Hidden Gems di Jepang: Kunjungilah Beberapa Tempat Rahasia Terbaik Jepang!

  • MACAM-MACAM AREA
  • REKOMENDASI
  • Ada beberapa tempat di setiap negara yang meskipun terdengar sangat menarik namun tidak menarik wisatawan awam untuk datang, tapi justru dikunjungi oleh para petualang atau deep traveler. Saat orang mendengar Jepang, kebanyakan akan berpikir tentang kota besar seperti Tokyo atau Osaka. Jepang memiliki banyak tempat yang kurang dikenal dan asing yang dapat memenuhi “mimpi sang petualang” setiap orang. Jadi, mari melihat beberapa rahasia terbaik Jepang berikut ini.

    G-Can

    A post shared by @a_strange_pulsating_object on

    G-Can adalah saluran pembuangan terbesar di dunia yang berada dibawah kota Saitama, Jepang. Proyek G-Can, Metropolitan Area Outer Underground Discharge Channel (Shutoken Gaikaku Housui Ro) adalah jalur air besar yang dibangun oleh pemerintah untuk mencegah banjir di Tokyo. Proyek US$2 milyar ini dimulai pada tahun 1992 dan menghabiskan waktu lebih dari 10 tahun untuk menyelesaikannya. Panjang terowongannya adalah 6.3 km dan memiliki struktur penyimpanan air yang sangat besar yang biasa disebut ‘Kuil Bawah Tanah’. Terowongan ini memiliki tinggi 18 meter dan panjang 177 meter. System drainase yang sangat besar ini bisa memompa hingga 200 meter kubik air per detik dan merupakan yang terbesar di dunia. Ada tur gratis yang ditawarkan, namun terkadang saat musim hujan ditutup untuk umum karena alasan keamanan.

    Akses

    Bandul Raksasa di Kuil Fukusai

    A post shared by e-nakan (@eiji300600900) on

    Kuil fukusai adalah salah satu kuil tertua di Jepang yang terletak di Nagasaki sejak tahun 1600an. Bangunannya sudah rusak total pada saat perang dunia kedua karena bom atom pada tahun 1945. Namun, kuil ini dibangun lagi dengan megah pada tahun 1979. Kuil ini berbentuk seperti kura-kura dengan patung Kannon, dewa kasih saying agama Budha setinggi 60 kaki berdiri tegak diatasnya. Kuil ini juga merupakan peringatan bagi ribuan korban perang dunia II.

    Keistimewaan kuil ini adalah bandul raksasa Foucault yang menggantung dari bagian Kannon dan memantulkan bebannya. Ini merupakan bandul Foucault terbesar di seluruh dunia.

    Akses

    Desa Rusia yang Tertinggal

    A post shared by Onaonaoki (@satooonao) on

    Pada awal tahun 1990, pemerintah Jepang membangun kota bertema Rusia untuk menarik pengunjung dan untuk memperkuat hubungan antara Rusia dan Jepang. Kota ini ditutup untuk renovasi dan dibuka kembali pada tahun 2002. Setelah itu, ini dioperasikan kembali hanya sekitar enam bulan sebelum pada akhirnya ditutup secara permanen karena kurangnya minat pengunjung. Kini, desa bertema Rusia itu terlihat seperti kota hantu dengan teater kosong, makam, restaurant, hotel, katedral, lapangan golf dan juga kerangka besar yang tertinggal. Desa Russia ini terletak di Agano, Niigata. Jika Anda memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat ini, Anda mungkin akan bertanya-tanya mengapa bangunan sebesar itu bisa ditinggalkan kosong tanpa pengunjung.

    Akses

    Biksu yang Memumifikasikan Diri

    A post shared by Daisuke Koseki (@kosekinnikun) on

    Jika Anda mengunjungi Jepang Utara, Anda akan menemukan banyak mumi biksu yang dikenal dengan sebutan ‘Sokushinbutsu’. Mereka merupakan pengikut Shugendo, sekte kuno agama Budha yang meninggal karena pengorbanan diri. Proses mumifikasi sangat mengerikan seperti yang Anda bisa bayangkan. Para biksu menjalani diet ketat dengan hanya memakan kacang-kacangan, biji-bijian dan akar, benar-benar menghilangkan lemak yang ada di tubuh mereka. Lalu mereka meminum teh beracun yang terbuat dari getah pohon urushi yang menyebabkan muntah dan kehilangan cairan dengan sangat parah. Kemudian mereka pergi ke makam pengawetan di negara itu hingga akhirnya meninggal dengan badan yang utuh dalam posisi lotus (bertapa). Mumifikasi ini dianggap layak mendapat penghargaan tertinggi dan disembah oleh semua orang. Pemerintah Jepang melarang praktik ini pada akhir abad ke-19 dan sejak saat itu mumifikasi berakhir.

