Rencana Investasi SoftBank di Ibukota Baru: Smart City, Internet of Things, dan Green City

  • BERITA
  • Pada Jumat, 10 Januari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan dari CEO SoftBank Corp., Son Masayoshi, dengan jajaran delegasinya di Istana Merdeka. Kedatangan dari pimpinan utama dari salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang tersebut adalah untuk berdiskusi dengan Presiden dan jajaran menteri tentang peluang investasi proyek besar yang akan ditanamkan di bakal ibukota nasional di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

    Potensi Investasi dari SoftBank di Ibukota Baru

    Dilansir dari Nikkei Asian Review beberapa hari lalu, Masayoshi Son menyatakan bahwa pembangunan ibukota baru di Kalimantan Timur membuka peluang investasi yang sangat besar bagi SoftBank. SoftBank, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar akan berkontribusi terhadap ide pembangunan ibukota dengan konsep ‘Smart city’, yang akan mewarnai ibukota baru dengan teknologi-teknologi paling mutakhir, dan inovasi-inovasi terbaru dari internet of things (IoT).

    “Saat ini kami berada dalam tahap mendiskusikan potensi,” Masayoshi Son meyatakan kepada wartawan setelah bertemu dengan presiden. Ini termasuk “smart city, teknologi terbaru, kota hijau, dan banyak AI. Itulah yang ingin saya dukung” seperti dilansir di Nikkei Asian Review.

    Selepas pertemuan yang dipublikasikan kepada publik tersebut, Presiden Jokowi melanjutkan pertemuan secara tertutup dengan bos besar SoftBank tersebut. Pertemuan dilanjutkan dengan topik-topik seperti jumlah investasi yang direncanakan akan dikucurkan oleh SoftBank di ibukota baru tersebut. Terkait dengan jumlah pasti nilai investasinya, di salah satu pernyataan di kesempatan lain, Menteri Luhut menjelaskan nilainya dengan ‘too good to be true’. 

    Sebelumnya, SoftBank telah menyepakati nilai investasi di Indonesia melalui investasi dengan Grab Indonesia sebesar 2 miliar Dollar, atau setara dengan 28 Triliun Rupiah. Yang dapat dipastikan sejauh ini, nilai yang akan diinvestasikan di ibukota baru akan berada di luar investasi dengan Grab tersebut.

    Jepang merupakan salah satu negara yang berpengalaman dalam membuat kota-kota inovasi baru. Hal ini pernah disampaikan oleh Penasihat Ahli Perdana Menteri Jepang, Izumi Hiroto, kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Ma’ruf Amin di akhir November lalu. Salah satu kota yang disampaikan oleh Izumi adalah Tsukuba, yang menjadi pusat kota berbasis inovasi yang dibangun atas rancangan pemerintah.