Menggilai Aktor Jepang Shun Oguri? Inilah 6 Peran Terbaiknya Sejauh Ini!

  • BUDAYA
  • SELEBRITI
  • Alis yang tegas, mata yang tajam, rahang yang dipahat dan kehadiran yang mengancam, semua ini menggambarkan kebanggaan Jepang dan aktor Shun Oguri (小栗旬). Tapi akan aneh jika menganggap bahwa penampilannya adalah satu-satunya alasan di balik statusnya yang terkenal di dunia. Lebih dari itu, ia memiliki bakat yang membedakannya dari orang lain dan pengalaman untuk benar-benar memainkan semua jenis peran yang diberikan kepadanya.

    Drama dan film berkualitas hanyalah beberapa hal yang membuat industri hiburan Jepang dapat berbangga diri. Fakta ini juga terbukti dengan jumlah individu di seluruh dunia yang merupakan penggemar berbagai film dan acara televisi yang ditawarkan.

    Dimulai dengan karakter yang menjanjikan dari awal memulai karir, ia bermain sebagai Noboru Yoshikawa, anak yang banyak di-bully dan dilecehkan dalam drama Great Teacher Onizuka untuk peran debutnya. Penghayatannya dalam peran berhasil menarik perhatian banyak orang. Selama bertahun-tahun, berbagai proyek telah ia jalani dan semua peran yang diberikan kepadanya telah ia lakukan dengan fenomenal. Tapi di sini ada 6 yang bisa dianggap menonjol di antara banyak proyek yang ia lakukan.

    1. Hana Yori Dango (2005)

    Drama live ini merupakan adaptasi dari manga shojo terkenal yang melahirkan banyak penggemar tidak hanya di Jepang, tapi juga di seluruh dunia. Kisah percintaan remaja modern bertema Cinderella ini diberi sentuhan yang berbeda ketika tokoh utama, Tsukushi Makino (Inoue Mao / 井上 真 央), seorang berkemauan keras yang percaya pada keadilan dan kesetaraan, kerja keras dan ketekunan, sementara pangeran tampannya, Tsukasa Domyoji (Matsumoto Jun / 松本 潤), adalah pewaris semena-mena dan arogan tanpa daya tarik sama sekali. Ceritanya kemudian berkisah pada proses hubungan keduanya dan interaksi mereka di antara anggota Flower Four atau F4 lainnya sambil mereka semua belajar dalam kehidupan dan cinta.

    Ini juga drama yang menimbulkan kasus serius “sindrom aktor pendukung” (ketika kita menginginkan aktris utama agar dapat bersama dengan aktor pendukung) saat Shun berhasil membawakan peran yang beralur dan kompleks, namun tetap indah dalam tokoh Hanazawa Rui. Digambarkan sebagai orang yang pendiam dan misterius dalam gengnya, ada kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara menjadi acuh tak acuh dan tenang namun tetap memiliki karakter yang berpengaruh kuat dalam setiap kesempatan untuk membuat cerita tetap berjalan dinamis.

    Penampakan Shun yang karismatik ternyata menyembunyikan perasaan hangat di bawahnya yang menciptakan dinamika yang tepat untuk cerita cinta segitiga yang sangat bagus antara tiap tokoh. Keberhasilan Hana Yori Dango terbukti saat season selanjutnya dan sekuel filmnya selesai diproduksi. Jika ini tidak dapat menjadi bukti yang cukup, ada juga adaptasi dari negara lain yang telah membuktikan kepada dunia bahwa seri drama ini memiliki pengaruh yang masif.

    2. Hanazakari no Kimitachi e/Hana Kimi (2007)

    Adaptasi manga shojo mendunia lainnya yang telah diadaptasi ke drama live, tidak hanya di Jepang, tapi juga di Korea dan Taiwan, menginspirasi penggemar yang semakin antusias. Menceritakan tentang seorang gadis Ashiya Mizuki (Horikita Maki / 堀 北 真 希) yang menyamar sebagai anak laki-laki untuk menginspirasi idolanya dan penyelamatnya agar menjadi atlet lompat tinggi lagi.

