Yakuza: Misteri Dibalik Mafia dari Jepang

  • BUDAYA
  • SOSIAL
  • Kita semua pernah mendengar kata “Yakuza”, tapi beberapa orang hanya memiliki pengetahuan yang terbatas tentang apa arti sebenarnya dari yakuza. Mayoritas orang Jepang tidak mengetahui atau bahkan takut saat ditanya mengenai kata ini dan entah bagaimana kata ini juga telah dianggap sebagai tabu. Jadi, siapakah mereka dan mengapa masyarakat Jepang takut pada mereka?

    Sindikat kejahatan terorganisir

    Yakuza, yang juga dikenal sebagai “Gokudo,” adalah salah satu sindikat kejahatan terorganisir terbesar di dunia. Berasal dari Jepang, kelompok ini ikut andil dalam beberapa bisnis di hampir semua bidang, baik legal maupun ilegal, mulai dari real estate sampai pencucian uang dan perdagangan manusia.

    Organisasi Yakuza

    Yakuza memiliki struktur organisasi seperti keluarga: hubungan ini disebut “Oyabun-kobun” dimana oyabun mengambil peran sebagai ayah dan kobun menjadi anak laki-laki. Hirarki ini sangat ketat dan harus dihormati dengan mutlak. Tidak menghormati oyabun atau membantah perintahnya mungkin dapat berakibat dengan hukuman. Hukuman yang paling umum di antara mereka ialah kewajiban untuk mengamputasi sebagian jari kelingking. Kebiasaan yang disebut “yubitsume.” Ini juga berfungsi sebagai permintaan maaf – mengirim jari Anda ke “kumicho” (bos) sebagai cara untuk mengemis pengampunannya.

    Asal mula

    Kata “Ya-Ku-Za” berarti 8-9-3, yang merupakan kombinasi angka yang kalah dalam permainan kartu tradisional Jepang, Oicho-Kabu (おいちょかぶ), yang mirip dengan permainan Blackjack, dengan perbedaan dalam permainan Oicho-Kabu tujuannya adalah mencapai angka 19 bukan 21. Hasil penjumlahan 8, 9, dan 3 adalah 20, yang berarti angka tersebut tidak ada gunanya dalam permainan ini. Dari sinilah nama Yakuza itu berasal, mereka yang “tidak ada gunanya”

    Asal muasal Yakuza yang sebenarnya tidaklah jelas, namun beberapa rumor mengatakan bahwa semuanya bermula pada periode Edo (abad ke-18) ketika federasi penjudi dan pedagang jalanan berkembang dari waktu ke waktu dan kemudian menjadi sindikat kriminal. Sementara yang lainnya percaya bahwa mereka adalah samurai tak bertuan dan tunawisma (Kabukimono 傾奇者) dari awal abad ke-17 yang mulai berkelompok bersama, menciptakan keluarga.

    Seni kriminal

    Salah satu ciri khas Yakuza yang paling ikonik adalah tato disekujur tubuhnya. Tato ini melambangkan lencana dari klan yang berbeda dan juga mewakili keberanian dari seorang yYakuza karena rasa sakit yang ia alami selama proses pembuatan tato.

    Ketika orang Jepang melihat tato, kebanyakan dari mereka menghubungkannya dengan Yakuza dan menolaknya. Faktanya bahkan, Walikota Osaka meminta karyawan yang bekerja di Pemerintah Kota Osaka untuk menghapus tato di tubuh mereka jika mereka memilikinya.

    Sekarang Anda jadi tahu lebih banyak. Jika Anda melihat orang jepang yang memiliki terlalu banyak tato, maka mungkin saja ia adalah anggota Yakuza. Tapi jangan panik! Mereka tidak menakutkan seperti kelihatannya. Mereka sering ikut ambil bagian dalam kegiatan amal setelah peristiwa bencana alam di sekitar Jepang dan mereka tidak akan pernah menyakiti orang-orang yang tidak terlibat dalam bisnis mereka.