Taman-taman Kota Terbaik di Tokyo

  • BUDAYA
  • TOKYO
  • TRADISIONAL
  • Untuk kota besar dan modern, mungkin adalah hal yang mengejutkan ketika mengetahui bahwa Tokyo sebenarnya memiliki beberapa taman dan hutan kota yang luar biasa. Tentu saja, orang sering mengunjungi taman Ueno yang dekat dengan kebun binatang, museum, dan pohon sakura, namun selain taman ini, ada beberapa taman yang ditata dengan indah dan menenangkan yang bahkan dapat menyaingi taman-taman di Kyoto. Sebagian besar taman yang termasuk dalam daftar ini berada di area Tokyo Metropolitan, mudah diakses dengan kereta api dan, seperti yang dapat Anda lihat dari gambar-gambar yang ada, membuat tempat foto yang sangat bagus. Yang terakhir, Shakujii, sedikit lebih jauh ke barat. Akan tetapi, sepadan dengan waktu tempuhnya, taman ini menawarkan beberapa kehidupan burung terbaik yang pernah saya lihat di Tokyo.

    Koishikawa Kōrakuen

    Author’s Photo

    Koishikawa Korakuen didirikan pada Periode Edo awal dan namanya diambil dari taman serupa di Okayama. Terletak di Bunkyo Ku dekat dengan Stasiun Korakuen, dan di seberang Tokyo Dome. Taman ini adalah taman yang lengkap dan disajikan dengan sangat baik, dengan jalur jalan kaki yang sederhana, kolam yang indah, kedai teh pedesaan dan berbagai pilihan tanaman dan pohon. Taman in juga memiliki beberapa jembatan kayu kecil dan kuil pulau kecil.

    Author’s Photo

    Dibuat oleh penguasa kedua keluarga Tokugawa saat jaman Edo, Mitsukuni,  taman ini dirancang untuk menyatukan budaya Jepang dan Konfusianisme. Taman ini populer di kalangan penduduk lokal dan wisatawan, dan karena kedekatannya dengan Tokyo Dome yang terkenal. Taman ini sangat ramai terutama selama musim Cherry Blossom. Taman ini juga merupakan sebuah aset budaya, sehingga situs-situs penting memiliki papan tanda yang menunjukkan signifikansi area tersebut. Meskipun musim semi sangat populer, Anda juga dapat mengunjungi taman ini di musim gugur, karena perubahan warna pohon yang sangat cantik.

    Higo Hosokawa

    Author’s Photo

    Salah satu taman yang lebih kecil dan paling jarang dikunjungi dalam daftar ini adalah Higo Hosokawa, sebuah area yang cukup ajaib di dalam Bunkyo ku. Taman yang cukup tersembunyi, namun mudah dijangkau dengan berjalan kaki dari Universitas Waseda ini dekat dengan trem Toden Arakawa dan Chinzanso Hotel yang sama ajaibnya.

    Taman ini baru-baru ini direnovasi, dengan kedai teh yang mudah diakses dan museum kecil, taman ini dibangun di sekitar kolam yang indah. Taman ini pada awalnya merupakan warisan bagi klan Tokugawa tetapi kemudian menjadi tempat tinggal keluarga Hosokawa yang digunakan untuk menghormati Hosokawa Etchu no Kami. Taman ini berisi banyak tanaman dan jalan setapak yang sangat mudah diakses. Di sini, Anda juga dapat menemui tanaman-tanaman yang dinamai berdasarkan keluarga Hosokawa, termasuk di antaranya dalam jenis camellia, peony dan iris.

    Author’s Photo

    Higo Hosokawa sangat dekat dengan Hotel Chinzanso, yang berisi taman yang lebih terstruktur dan juga sering digunakan sebagai tempat pesta pernikahan. Dibanding taman lainnya, masuk ke dalam taman ini tidak dipungut biaya, alias gratis! Taman ini juga memiliki kedai teh yang indah dan terjangkau yang membuat Anda dapat berhenti minum teh ketika menjelajahi bagian bersejarah Tokyo ini. Jika Anda mengikuti jalan setapak dari taman, Anda akan menemukan diri Anda berada di pintu masuk Museum Eisei Bunko yang sangat mengagumkan, yang berisi beberapa gambar indah dan artefak dari klan Hosokawa.