    Shun memerankan karakter atlet berbakat, Sano Izumi, yang kehilangan kemampuannya untuk melompat dengan benar karena kecelakaan dan persepsi negatif terhadap situasinya. Perjuangan dan kelucuan dimulai ketika mereka semua berusaha melindungi dan merahasiakan gadis ini agar bisa tetap bersekolah di SMA khusus laki-laki.

    Hana Kimi adalah karakter yang penuh dengan kejenakaan dan keedanan tingkat tinggi. Dengan semua orang yang melakukan hal mereka sendiri, menjadi satu-satunya orang waras dan tidak terbawa oleh karakter orang gila bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan karakter dengan mudah. Konsistensi penampilan Shun dan kemampuannya untuk menjaga ketenangannya terlepas dari hal apapun merupakan salah satu elemen yang membuat seri ini tetap enak untuk ditonton.

    3. Tokyo Dogs (2009)

    Serial komedi kriminal adalah dunia baru yang jauh dari romansa remaja dan cinta segitiga yang membuat Shun terkenal. Seri drama ini berfokus pada hubungan antara polisi yang harus menangani kasus tertentu bersama-sama, membawa mereka lebih dekat pada hal-hal yang mereka cari.

    Shun berperan sebagai So Takakura, seorang detektif disiplin terampil yang layak disandingkan dengan elit New York dalam hal keterampilan dan kecerdasan. Ia juga menggunakan semua keahliannya untuk menangkap pembunuh ayahnya.

    Ketika karakter Shun dikirim ke Jepang untuk bekerja dengan detektif lokal, ia bertemu dengan Maruo Kudo yang temperamen (Hiro Mizushima/水嶋ヒロ) yang memiliki metode pemecahan kasus yang sama sekali berbeda dengan ia. Perbedaan mereka terbukti menjadi terlihat sangat lucu karena berbagai hal yang membuat mereka terlibat di dalamnya.

    Menangani sesuatu yang tidak langsung terpusat pada percintaan namun pada persahabatan dan keadilan merupakan jalan yang cukup berbeda untuk Shun. Namun, ia bukanlah tipe lelaki yang anti dengan peran yang tidak biasa seperti itu. Alih-alih menjadi mainstream sebagai aktor pemeran utama pada umumnya, ia memilih untuk mencoba tantangan baru, membuatnya teruji dalam fleksibilitasnya bermain peran.

    4. Rich Man, Poor Woman (2012)

    2012 merupakan tahun yang banyak didominasi dengan komedi romantis hingga membuat seluruh dunia jatuh cinta pada tokoh Hyuga Toru – jenius internet dan pengusaha yang luar biasa. Karakter Shun menderita prosopagnosia (ketidakmampuan mengenali wajah) yang hanya memperburuk sikap anti-sosialnya. Perjalanannya untuk menemukan cinta ternyata juga menjadi perjalanan menuju kesadaran dan pengembangan diri.

    Inilah drama yang menekankan fleksibilitas Shun sebagai seorang aktor. Interaksinya dengan karakter lain, reaksi mereka, adegan dan sikapnya telah menciptakan sinergi yang sempurna untuk menciptakan seri drama yang akan selalu diingat. Penampilannya sebagai orang dewasa yang memiliki keterbelakangan sosial dan emosional membuatnya meraih Penghargaan Aktor Terbaik pada Drama Academy Award ke-74 di tahun yang sama.

    5. Crows Zero (Film layar lebar, 2007)

    Jujur saja, saya belum pernah melihat ada aktor yang bermain sebagai gangster dan berhasil memberikannya kesan dan keadilan seperti yang dilakukan Shun Oguri. Film yang dirilis pada tahun 2007 ini berpusat pada SMA laki-laki bernama Suzuran yang penuh kekerasan dan cerita Genji Takiya (Oguri) dalam petualangannya untuk menaklukkan dan memerintah “The Crows.” Hal ini dilakukan dengan harapan bisa melampaui pencapaian ayahnya namun terbukti lebih sulit dari yang ia duga.

