Mari Perhatikan Etika untuk Membeli dan Membayar Sesuatu di Jepang

  • ETIKA
  • TATA CARA
  • Ya, mungkin tidak ada negara lain di dunia yang penuh dengan peraturan sosial selain Jepang. Jika Anda memiliki pengetahuan umum tertentu tentang Jepang atau Anda pernah ke Jepang sebelumnya, saya yakin Anda selalu melihat orang-orang mengantri di satu sisi eskalator (biasanya di sisi kiri kecuali Osaka yang sebaliknya). Hal ini dipraktikkan di semua tempat di Jepang sehingga orang bisa leluasa berjalan cepat melewati eskalator kapan pun jika mereka sedang terburu-buru. Apakah Anda terkejut? Orang Jepang terkenal dengan ketaatan mereka terhadap peraturan sehingga masyarakat terbiasa untuk menjadi teratur. Jadi, jika Anda ingin membeli barang selama Anda berlibur dan singgah di Jepang, ingatlah bahwa ada etika untuk itu juga.

    Antri!

    Di Jepang, Anda diharapkan untuk selalu antri dalam melakukan apapun, seperti membayar barang, naik kereta, masuk ke dalam lift dan lain-lain. Antri sudah menjadi norma yang sangat biasa di Jepang dan Anda akan mendapatkan tatapan menakutkan jika Anda tidak melakukannya.

    Di beberapa toko, Anda mungkin memperhatikan bahwa selalu ada garis seperti selotip di area lantai dekat loket. Secara jelas, akal sehat akan memberi tahu Anda bahwa Anda seharusnya mengantri di garis itu. Menerobos atau membuat antrian sendiri adalah suatu hal yang sangat dilarang! Jalur ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga antrian agar tetap teratur, tapi juga supaya antrian tidak menghalangi pelanggan lain saat toko ramai. Jadi, setelah Anda menemukan barang-barang belanja Anda, antrilah di jalur itu sampai giliran Anda untuk membayar.

    Lalu bagaimana jika Anda membeli sesuatu di kios pinggir jalan? Nah, meski itu hanyalah sebuah kios pinggir jalan dan hanya ada beberapa orang disana, Anda juga harus antri. Ingat, mencuri antrian adalah pelanggaran serius terhadap peraturan sosial di Jepang.

    Siapkan uang Anda terlebih dahulu!

    Setelah antri, apa yang harus Anda lakukan? Tunggu giliran bukan? Tapi ada sesuatu yang harus Anda lakukan saat menunggu! Di Jepang, Anda diharapkan menyiapkan uang Anda sebelum menuju ke loket terutama saat Anda hanya membayar sejumlah uang kecil. Mengapa? Cobalah pikirkan apa yang akan Anda lakukan saat berada di kasir. Biasanya, orang akan berusaha keras untuk mengambil setiap sen dari dompet mereka ketika sedang di kasir untuk memeriksa apakah mereka dapat membayar dengan jumlah yang tepat. Jadi, itu berarti tidak hanya kasir tapi semua orang di belakang Anda jadi harus menunggu. Inilah sebabnya mengapa Anda harus selalu menyiapkan uang Anda terlebih dahulu demi kenyamanan semua orang.

    Sama halnya dengan membeli barang atau makanan di kios, Anda sebaiknya jangan pernah menanyakan harga hanya saat si penjual menyerahkan makanan kepada Anda. Akan lebih baik jika Anda menanyakan harga terlebih dahulu dan siapkan uang Anda sebelum atau saat makanan disiapkan. Begitu makanan sudah siap, Anda bisa langsung membayar kemudian pergi.

    Letakkan uang Anda di nampan bukan di tangan kasir!

    money-tray

    Ada satu hal yang menarik untuk diketahui. Jika Anda pernah ke Jepang sebelumnya, Anda mungkin memperhatikan bahwa ada nampan kecil di hampir semua meja kasir, baik di restoran atau toko. Jadi Anda mungkin bertanya-tanya, apakah kegunaan nampan kecil itu? Nampan ini sebenarnya ditujukan bagi Anda untuk menaruh uang Anda! Jadi kenapa kita tidak bisa memberikan uang kita langsung ke kasir seperti pada umumnya? Karena beberapa kasir mungkin merasa tidak nyaman untuk tidak sengaja atau tanpa sengaja menyentuh jari Anda saat mengambil uang dari Anda. Sebagai cara untuk mencegah kejadian yang tidak nyaman tersebut, nampan uang pun digunakan.

