat bahwa ada sisi yang cukup gelap dan negatif dari industri ini yang sering dianggap sebelah mata oleh penggemar. Maka dari itu, hargailah usaha mereka dan terus dukung idola Anda masing-masing tanpa harus memberatkan, karena mereka sudah berjuang keras dan berkorban demi mimpi mereka, dan juga penggemar setia mereka.