    Ini adalah film yang secara garis besar ditujukan pada remaja laki-laki dengan banyak adegan kekerasan yang disajikan di keseluruhan film. Tapi semua konflik dalam film ini dimainkan dengan cemerlang dan dimainkan secara artistik. Isi film mempermudah para pemuda untuk memahami hal-hal yang perlu mereka pelajari tapi tidak dapat dilakukan di dalam kelas di dunia nyata.

    Ketika sampai pada peran tokoh yang membutuhkan gejolak, kemarahan dan penggambaran remaja yang sedang berjuang, Shun Oguri pasti menjadi salah satu pilihan utama. Pandangan matanya itulah yang memberikan dampak terbesar. Seolah-olah matanya dapat berbicara dan menyampaikan emosi untuknya. Penampilannya untuk karakter ini membuatnya meraih Aktor Pendukung Terbaik dan dua penghargaan Aktor Terbaik.

    6. Space Brothers (Movie, 2012)

    Tidak pernah ada batas usia untuk mencapai impian adalah ide utama keseluruhan film dan hal ini sendiri sudah sangat menginspirasi. Cerita berputar pada dua lelaki bersaudara dan keinginan mereka untuk menjadi astronot setelah melihat apa yang tampak seperti UFO saat mereka masih kecil.

    Hibito, sang adik, diceritakan berhasil meraih mimpi ini. Sementara itu, Mutta Nanba yang diperankan oleh Shun, kakaknya, menghabiskan sebagian besar tahun hidupnya untuk melakukan pekerjaan biasa. Tapi hanya karena kita tidak berhasil saat pertama kali menginginkannya tidak berarti hal itu tidak akan pernah terwujud. Sebagai buktinya, ia kemudian diceritakan menerima surat penerimaan untuk mengikuti program pelatihan astronot setelah bertahun-tahun berjuang.

    Ini juga film yang membuktikan betapa serius Shun dalam berperan sehingga rela mengorbankan penampilan demi totalitas memerankan tokohnya, dengan memakai rambut kribo/afro. Melalui film ini, ia mampu mewakili mayoritas penduduk yang tidak dapat mencapai impian mereka pada percobaan pertama dan memilih untuk menjalani kehidupan praktis sebagai gantinya. Karakternya pun menjadi mudah untuk dihubungkan ke dunia nyata.

    Baik layar besar maupun kecil adalah panggung yang memberi kesempatan kepada Shun untuk menunjukkan bakatnya. Beberapa proyeknya dianggap sebagai puncak kesuksesannya, memberinya ketenaran yang ia perlukan. Dengan semua proyek yang telah ia lakukan sejauh ini, kita mungkin bertanya-tanya apa yang akan ia lakukan selanjutnya atau apakah akan sedikit bersantai karena ia sudah memulai sebuah keluarga. Tapi jangan takut! Anda akan dapat segera melihatnya sebagai protagonis Gintoki Sakata dalam adaptasi film live Gintama (2017) karya Hideaki Sorachi (空 知 英 秋).

    Memberikan kesan nyata untuk peran luar biasa dan penggambaran sempurna setiap karakter adalah tugas yang tidak mudah dilakukan. Dibutuhkan bakat, kerja keras dan komitmen. Dan tidak melakukannya dengan sepenuh hati bisa dengan mudah merusak seluruh pertunjukan. Di dunia yang penuh dengan aktor yang masih perlu banyak polesan dan penyempurnaan, Shun Oguri adalah satu dari sedikit yang benar-benar memberikan performa solid di setiap peran yang ia mainkan.

    Halaman Resmi Shun Oguri *hanya dalam bahasa Jepang