    Alasan lainnya adalah karena hal ini mempermudah kasir untuk menghitung uang koin. Di Jepang, uang di bawah 1.000 yen hanya tersedia dalam bentuk koin. Oleh karena itu, membayar dengan uang koin adalah hal yang biasa. Jika Anda menaruh uang koin di permukaan rata meja kasir, kadang-kadang sangat sulit untuk mengambil uang-uang koin tersebut, apalagi koin yang berukuran kecil. Itulah kenapa nampan uang didesain dari karet yang “berambut kasar” di bagian atasnya sehingga koin yang ditaruh dapat diambil dengan mudah.

    Meskipun demikian, berdasarkan pengalaman pribadi saya, kasir-kasir di Jepang akan tetap menerima uang Anda jika Anda memberikan kepada mereka secara langsung. Selama saya singgah di Jepang, saya sering secara tidak sadar melanggar aturan ini karena saya terbiasa membayarkan langsung uang saya kepada kasir seperti yang saya lakukan di negara saya (dan saya pikir juga berlaku di berbagai negara lain). Yang mengejutkan, kasir-kasir di Jepang tidak menunjukkan ekskpresi tidak senang karena kesalahan saya dalam membayar di meja kasir dan masih melayani saya dengan sangat baik.

    Namun, ada satu kejadian dimana kasir tetap meminta saya untuk menaruh uang saya di nampan sambil menunjuk nampan uang tersebut dengan tangannya. Sepertinya, mungkin ini bukan peraturan yang harus selalu dilakukan namun seperti yang orang Inggris pernah katakan “Ketika di Roma, berperilakulah seperti orang Roma.” Selalu lebih baik untuk mematuhi norma-norma lokal ketika Anda berada di negara lain tidak hanya sebagai tanda kesopanan atau penghargaan tapi juga untuk menunjukkan bahwa Anda wisatawan yang beradab.

    Uang kembalian? Biarkan kasir yang menghitungnya!

    Jika anda memiliki kembalian, biasanya, kasir akan menunjukkan uang kembalian Anda dan menghitung, lembar per lembar dan koin per koin di depan Anda. Ada dua alasan kenapa orang Jepang melakukan ini. Pertama, hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan Anda bahwa jumlah uang kembalian sudah benar. Kedua, untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan supaya tidak usah menghitung ulang uangnya. Oleh karena itu, pastikan Anda turut melihat perhitungan uang yang dilakukan oleh kasir dan JANGAN menghitung ulang uangnya di depan kasir karena hal itu menunjukkan bahwa pelanggan tidak menghargai dan tidak mempercayai kasir.

    Hal-hal tersebut adalah “tindakan pencegahan” yang sebaiknya Anda perhatikan jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi Negara Matahari Terbit ini. Meski Jepang dikenal sebagai negara yang memiliki pesona yang tak terhitung, Jepang juga dikenal sebagai negara yang memiliki norma sosial yang unik dan rumit. Tanah mereka, dengan peraturan mereka sendiri.

    Anda mungkin bisa dimaafkan ketika melanggar norma-norma sosial di Jepang karena Anda orang asing, tetapi jika Anda dapat dihargai oleh penduduk setempat dengan mengikuti beberapa norma yang berlaku, mengapa tidak? Pada akhirnya, saat Anda bepergian ke luar negeri, penduduk setempat tidak melihat Anda sebagai individu namun sering kali akan menyamaratakan anggapan mereka tentang karakter orang-orang di negara Anda berdasarkan perilaku Anda. Jadi, jika Anda memiliki teman atau keluarga yang berencana untuk terbang berlibur ke Jepang dan belum tahu tentang kebiasaan orang Jepang, beritahu mereka untuk menyelamatkan mereka dari segala potensi yang memalukan! Jika tidak, satu kesalahan yang tidak disengaja bisa merusak mood mereka untuk liburan!