    Taman Hibiya

    Author’s Photo

    Mungkin taman paling terkenal di daftar ini, Taman Hibiya adalah taman dengan luas 16 hektar yang berada di pusat kota Tokyo, berbatasan dengan Istana Kekaisaran di satu sisi, dan alun-alun tengah kota Hibiya yang sangat modern di sisi lainnya. Taman ini wajib dikunjungi dan sangat populer di kalangan penduduk lokal dan wisatawan sepanjang tahun. Menariknya, taman ini adalah taman umum bergaya Barat pertama di Jepang dan merupakan perpaduan yang menarik antara Barat dan Timur.

    Secara historis Taman Hibiya adalah sebuah desa nelayan di dekat laut. Setelah daerah ini direklamasi, tanah ini kemudian menjadi tempat latihan militer – sebagian karena kedekatannya dengan istana. Selama restorasi Meiji di bawah Honda Seiroku, daerah ini kemudian berubah menjadi taman. Taman Hibiya cukup besar dan terbagi menjadi beberapa zona. Ada area taman mawar yang bergaya barat, kolam Jepang dengan jembatan merah asli, dan area plaza yang lebih terbuka. Taman ini juga memiliki tempat bermain musik yang sering digunakan untuk konser kecil selama bulan-bulan di musim panas. Taman ini memiliki beberapa restoran, termasuk Matsumotoro yang bersejarah dan harganya terjangkau – dengan makanan lezat dan pohon ginkgo “Kubikake-itcho” berusia 400 tahun. Taman ini juga berisi museum kecil dan lapangan tenis umum.

    Author’s Photo

    Terdapat berbagai pohon di taman; yang paling indah adalah jalur jalan kaki Ginkgo yang membelah taman menjadi dua, serta rangkaian pohon ek di dekat taman Jepang. Daerah-daerah ini sangat populer selama musim gugur ketika dedaunan dan atmosfer yang berwarna-warni menarik banyak pengunjung.

    Setiap area taman dihiasi dengan landmark bersejarah, termasuk situs kecil yang mewakili Gunung Fuji. Taman ini tidak memiliki banyak burung tetapi memiliki burung walet dan juga unggas-unggas. Taman ini juga memiliki bagian “nora neko” (kucing liar) yang sering berjalan-jalan di sekitar kolam yang paling dekat dengan Imperial Hotel saat senja.

    Taman Rikugien

    Author’s Photo

    Rikugien (Taman Enam Puisi dalam Bahasa Inggris) adalah yang paling indah dari semua taman di Tokyo. Terletak dekat dengan Taman Kyu-Furukawa, taman ini mudah diakses dari Stasiun Komagome. Taman Bunkyo Ku ini dibangun pada tahun 1700-an dan merupakan contoh sempurna dari filosofi Jepang. Dirancang untuk menanamkan prinsip zen dan chanoyou wa, kei, sei dan jaku (harmoni, rasa hormat, kemurnian, ketenangan), tata letak taman adalah kombinasi antara ketenangan dan refleksi diri. Jalur pedesaan, aliran yang menenangkan, kolam yang tidak berantakan, hutan lebat alami, dedaunan yang terorganisir dan struktur sederhana buatan manusia, semuanya bersatu untuk memberi pengunjung keseimbangan antara kekaguman dan kerendahan hati.

    Rikugien adalah taman yang luas dengan beberapa jalur berjalan, terjalin di antara berbagai situs pengunjung. Salah satu rute terbaik untuk diambil adalah aliran sungai dan area hutan alami, yang mengarahkan Anda ke kedai teh taman (yang terbuka untuk umum). Untuk harga yang sangat terjangkau, Anda dapat menikmati matcha Jepang dalam jarak yang sangat dekat dengan keindahan alam.

