Bagaimana Cara Pria Ini Mengatasi Masalah ‘Akiya’ (Rumah Kosong) di Jepang?

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Seiring populasi Jepang yang terus menurun, negara ini dihadapkan dengan masalah yang unik yaitu rumah yang kosong. Tempat-tempat ini bisa menjadi masalah bagi tetangga tapi seseorang mencoba untuk mengubahnya dan memberikan kehidupan baru bagi rumah-rumah kosong di Jepang.

    Akiya atau rumah-rumah Kosong

    Di Jepang, rumah-rumah yang kosong disebut dengan ‘akiya.’ Seiring populasi Jepang yang menurun dan lebih banyak orang pindah ke area metropolitan, masalah ini semakin menjadi tak terkontrol. Disebutkan bahwa ada 8 juta rumah kosong di seluruh Jepang! Seringkali rumah-rumah ini rusak parah dan menjadi tidak enak dipandang di mata orang-orang terdekat. Terkadang masalahnya bisa lebih buruk lagi. Karena banyak rumah yang dibangun dari kayu Jepang namun tanpa mendapatkan perawatan yang memadai, banyak rumah menjadi lapuk atau rusak dan mengundang hama. Di Jepang, merupakan suatu hal yang umum bagi setiap penduduk baru untuk menghancurkan rumah lama, atau rumah nenek moyang mereka, untuk selanjutnya dibangun rumah baru. Ini mungkin terdengar seperti masalah yang aneh jika Anda tinggal di Indonesia di mana kebanyakan rumah yang dibeli adalah bekas penghuni lama. Hal ini berarti semakin banyak rumah dibangun sementara semakin banyak rumah yang kosong. Seseorang bernama Katsutoshi Arai, punya ide untuk mengubahnya.

    Katsutoshi Arai

    Katsutoshi Arai memunculkan suatu gagasan baru untuk membantu membendung gelombang rumah-rumah yang ditinggalkan. Ia berencana membeli rumah kosong secara langsung, baik dari orang-orang yang telah mewariskan tanahnya atau ketika rumah tersebut kosong tak berpenghuni. Katsutoshi Arai kemudian akan memperbaiki rumah itu, meletakkan tikar tatami segar, memasang dapur baru dan membuat rumah menjadi indah. Dan sepertinya ia sudah cukup sukses dengan cara ini! Ini mungkin terjadi dikarenakan rumah tersebut yang bukan merupakan bangunan baru, sehingga bisa dijual dengan harga yang lebih murah. Terkadang cara ini dapat berarti bahwa membeli rumah akan menjadi lebih terjangkau daripada menyewa rumah atau apartemen! Hal ini benar-benar mulai berhasil untuk Katsutoshi Arai dan agensinya yang bernama Katitas (カチタス). Katitas mengubah rumah tua yang terbengkalai dan menjadikannya rumah bagi pembeli baru.

    Semoga bersama dengan undang-undang baru yang melarang untuk mengabaikan rumah, Jepang bisa segera menjadi negara yang bebas dari akiya!

    Halaman Katitas *hanya dalam bahasa Inggris dan Jepang