    Hal paling terkenal dari sokushinbutsu adalah Shinnyokai Shonin dari kuil Dainichi-Boo di Gunung Yudano. Suhu dingin dan tingginya racun arsenik menjadi alasan mumi diawetkan dalam waktu yang lama. Mumi ini biasanya ada di daerah terpencil seperti kuil Nangakuji di Tsuruoka dan kuil Kaikouji di kota Sakata.

    Akses

    Legenda Putri Duyung Fiji

    Kita memiliki banyak cerita tentang putri duyung yang cantik dan bagaimana mereka sering menunjukkan diri ke para pelaut. Namun nyatanya, tidak ada fakta tentang putri duyung yang sesungguhnya. Satu-satunya yang mendekati putri duyung sesungguhnya adalah Putri Duyung Fiji. Pada pertengahan abad ke-19, seorang peneliti besar bernama P.T Barnum membawa sebuah mumi putri duyung yang terlihat seperti setengah monyet dan setengah ikan dari seorang pelaut Jepang. Kini, mumi tersebut dipamerkan di Musium Arkeologi dan Etnologi Peabody. Banyak orang yang menganggap itu merupakan putri duyung sungguhan, namun kemudian diketahui bahwa itu merupakan keterampilan jepang pada masa kuno. Ini dibuat dengan menggabungkan monyet mati dengan ikan yang panjang.

    Ada sebuah mumi berumur 1400 tahun di kuil Tenshou-Kyousha di Fujinomaya Jepang di dekat Gunung fuji. Faktanya, ini merupakan Putri Duyung Fiji pertama yang pernah ditemukan. Dalam mitodologi Jepang, putri duyung adalah iblis laki-laki dengan tanduk dan cakar dan terlihat seperti setengah manusia dan setengah ikan yang dalam cerita Jepang disebut ‘ningyo’. Mumi Putri Duyung Fiji di kuil ini akan membuat siapa saja yang melihatnya merinding.

    Akses

    Biksu Maraton

    A post shared by Kevin M (@kevinm2020) on

    Biksu maraton tinggal di Gunung Hiei di Otsu, jepang. Mereka disebut dengan ‘Gyoja’ dan termasuk kedalam sekte ‘tendai’ dalam agama Budha. Mereka pergi selama 7 tahun untuk berziarah termasuk 1000 hari maraton dan 7 hari tanpa tidur. Untuk 300 hari pertama ziarah, para biksu berlari maraton sejauh 40 km dalam sehari dan perlahan mereka meningkatkan jarak dan mengurangi waktu maraton. Pada tahun keempat dan kelima, mereka berlari 40 km perhari selama 200 hari terus menerus. Pada tahun keenam, mereka berlari 60 km sehari selama 100 hari berturu-turut. Kemudain mereka berjalan di hari yang tersisa. Setelah hari ke-700, mereka terlibat dalam puasa 7 hari yang dikenal dengan ‘diori’ dimana mereka menahan diri dari makanan, air dan tidur.

    Hanya ada sekitar 12 atau 13 biksu yang mampu menyelesaikan ziarah yang epik ini sejak Perang Dunia II. Totalnya, setiap perjalanan minimal menempuh jarak 25.000 mil dengan berjalan kaki setara dengan melewati khatulistiwa bumi. Tradisi ini dinamakan ‘Sennichi-Kaiho-Gyo’ dan disebut sebagai salah satu tradisi tertua di jepang. Tradisi ini juga sering disebut sebagai tantangan atletik terbesar di dunia. Markas besar sekte tendai terletak di Kuil Enryakuji dipuncak Gunung Hiei.