    Author’s Photo

    Rikugien diciptakan oleh Yanagisawa Yoshiyasu selama Periode Edo untuk Shogun Tokugawa Tsunayoshi ke-5 yang mencintai anjing. Taman itu bertema puisi Jepang kuno, dengan nama “Rikugien” yang mengacu pada metode membagi puisi klasik menjadi enam kategori. Setiap area taman menciptakan suasana yang diuraikan dalam berbagai puisi berbasis waka. Gaya lansekap, yang dikenal sebagai Kaiyu-shiki Tsukiyama Sensui Teien, terbukti sangat populer sehingga digunakan untuk merancang taman Tokyo yang serupa. Gaya ini terdiri dari kolam besar yang tidak lusuh oleh dedaunan, jalur, dan bukit buatan.

    Saya sarankan Anda mengunjungi taman di akhir musim semi atau musim gugur. Waktu klasik untuk berkunjung adalah musim gugur, ketika banyak pohon maple berubah warna, membuat acara momiji yang luar biasa dengan teman-teman. Taman ini juga sangat populer di kalangan wisatawan, taman ini buka pada malam hari untuk ‘iluminasi musim gugur’.

    Taman Shakujii

    Author’s Photo

    Taman Shakujii adalah taman terjauh dalam daftar ini. Terletak di prefektur Nerima Tokyo, sekitar 40 menit perjalanan dengan kereta dari pusat Tokyo. Saya sarankan Anda naik kereta ke Ikebukuro, dan kemudian kereta ekspres ke Shakujii-koen. Nerima mungkin bukan merupakan jalur-jalur populer bagi banyak orang Tokyo, namun ia menawarkan beberapa toko kecil yang indah, kuil, rumah-rumah hunian – dengan pesona nyata – dan taman umum terbesar kedua di Tokyo. Dibuka pada tahun 1959, Shakujii berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari stasiun. Namun Shakujii tidak seperti taman standar Tokyo yang ruangnya didedikasikan untuk pelari, piknik dan pengunjung manusia lainnya. Tidak, di Shakujii Anda merasa seolah-olah Anda telah melakukan perjalanan ratusan kilometer ke jantung cagar alam burung, karena taman ini didedikasikan bukan untuk manusia, tetapi untuk unggas-unggas.

    Shakujii memiliki beberapa satwa liar terbaik di daerah Tokyo. Taman ini sangat populer di kalangan pecinta burung, yang sering berkeliaran di banyak jalur alami mencari burung-burung kecil yang berterbangan di taman ini.

    Author’s Photo

    Taman ini sendiri memiliki luas sekitar 20 hektar dan menggabungkan tiga kolam alami, berbagai vegetasi hutan, beberapa area taman buatan manusia, dan pemandangan hutan belantara yang masih alami. Ini adalah salah satu dari sedikit taman di mana saya benar-benar mendengar beragam panggilan burung – biasanya taman Jepang adalah tempat yang relatif sunyi (dengan pengecualian, tentu saja, dari serangga). Di taman ini, Anda akan menemukan semua burung yang biasa Anda temukan di taman-taman.

    Author’s Photo

    Selain berisi kehidupan burung, Taman Shakujii juga memiliki dua batu peninggalan kuno yang mengabadikan arwah Yasutsune Toshima, sisa-sisa Kastil Shakujii tua dan kuil kayu merah yang indah yang bertengger di tepi kolam. Legenda mengatakan bahwa mantan penguasa kastil melakukan bunuh diri dengan menenggelamkan diri di danau – dan arwahnya masih menghantui tempat itu. Akhirnya, Taman Shakujii berbatasan dengan beberapa kuil yang signifikan, yang paling signifikan adalah kuil Daishido dan Dojoji yang luar biasa terstruktur.


    Jadi inilah daftar taman-taman terbaik di Tokyo, mulai dari yang klasik hingga yang alami. Beberapa taman dan kebun di daftar ini bebas untuk masuk alias gratis, sementara yang lain hanya dikenakan biaya beberapa ratus yen (sepadan). Daftar taman di artikel ini pasti akan membuat fotografer atau pecinta alam senang selama berbulan-bulan. Trik: coba kunjungi taman yang sama setiap musim, Anda akan kagum dengan perbedaannya. Memang, berbagai taman dalam daftar ini benar-benar menyoroti fakta bahwa bahkan di Tokyo modern, ketenangan dapat ditemukan.

    Featured photo: author’s Photo