Kiat Berhemat ala Ibu Rumah Tangga Jepang

  • TATA CARA
  • Di Jepang, menjadi seorang ibu rumah tangga juga dianggap sebuah pekerjaan. Selain merawat keluarga dan rumah, perempuan juga harus menghitung biaya hidup sehingga mereka dapat menabung dengan jumlah yang lebih besar. Banyak perempuan memiliki buku catatan saku untuk mencatat penghematan mereka, bahkan terdapat buku dengan jadwal yang dijual di supermarket.

    Mengapa mereka harus menghitung secara seksama dan teliti?

    Mayoritas rumah tangga di Jepang adalah keluarga kelas menengah. Dengan suami menjadi seorang pekerja kantoran, penghasilannya hanya cukup untuk menutupi biaya hidup. Apalagi biaya studi anak-anak juga mahal. Dikarenakan gaji suami yang tidak terlalu tinggi dan biaya hidup tinggi, ibu rumah tangga Jepang membentuk sebuah kebiasaan untuk menghitung biaya mereka secara cermat untuk menghemat uang sebanyak mungkin.

    Kiat berhemat

    • Walaupun gaji sangat rutin disimpan di bank, mereka selalu memilih untuk menariknya dan memilikinya dalam bentuk uang tunai untuk mengatur biaya, karena meninggalkan uang dalam akun mencegah mereka untuk mendapat angka pasti dari jumlah yang mereka punya
    • Selalu memiliki sebuah tujuan dan jumlah tertentu untuk menghemat uang. Contohnya, menabung sejumlah X untuk bepergian, jumlah Y untuk memperbaiki rumah, dst.
    • Saat anak-anak sudah sekolah dan beranjak dewasa, mereka dapat bekerja paruh waktu untuk mendapatkan lebih banyak uang untuk keluarga (atau paling tidak untuk pengeluaran mereka sendiri)
    • Simpan koin-koin Anda! Ibu rumah tangga Jepang selalu memilih untuk menghabiskan koin mereka terlebih dahulu karena uang koin membuat dompet terasa berat dan koin kecil dalam jumlah banyak dapat berkontribusi menjadi sejumlah uang besar. Maka dari itu, jika Anda memiliki banyak uang koin, letakkan dan simpan di dalam sebuah wadah
    • Bandingkan, bandingkan dan selalu bandingkan. Sebelum membeli atau mengeluarkan uang untuk sesuatu, mereka selalu membandingkan harga untuk melihat yang mana yang memiliki harga dan nilai terbaik. Contohnya, daripada jajan di luar, jika suami membawa bento (kotak bekal makanan khas Jepang) untuk bekerja 3 kali seminggu mereka dapat menghemat hingga 63.000 yen (sekitar Rp. 7.500.000,-) per tahun. Atau, jika suami beralih dari minum bir mahal ke bir yang lebih murah, mereka dapat menghemat hingga 30.000 yen (sekitar Rp. 3.500.000,-) per tahun
    • Gunakan amplop. Setiap amplop berisi sejumlah uang tunai dengan sebuah label mengenai untuk apa Anda menggunakan uang tersebut
    • Hanya menghabiskan 10-15% uang mereka untuk tujuan hiburan
    • Saat pergi ke pasar swalayan, dapatkan apa yang Anda inginkan dan bayar segera. Jika Anda berkeliling, kemungkinan Anda akan membeli sesuatu yang tidak ada dalam daftar
    • Mengawasi harga promo. Pergi ke beberapa pasar swalayan karena mereka memiliki variasi harga promo
    • Sebelum membuka kulkas, pikirkan apa yang Anda perlu dapatkan. Buka dan tutup kulkas dalam 3 detik untuk menghemat listrik
    • Air panas dari bak mandi dapat digunakan untuk membersihkan rumah
    • Membeli mesin atau alat penghemat energi
    • Hanya membeli pakaian saat ada promo penjualan. Atau Anda dapat membelinya dari situs web/toko untuk diskon lebih banyak.