    Halaman (hanya dalam bahasa Inggris)

    Akses

    Naraijuku

    Naraijuku adalah sebuah kota kecil dan sunyi di sebelah barat Tokyo di prefektur Nagano. Kota ini merupakan bagian dari Kiso-ji atau Jalan Kiso, sebuah jalur perdagangan penting antara Kyoto dan Edo (Tokyo) di masa lalu. Bangunan-bangunan di Naraijuku yang antik dan struktur yang tahan lama mungkin tidak akan ditemukan lagi di tempat lain di Jepang. Bangunan-bangunan ini berumur lebih dari 330 tahun dan masih dalam kondisi yang baik tanpa renovasi meskipun daerahnya pernah terkena gempa, kebakaran dan bencana alam lainnya. Orang yang berjalan disana seolah sedang berada di jalanan masa sebelum modern. Anda bisa membayangkan bagaimana orang Jepang biasa hidup ratusan tahun yang lalu.

    Naraijuku adalah sebuah akomodasi kota yang disebut ‘Shakuba-machi’ dimana pengunjung dan pedagang biasa mampir selama perjalanan mereka antara Kyoto dan Edo. Ada banyak yang lainnya yang semacam dengan shukuba-machi di Jalan Kiso. Kini, Naraijuku menjadi bagian kota Shiojiri di prefektur Nagano dan mudah dicapai dari Matsumoto. Naraijuku terletak di ketinggian sehingga cenderung dingin saat musim panas. Selain kaya akan sejarah, daerah sekitarnya juga menawarkan pemandangan yang sangat indah.

    Kawasan Jalan Kiso kurang dikenal orang baik di luar Jepang ataupun di luar wilayah Nagano. Namun, kini mulai banyak wisatawan yang antusias untuk mempopulerkan dengan sering mengunjunginya. Tidak banyak informasi tersedia di jalur perdagangan kuno tersebut karena kebanyakan dari mereka sudah lenyap saat kota-kota besar seperti Tokyo dan Kyoto menjadi semakin luas dan transportasi modern telah merubah rantai perdagangan. Jangan lupa untuk mengunjungi Naraijuku dan melihat barang-barang antik di kawasan ini.

    Akses

    Sawah Terasering

    A post shared by kyoko.k (@piarobi25) on

    Banyak orang yang berduyun-duyun datang ke daerah perkotaan dan jarang yang pergi ke pedesaan untuk melihat alam. Di daerah perkotaan, pemandangan terindah yan Anda bisa temukan adalah taman yang berbunga, namun pedesaan di Jepang memiliki begitu banyak sawah. Tanah bertingkat sawah menawarkan pemandangan yang spektakular yang tidak ada bandingnya. Mungkin Jepang memang bukan Negara tropis seperti Filipina, namun panen yang dihasilkan dari sawah yang ada disini lebih sering dari yang kita kira.

    Sawah terasering bisa ditemukan di daerah pegunungan dimana pertanian sudah dipraktekan dalam waktu yang lama. Sawah tersebut dibangun seperti jalan bertingkat disepanjang lereng pegunungan atau lembah dan sering disebut dengan ‘Senmaida (seribu sawah). Mereka dipisahkan beberapa jarak oleh lumpur atau batu untuk mencegah agar air tidak bocor ke satu sama lain. Cara ini dianggap cara terbaik untuk menanam beras di daerah yang kecil karena paparan matahari dan persediaan air akan efektif. Ladang sawah yang terhampar di sepanjang lereng akan mencuri hati siapapun. Sawah-sawah tersebut biasanya ditutupi rumput atau salju.

    Sawah terdekat dari Tokyo adalah Kamogawa Oyama Senmaida di dekat kota Kamogawa di prefektur Chiba. Ini adalah satu-satunya sawah yang menggunakan air hujan sebagai pengairannya. Tidak banyak orang tahu tentang sawah yang unik ini. Biasanya sawah ini menyala disepanjang lerengnya dari pertengahan Oktober hingga awal Januari. Berkunjunglah ke tempat yang indah ini dan nikmati pemandangan yang ditawarkan oleh hamparan sawah.

    Halaman (hanya dalam bahasa Jepang)
    Akses

    Pusat Ruang Angkasa Tanegashima

    A post shared by みと (@mito_photo) on

    Jepang adalah satu negara elit yang memiliki program ruang angkasa ynag canggih. Banyak yang belum mendengar tentang misi ruang angkasa Jepang. Hal ini karena kemunduran dan kerahasiaan misi-misi Jepang. Bahkan tidak banyak wisatawan yang tahu dimana pusat ruang angkasa Jepang berada.

