Metode Cerdas ‘Desa Air Hidup’ di Jepang untuk Mendapatkan Air Bersih!

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Jepang terkenal dengan hubungan dekatnya antara manusia dan alam. Shinto, agama asli Jepang, termasuk di dalamnya adalah pemujaan terhadap fenomena alam dan alam itu sendiri. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Jepang masih didominasi oleh hutan-hutan yang tak tersentuh. Namun, lingkungan yang keras ini membentuk orang-orang zaman dahulu untuk pandai membangun tempat tinggal di antara pegunungan yang tak tersentuh tangan manusia tersebut. Hal ini benar adanya, khususnya satu desa, yakni “desa air hidup”.

    Desa Air Hidup

    Desa Harie (針江), terletak di prefektur Shiga, dikenal sebagai desa air hidup. Nama ini diberikan kepada mereka karena metode mereka yang cerdik dalam penyediaan air mandiri, serta hasil panen mereka, dengan air bersih yang segar.

    Peran Penting Kabata

    Di Harie orang-orangnya mengembangkan banyak cara untuk menyediakan air bersih secara mandiri, dengan membuat ruangan yang disebut “kabata(川端)”. Kabata adalah sebuah ruangan, biasanya tidak terhubung dengan ruang utama, dimana air sumber segar mengalir. Air tidak secara alami mengalir ke kabata, namun air ini diarahkan oleh serangkaian saluran, kanal dan seluncuran bambu. Hal ini mungkin terjadi karena lokasi rumah yang menggunakan ikatan alami antara air pegunungan dengan Danau Biwa.

    Masyarakat Harie menggunakan Kabata untuk semua keperluan sehari-hari mereka, seperti membersihkan sayuran segar dan mencuci piring mereka. Kabata juga digunakan untuk menyimpan makanan seperti sayuran atau tahu segar, sehingga bisa disimpan di dalam air. Meskipun air ini digunakan untuk membersihkan sesuatu, air yang mengalir melewati kabata tetaplah bersih, jernih dan segar. Hal ini karena senjata rahasia dari kabata yaitu ikan mas! Setiap Kabata adalah rumah bagi ikan mas, ikan ini merupakan pembersih alami sehingga ikan mas memakan semua sisa makanan yang berasal dari piring dan sayuran. Dengan cara ini, terciptalah sebuah hubungan yang sempurna antara alam dan manusia!

    Jika Anda berencana untuk mengunjungi Harie Anda bisa mendapatkan lencana pengunjung yang memungkinkan Anda untuk memasuki rumah penduduk untuk melihat kabata mereka. Anda juga akan mendapatkan bambu kecil sehingga Anda dapat mengambil sampel air di beberapa tempat di desa. Ini mungkin sedikit mengejutkan tetapi memang airnya dapat terasa berbeda di antara rumah-rumah, dan semuanya enak. Begitu orang menggunakan air kabata, air tersebut mengalir kembali ke Danau Biwa atau dialihkan dan digunakan untuk mengairi sawah, dimana ini sangat spesial karena sumber airnya yang jernih.

    Jika Anda mendapat kesempatan untuk pergi dan merasakan pengalaman salah satu dari banyak cara orang Jepang mencapai sebuah harmonisasi dengan alam, akan ada juga bonus tambahan, selain dengan air jernih yang alami mengalir ke rumah – rumah penduduk Harie, salah satu hal lain yang bisa dinikmati adalah kunang-kunang, yang pada beberapa malam dalam satu tahun memberikan tampilan yang mempesona, tidak boleh dilewatkan!

    Halaman Desa Harie *hanya dalam bahasa Jepang

    Akses