Tips untuk Mencegah Shimoyake (Peradangan Kulit) di Musim Dingin

  • TATA CARA
  • Pernahkah Anda mendengar tentang shimoyake (霜 焼 け)? Ini diterjemahkan sebagai ‘chilblains’ dalam bahasa Inggris, atau peradangan kulit karena kedinginan dalam bahasa Indonesia. Apakah Anda sudah pernah mengalaminya? Apakah mengalami kesulitan dalam menjelaskan shimoyake dalam bahasa Jepang? Apa penyebab dan cara pengobatan shimoyake? Artikel ini mungkin dapat memberi informasi dasar dan kesadaran tentang shimoyake.

    Pengalaman Pribadi

    Tahun lalu ketika menghadapi musim dingin pertama dalam hidup, saya mengalami shimoyake yang membuat saya menderita selama hampir dua bulan. Selama periode waktu itu, saya tinggal di Jepang dan sangat sulit untuk menjelaskan shimoyake kepada apoteker karena hambatan bahasa. Saya juga kesulitan untuk menjelaskan dalam bahasa Inggris karena itu adalah pertama kali saya mengalaminya.

    Apa itu Shimoyake?

    Shimoyake (bengkak dingin) adalah situasi ketika kita mengalami rasa sakit, gatal dan bengkak pada tangan dan/atau kaki. Hal ini terjadi karena reaksi kulit yang tidak normal sebagai respon karena terpapar suhu dingin. Terkadang shimoyake bisa menyebabkan bercak merah, gatal dan lecet tidak hanya pada kaki tapi juga bisa menyerang jari-jari, telinga dan hidung. Menurut pengalaman saya, saya baru menyadari sedang terserang shimoyake pada jari kaki setelah saya menghangatkan kulit dingin saya terlalu cepat saat kembali dari aktivitas di luar ruangan bersama anak-anak saat hujan salju turun.

    Pencegahan

    Anda dapat mencegah shimoyake dengan melakukan hal berikut:

    • Jaga agar tangan dan kaki tetap hangat saat berada di luar dalam cuaca dingin dengan menggunakan sarung tangan dan kaus kaki hangat
    • Kenakan topi dan syal agar kepala dan telinga tetap hangat
    • Pakailah sepatu bot jika sedang melakukan aktivitas di luar saat hujan salju
    • Jangan memakai sepatu ketat dan bot bersamaan karena bisa menghambat aliran darah
    • Pastikan untuk mengenakan pakaian yang kering dan jaga agar tetap hangat selama musim dingin
    • Hangatkan tubuh secara bertahap setelah berada dalam cuaca dingin
    • Gunakan bantalan penghangat yang disebut Hokkairo yang memanas saat terkena udara
    Kiat-kiat dan Perawatan

    Waktu penyembuhan shimoyake bermacam, tergantung pada individu masing-masing. Meski terasa tidak nyaman, shimoyake biasanya tidak menimbulkan efek yang fatal. Berikut beberapa cara perawatan dan tip:

    • Anda dapat membeli beberapa merk krim oles dari apotik untuk mengurangi rasa gatal.
    • Minum minuman panas agar tubuh tetap hangat
    • Jika Anda merokok, cobalah untuk berhenti sementara karena nikotin menyebabkan pembuluh darah menyempit. Hal ini membuat shimoyake semakin parah
    • Lembabkan kaki secara teratur untuk mencegah agar tidak kering dan pecah-pecah
    • Cobalah untuk membuat paling tidak satu ruangan yang tetap hangat dalam rumah
    • Jaga agar tubuh tetap aktif bergerak untuk memperlancar aliran darah
    • Jangan menggaruk atau menggosok kulit yang terkena shimoyake
    • Hindari memanaskan kulit secara tiba-tiba, seperti membasuh/mencelupkannya dengan air panas
    • Tutupi area kulit yang terdampak dengan balutan antiseptik
    • Gunakan atau tambahkan jahe dalam masakan. Mengonsumsi jahe dapat menghangatkan tubuh dan bagus untuk aliran darah agar lancar.

    Yang terakhir, pastikan agar Anda selalu dapat menikmati musim dingin dan mempersiapkan diri untuk mencegah shimoyake (霜焼け).