Etika Penting Saat Menaiki Kereta di Jepang

  • TATA CARA
  • Kereta di Jepang terkenal di seluruh dunia karena ketepatan waktu, kebersihan, kenyamanan, serta kesopanan dan kerjasama secara umum yang dilakukan oleh para pengendaranya. Faktanya, hanya beberapa tahun sebelumnya, Jepang membuat tajuk utama internasional ketika seorang wanita, yang jatuh dan terjebak di celah antara kereta dan peron di stasiun JR Timur di Saitama, diselamatkan saat empat puluh penumpang dan staf JR berhasil mendorong kereta, cukup untuk menolong wanita tersebut. Dilaporkan, kereta kembali berjalan hanya delapan menit kemudian.

    Reference: edition.cnn.com/

    Mengendarai kereta di Jepang merupakan urusan serius dan meskipun orang Jepang mungkin tidak menyampaikan secara gamblang saat mereka tidak menyetujui sikap Anda saat berada di dalam kereta, namun hal tersebut tentu tidak akan menghentikan Anda dari merasa aneh dan terlihat seperti orang bodoh. Berikut adalah beberapa petunjuk etiket dalam kereta di Jepang agar perjalanan Anda lebih lancar dan menghasilkan pengalaman yang menyenangkan.

    Petunjuk 1: Lihatlah tanda panduan di peron yang menunjukan Anda tempat untuk antri

    Pada stasiun yang lebih besar, sering kali terdapat banyak kereta yang berhenti di peron yang sama namun memiliki tujuan atau kecepatan yang berbeda. Saat Anda telah mengenali nomor peron mana tempat kereta Anda berangkat, Anda harus mencari tahu garis mana untuk berdiri dan menunggu. Berkerumun merupakan hal yang tidak sopan di Jepang karena dapat menyulitkan penumpang lain yang ingin lewat dan antri membantu kelancaran saat orang lain ingin naik dan turun dari kereta. Pada peron, terdapat tanda di lantai atau di tembok seberang peron kereta, sering ditandai dengan segitiga, lingkaran dan kombinasi warna, yang menunjukan dimana pintu kereta akan terbuka. Tanda ini juga akan menunjukan nomor titik keberangkatan dan apakah terdapat kursi prioritas (kursi disediakan untuk penumpang cedera, cacat, lanjut usia, atau ibu hamil) dalam jarak dekat dengan pintu.

    Kereta yang berbeda ditandai dengan simbol yang berbeda, sehingga penting untuk memeriksa papan informasi untuk memeriksa waktu kereta, tanda dan nomor peron untuk kereta yang ingin Anda naiki. Khususnya saat naik kereta di pagi hari dari peron yang penuh dan sibuk, penting untuk berbaris dengan hati-hati di tempat yang tepat, jika tidak Anda mungkin akan berakhir di kereta yang salah dan tersesat.

    Petunjuk 2: Buatlah dua barisan di peron saat menunggu kereta

    Selama jam sibuk, membuat dua barisan di depan titik keberangkatan saat menunggu kereta adalah sebuah bentuk kesopan-santunan. Jika tidak, barisan akan memanjang ke sisi lain peron, menyebabkan masalah bagi penumpang lain. Saat kereta datang dan pintu-pintu terbuka, barisan akan bergerak ke kedua sisi pintu, membentuk semacam bentuk V yang memungkinkan penumpang di dalam kereta keluar dengan lancar. Saat semua penumpang telah keluar, naiklah secara berurutan.

    Petunjuk 3: Menahan diri dari berbicara di ponsel

    Di Jepang, mengobrol lewat ponsel saat mengendarai kereta merupakan hal yang tidak sopan. Karena itu, merupakan hal yang biasa melihat orang-orang yang mendapat panggilan telepon saat mengendarai kereta, mengacuhkannya atau menerima panggilan tersebut dan mengatakan dengan berbisik bahwa mereka berada di dalam kereta dan akan menelepon kembali saat mereka telah turun. Ponsel harus dalam mode diam untuk menghindari mengganggu orang lain. Terkadang, terdapat gerbong kereta yang meminta penumpang untuk mematikan ponsel mereka untuk memberi ruang kepada orang-orang yang sensitif dengan peralatan medis, seperti pengguna alat pacu jantung dapat mengendarai kereta dengan aman dan staf kereta tidak akan ragu untuk memberitahukan Anda untuk mematikan ponsel Anda.

    Petunjuk 4: Menjauhkan diri dari perilaku yang akan mengganggu penumpang lain

    Orang Jepang bangga dengan pertimbangan yang mereka tunjukan ke orang-orang di sekitar mereka, itulah sebabnya wisatawan sering berpendapat tentang betapa orang Jepang adalah masyarakat yang damai dan beradab. Di Jepang, merupakan norma umum untuk benar-benar mempertimbangkan bagaimana tindakan Anda dapat mempengaruhi atau mengganggu orang-orang di sekitar Anda dan menjauhkan diri dari segala perilaku buruk yang mungkin dilakukan. Dalam kereta, perilaku buruk ini misalnya duduk di lantai atau meletakkan barang atau tas berserakan di lantai, merias diri atau dandan, duduk dengan kaki terbuka lebar, membaca surat kabar tanpa melipatnya, melipat kaki Anda, atau mendengarkan musik terlalu keras sehingga penumpang lain dapat mendengarnya dari headphone Anda.Meskipun beberapa peraturan sosial ini mungkin tampak ketat, mayoritas orang Jepang tetap mengikutinya, jadi Anda akan merasa malu jika Anda secara tidak sengaja terlibat dalam beberapa perilaku ini dan orang di sekitar Anda akan menatap wajah Anda dengan pandangan aneh. Lagipula, tidak semua orang ingin mendengar Justin Bieber atau beberapa musik lainnya yang menggelegar dari headphone orang lain, bukan?

    Mari mempraktekan etiket berkereta yang baik saat berada di Jepang!