    Tanegashima adalah Pulau Osumi terbesar kedua di Prefektur Kagoshima dengan luas 445 sq.km dan telah menjadi tempat yang sangat penting untuk beberapa kegiatan penelitian paling maju. Pusat ruang angkasa terletak di ujung tenggara pulau dan kawasannya terlihat seperti suasana di film Bond. Selama peluncuran roket, Kompleks Yoshinobu di Pusat Ruang Angkasa Tanegashima akan membuat setiap orang merinding saat melihat roket tersebut menebus langit dengan api yang membara. Setiap bulan maret, ‘roket maraton’ juga diadakan di tempat ini untuk menciptakan kesadaran tentang astronomi pada masyarakat umum.

    Akses

    Ikan Luar Angkasa

    A post shared by りか👧 (@mlle_rika) on

    Pernahkah Anda melihat ikan yang dipelihara di luar angkasa? Jika kamu bepergian ke bukit Roppongi, ada sebuah taman kecil yang memisahlan studio tv dari kantor utama dan kompleks bioskop. Disinilah terletak sebuah kolam dari abad ke-18 dengan ikan kecil keperakan terlihat seperti berada di luar dunia ini. Medaka, ikan air tawar yang awalnya membanjiri sawah-sawah di jepang yang berasal dari jenis ricefish dan dipelihara di luar angkasa dalam pesawat luar angkasa Columbia tahun 1994. Ikan-ikan tersebut dipelihara sebagai bagian dari eksperimen sains dan dibawa ke bumi untuk dilakukan studi lanjutan. Ikan-ikan ini sangat rentan terhadap bahan kimia atau predator dan mereka dilindungi dalam kondisi yang nyaman. Ikan ini dikategorikan sebagai ikan ruang angkasa karena memiliki karakteristik unik dibanding dengan jenis mereka di bumi. Berkunjunglah ke taman yang menakjubkan dan lihatlah makhluk yang langka ini.

    Akses

    Makam Yesus Kristus

    A post shared by あさみん (@papicocafe) on

    Di jepang ada mitos yang menyebutkan bahwa Yesus Kristus lolos dari penyalibannya dan pindah ke Jepang dalam tulisan religious apokratif, yaitu ‘dokumen Takenouchi. Dokumen-dokumen itu dipercaya hanya tipuan oleh kebanyakan orang, namun banyak juga orang di desa yang rumahnya di dekat makam percaya bahwa mereka merupakan keturunan Yesus Kristus. Disebutkan bahwa Yesus Kristus menikahi seorang wanita Jepang dari Shingo dan memiliki 3 anak kemudian meninggal di umur 106 tahun. Para penduduk desa juga percaya bahwa manusia yang meninggal disalib oleh orang Roma adalah adik laki-laki yesus bernama Isukiri.

    Desa kecil Shingo di Pefektur Aomiri Jepang adalah rumah bagi makam Yesus Kristus. Makam ini terletak diatas bukit dan sebenarnya adalah sebuah gundukan pemakaman dengan salib besar diatasnya. Ada juga makam yang serupa di sebelah makam Yesus yang disebut terdapat telinga Isukiri dan rambut Maria. Pernyataan itu mungkin terdengar aneh, namun ada studi genetik rahasia yang dilakukan pada penduduk desa yang mengaku sebagai keturunan dari darah suci. Hasilnya menunjukkan bahwa penduduk tersebut memiliki DNA yang berbeda dan memiliki hubungan dengan Timur Tengah, berbeda dengan orang Jepang lainnya yang berasal dari desa yang sama.

    Akses

    Tempat-tempat tersebut mulai popular akhir-akhir ini dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang mencari petualangan dengan mengunjungi beberapa tempat menarik di jepang. Kita bisa saja menyebut sesuatu sebagai rahasia saat hanya sedikit orang yang mengetahuinya, namun dalam hal ini merupakan tempat yang banyak ditawarkan kepada wisatawan tapi entah bagaimana kurang popular. Dengan membuat tempat-tempat ini dikenal oleh dunia luar, mungkin mereka tidak menyimpan rahasia terbaik lagi.