Kasus Ke-4 Coronavirus di Jepang: Hal-hal yang Harus Anda Ketahui Sejauh Ini

  • SELURUH NEGERI
  • Uncategorized
  • Dilansir dari The Mainichi, pemerintah Jepang kini telah mengkonfirmasi kasus keempat Coronavirus di Jepang (per tanggal 26 Januari 2020).

    Kasus di Jepang pertama kali ditemukan di warga negara Tiongkok yang baru saja kembali dari Wuhan. Setelah didiagnosa terjangkit Coronavirus tersebut, pasien langsung melewati karantina setelah minum obat demam. Namun, setelah pergi ke dokter di Jepang, rontgen paru-parunya menyatakan bahwa kondisinya yang belum terlalu stabil dapat memburuk. National Institute of Infectious Diseases melakukan dua tes, yang mana kedua tersebut menyatakan bahwa pria tersebut positif terjangkit Coronavirus dari Tiongkok.

     

    この投稿をInstagramで見る

     

    Borneo Bulletin(@borneobulletin)がシェアした投稿

    Wuhan, di Tiongkok tengah, telah menangani wabah ini sejak Desember 2019 lalu. Sebanyak 1287 orang telah dinyatakan infeksi di Tiongkok, dan total 41 orang (per 27 Januari 2020) telah dinyatakan meninggal di Tiongkok akibat terinfeksi virus ini.

    Novel coronavirus (novel berarti bahwa virus ini adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia) menyebabkan pneumonia, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan pemerintah untuk bersiap-siap terhadap potensi penyebaran virus, terutama setelah liburan Tahun Baru Cina di akhir minggu kemarin.

     

    この投稿をInstagramで見る

     

    GINZASIX_OFFICIAL(@ginzasix_official)がシェアした投稿

    Virus ini diduga berasal dari paparan makanan laut karena mereka yang terkena dampak di Wuhan bekerja di pasar makanan laut yang sama atau berbelanja di sana. Namun, warga Jepang yang dites positif tidak mengunjungi pasar itu, sehingga ia kemungkinan tertular virus setelah terpapar dengan si pembawa.

     

    この投稿をInstagramで見る

     

    World Health Organization(@who)がシェアした投稿

    Sampai sekarang, tidak terdapat banyak informasi mengenai coronavirus ini, tetapi seorang pejabat kesehatan Jepang telah menyatakan bahwa virus dapat ditularkan melalui manusia jika pembawa menghabiskan waktu yang lama dalam jarak dekat dengan yang lain.

    Coronavirus adalah keluarga virus yang sangat besar yang dapat menyebabkan penyakit dari yang tidak berbahaya seperti flu biasa sampai yang sangat mematikan seperti MERS-CoV dan SARS.

    Wabah SARS 2002-2003 sendiri telah mengakibatkan kematian sebanyak 774 orang.

     

    この投稿をInstagramで見る

     

    We Animals Media(@weanimals)がシェアした投稿

    Tiongkok saat ini juga menghadapi demam babi Afrika yang telah membunuh sekitar 40% dari babi di negara itu. Pada tahun 2018, Cina memiliki lebih dari setengah populasi babi dunia, dan pada September 2019, penyakit ini telah menyebabkan kerugian ekonomi sekitar $ 141 miliar.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan orang-orang, terutama wisatawan internasional, untuk lebih berhati-hati, dan untuk menghindari kontak dengan orang-orang yang tampaknya memiliki infeksi pernapasan akut, sering-seringlah mencuci tangan (terutama jika berdekatan dengan orang sakit), memasak daging secara menyeluruh, dan untuk menghindari kontak langsung dengan peternakan atau hewan liar, baik hidup ataupun mati.

    Orang yang memiliki gejala pernapasan harus sangat mematuhi etiket saat sedang batu, seperti menggunakan pakaian atau tisu untuk menutupi mulut mereka saat batuk dan bersin.

     

    この投稿をInstagramで見る

     

    World Health Organization(@who)がシェアした投稿

    Di Jepang, kementerian kesehatan telah menginstruksikan masyarakat untuk mencuci tangan, berkumur, dan menggunakan masker sebagai tindakan pencegahan; dan telah menyatakan bahwa mereka yang mengunjungi Wuhan harus mendapatkan pemeriksaan medis sesegera mungkin jika mereka melihat gejala pilek atau flu.

    *Featured Image by borneobulletin (Borneo Bulletin) on Twitter
    : borneobulletin/